dotgo.id

dotgo.id

ADVERTISEMENT

Search This Blog

Powered by Blogger.
Terminal Bus Muara Angke Jakarta Utara, Melayani Penumpang Tujuan Indramayu, Cirebon, Brebes, Tegal, Pekalongan

On August 19, 2018 with No comments

Terminal Bus Muara Angke, adalah Terminal Tife B yang berlokasi di kawasan pemukiman nelayan Muara Angke di Kelurahan Kapuk, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Terminal bus ini melayani penumpang tujuan Indramayu, Cirebon, Tegal hingga Pekalongan, dan juga angkutan kota (angkot) bagi para penumpang dari seputaran wilayah Jakarta.
Jadwal keberangkatan bus di terminal muara angke, bus bhineka, setia negara, dedy jaya dan menara jaya
Terminal Bus Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara
DOTGO.ID. Transport. Muara Angke adalah salah satu perkampungan nelayan terbesar di Jakarta Utara yang lokasinya berada persis di bibir pantai Teluk Jakarta. Di kawasan tersebut, terdapat aktivitas nelayan dan juga industri pengolahan ikan yang nilainya cukup signifikan.

Selain masyarakat lokal maupun warga perantau yang menetap di perkampungan nelayan Muara Angke, kawasan ini juga menjadi salah satu tempat yang paling ramai dikunjungi oleh masyarakat dari luar Jakarta yang turut mengais rezeki.

Karena keberadaan kampung nelayan dan juga industri perikanan, cukup banyak warga dari luar Jakarta terutama Jawa Barat, Banten dan sebagian Jawa Tengah yang secara rutin mengunjungi Muara Angke untuk mengirim atau berbelanja ikan, dan juga keperluan lainnya.

Dengan kondisi tersebut, tentunya dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat. Terlebih, sebagian besar warga nelayan Muara Angke juga adalah para perantau yang sering kembali ke kampung halamannya.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, di kawasan ini sudah ada fasilitas berupa Terminal Bus Muara Angke. Terminal ini juga menjadi pilihan bagi warga yang hendak traveling atau berwisata ke salah satu daerah penghasil ikan terbesar di Jakarta.

Selain melayani penumpang Antar Kota Antar Provinsi, Terminal Muara Angke juga menjadi tempat pemberhentian angkutan kota yang melayani para penumpang dengan tujuan wilayah seputaran Jakarta.

Untuk tujuan Jawa Barat dan Jawa Tengah, di Terminal Muara Angke sendiri sudah tersedia beberapa armada bus seperti bus Bhineka, Setia Negara, Dedy Jaya dan Menara Jaya.

Bagi penumpang tujuan wilayah pesisir utara Jawa Barat khususnya daerah Pantura Subang, Indramayu dan Cirebon, bisa memanfaatkan bus trayek Cirebon-Muara Angke. Bus-bus tersebut adalah Bhineka (Demba) dan Setia Negara (Rembulan).

Sementara bagi penumpang tujuan Jawa Tengah seperti Brebes, Tegal hingga Pekalongan, bisa menggunakan armada bus Dedy Jaya atau  Menara Jaya (Bola).

Jadwal keberangkatan bus pertama dimulai pada pukul 06.00 WIB, pagi hari. Sementara bus terakhir sekitar pukul 19.00 WIB atau jam 7 malam. Jika penumpang sedang sepi, bus terakhir kadang bisa sampai jam 8 atau 9 malam.

Selain Bus AKAP, warga juga biasa memanfaatkan jasa angkutan umum Koperasi Wahana Kalpika (KWK), yaitu KWK 01 Muara Angke-Grogol dan KWK U-11 jurusan Muara Angke-Muara Baru. Ada juga angkot U-10 jurusan Muara Angke-Kota dan PPD P37 Blok M-Muara Angke.

Namun demikian, saat ini Bus AKAP tak bisa lagi leluasa berada di Terminal Muara Angke karena sejak awal 2017, Pemprov melalui Dishub DKI menerbitkan aturan, Bus AKAP tidak boleh beroperasi sepenuhnya di Terminal Tife B seperti Terminal Muara Angke.
Bus Bhineka Demba dan Setia Negara tujuan Muara Angke-Cirebon Kuningan Jawa Barat, atau Bus Dedy Jaya tujuan Muara Angke-Pekalongan hanya bisa menurunkan dan menaikan penumpang (terminal bayangan) dalam durasi waktu 1-2 jam. mch/baim
Pentas Sandiwara Gelora Putera Tanjungtiga di Desa Muara Blanakan, Semarak 17 Agustusan

On August 18, 2018 with No comments

Sandiwara Gelora Putera kembali mementaskan kreatifitas seni anak-anak Desa Tanjungtiga di halaman Kantor Desa Muara, Kecamatan Blanakan, Subang, Jawa Barat. Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI, Sandiwara Gelora Putera mendapat undangan untuk berpentas dan menghibur masyarakat Desa Muara.
Pentasseni budaya sandiwara gelora putera desa tanjungtiga blanakan subang
Pentas Gelora Putera di halaman Kantor Desa Muara
DOTGO.ID. Muara. Peringatan Hari Kemerdekaan yang jatuh pada setiap tanggal 17 Agustus, disambut dengan sangat antusias oleh seluruh masyarakat Indonesia di pelosok nusantara, tak terkecuali juga dengan masyarakat Desa Muara, Blanakan, Subang.

Untuk menyemarakan suasana Hari Kemerdekaan, Pemerintah Desa Muara lantas menggelar acara hiburan seni budaya, yakni Pentas Sandiwara Gelora Putera. Secara live, Sandiwara Gelora Putera dari Desa Tanjungtiga ini lantas menghibur masyarakat Desa Muara.

Berlokasi di halaman Kantor Desa Muara, Gelora Putera kembali menunjukan kepiawaian dan bakat seni dari anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Lanjutan Pertama (SMP). Lakon yang dipentaskan berdasar pada Kitab Carita Purwaka Caruban Nagari (CPCN).

Meski anak-anak asal Desa Tanjungtiga ini hanya memperagakan atau nengikuti suara yang muncul dari sound sistem (lipsing), namun tetap saja apa yang mereka pertontonkan mengundang kekaguman hingga gelak tawa para penonton.

Menurut Kepala Desa (Kades) Tanjungtiga yang merupakan pembina dan penanggung jawab dari Sandiwara Gelora Putera, pihaknya sangat mendukung bakat seni dan kreatifitas dari anak-anak Desa Tanjungtiga yang tergabung dalam Paguyuban Gelora Putera.

Karenanya, Pemdes Tanjungtiga bersama beberapa tokoh dan sesepuh desa lantas memfasilitasi agar bakat anak-anak tersebut bisa tersalurkan. Terlebih, Paguyuban Sandiwara yang berorientasi budaya ini memiliki dampak sangat positif bagi generasi muda.

"Kami sangat mengapresiasi kiprah mereka. Kami juga memfasilitasi agar bakat-bakat yang ada bisa tersalurkan. Jika dibina dengan baik, bukan tak mungkin mereka bisa mendirikan paguyuban seni sandiwara yang sesungguhnya," ujar Kades yang akrab disapa Lurah Sukur ini.

Lebih lanjut, Lurah Sukur mengatakan, di Desa Tanjungtiga sebelumnya pernah ada paguyuban seni sandiwara yang semua pemain dan penabuh gamelannya adalah warga Tanjungtiga. Secara kebetulan juga bernama sama yakni Gelora Putera.

Sementara Kepala Desa (Kades) Muara Ita Sudita yang juga turut hadir di tengah-tengah warga mengatakan, dirinya sengaja mengundang Sandiwara Gelora Putera Tanjungtiga untuk menghibur masyarakat Desa Muara.

"Menyemarakan Hari Kemerdekaan tanggal 17 Agustus, kami sengaja mengundang sandiwara anak untuk menghibur warga. Juga untuk lebih mengenalkan budaya. Ternyata penontonnya sangat banyak, halaman kantor Desa Muara sampai penuh sesak oleh penonton," ujar Lurah Ita.

Pentas Sandiwara Gelora Putera di Desa Muara sendiri berlangsung pada Sabtu, 18 Agustus 2018, selepas shalat Isya. Gelora Putera pimpinan Mas Beye yang merupakan anak kedua dari Kades Tanjungtiga ini berhasil menghibur ratusan warga yang memadati halaman Kantor Desa Muara.
Tak hanya di sekitar Desa Tanjungtiga dan Muara yang masuk ke dalam wilayah kecamatan Blanakan, Sandiwara Gelora Putera bahkan sudah sering berpentas di wilayah Kecamatan Ciasem dan sekitarnya . mch/baim
Persiapan Masyarakat Desa Muara Blanakan Menyambut Hari Kemerdekaan, 17 Agustus 1945

On August 16, 2018 with No comments

Masyarakat Desa Muara, Kecamatan Blanakan Subang, saat ini tengah melakukan berbagai persiapan guna menyambut datangnya hari kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Saat ini, suasana di Desa Muara sendiri sudah jauh lebih meriah dari hari-hari sebelumnya,
Agustusan di desa muara blanakan
Desa Muara, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat
DOTGO.ID. Sukaasih. Peringatan Hari Proklamasi atau Hari Kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang jatuh pada setiap tanggal 17 Agustus, selalu diperingati dan dirayakan dengan sangat meriah oleh masyarakat Indonesia di seluruh pelosok nusantara.

Sepekan lebih sebelum 17 Agustus, masyarakat Indonesia di berbagai daerah akan mengibarkan bendera nasional yakni Bendera Merah Putih, bendera panji atau umbul-umbul, dan juga pernak-pernik lain yang berkaitan erat dengan hari kemerdekaan.

Di Desa Muara Blanakan, selain bendera dan umbul-umbul ataupun hiasan lain, ada pemandangan unik yang cukup mengundang perhatian warga dan juga para pengendara yang kebetulan melintas.

Di Dusun Sukaasih khususnya Blok Kalimalang, ada hiasan berupa patung atau boneka yang bentuknya menyerupai seorang tentara lengkap dengan senjatanya. Selain boneka tentara, ada beberapa boneka lain yang berdiri berjejer di sampingnya.

Hiasan berupa orang-orangan menyerupai tentara ini terpasang di rumah seorang warga Kalimalang Dusun Sukaasih Desa Muara, yaitu Pak Karban. Menurutnya, boneka-boneka tersebut adalah hasil kreasinya.

Selain di sekitar Kalimalang, suasana semarak menyambut Hari Kemerdekaan atau yang menurut masyarakat setempat disebut Agustusan juga sangat terasa dari ujung selatan desa Muara yang berbatasan denga Desa Ciasem Hilir hingga bagian paling utara di daerah pesisir.

Sehari menjelang tanggal 17 Agustus, cukup banyak pula masyarakat yang tengah mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam lomba 17 Agustus esok hari.

Selain lomba panjat pinang yang memang sudah menjadi tradisi, ada cukup banyak kegiatan lain yang bertujuan untuk menghibur dan menyemarakan Hari Kemerdekaan seperti lomba tarik tambang, balap karung, makan kerupuk dan aneka lomba lainnya.
Selain di Kantor Desa Muara, semarak 17 Agustus juga di gelar di beberapa dusun yang ada di Desa Muara seperti Dusun Sukamanah Lama, Sukamanah Baru, Sukamulya, Sukaasih, Sindang Laut I dan Sindanglaut II. mch/baim
Pawai Hari Kemerdekaan di Kecamatan Blanakan Dimeriahkan Berbagai Atraksi dan Parade Seni

On August 16, 2018 with No comments

Pawai Hari Kemerdekaan masyarakat kecamatan Blanakan, dipusatkan di lapangan sepakbola di belakang Puskesmas hingga Kantor Kecamatan Blanakan. Peringatan 17 Agustus 1945 di Blanakan ini dihadiri oleh perwakilan dari seluruh desa yang ada di kecamatan Blanakan dan juga elemen masyarakat lainnya.
17 agustus 1945 diperingati sangat meriah di blanakan
Pawai Hari Kemerdekaan Masyarakat Kecamatan Blanakan
DOTGO.ID. Blanakan. Peringatan Hari Proklamasi atau Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1945, disambut dengan sangat antusias oleh seluruh masyarakat sewilayah kecamatan Blanakan. Pawai atau karnaval yang dilangsungkan selepas tengah hari ini berlangsung sangat meriah.

Pawai Hari Kemerdekaan yang digelar pada Rabu, 15 Agustus 2018 tersebut dihadiri oleh perwakilan dari 9 desa yang ada di wilayah kecamatan Blanakan, yakni Desa Cilamaya Hilir, Cilamaya Girang, Rawameneng, Rawamekar, Jayamukti, Blanakan, Langensari, Muara, dan Tanjungtiga.

Tak hanya hadir dan turut berpawai, kontingen atau perwakilan dari kesembilan desa ini juga datang dengan bermacam-macam kreasi yang membuat suasana Pawai Kemerdekaan tersebut berlangsung dengan sangat meriah.

Selain perwakilan dari beberapa desa yang tampil dengan dandanan yang cukup unik, turut hadir pula pawai kendaraan hias yang diantanya dibentuk menyerupai tank baja, perahu atau unta.

Selain dihadiri oleh perwakilan dari tiap desa, turut hadir pula perwakilan beberapa sekolah diantaranya dari SMA Negeri 1 Blanakan, SMK Blanakan, SMP, SD, MI hingga perwakilan dari Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Dari organisasi komunitas, turut hadir (bobotoh) Viking Blanakan Mekarsari yang ikut berpawai dengan mengenakan seragam Persib. Turut hadir pula Grup Singa Dangdut Putra Jaya Muda, juga perwakilan Kelompok Tani dan Nelayan Blanakan.

Pawai Hari Kemerdekaan ini sendiri sengaja digelar pada hari Rabu tanggal 15, karena pada tanggal 17 Agustus esok bertepatan dengan hari Jumat. Menurut Kepala Desa Tanjungtiga yaitu Sukur, yang ditemui di lokasi, Pawai Kemerdekaan sengaja dimajukan agar tak mengganggu shalat Jumat. 
"Tanggal 17 Agustus esok kita hanya Upacara Bendera, pengibaran Sang Saka Merah Putih. Setelah itu acara selesai, kaum pria tetap bisa melaksanakan shalat Jumat," ujar Lurah Sukur, yang nampak hadir bersama beberapa perangkat desa dan perwakilan masyarakat Tanjungtiga. mch/baim
Hutan Pinus Gunung Tangkuban Parahu Kawasan Wisata dan Tempat Bersantai yang Asri

On August 09, 2018 with No comments

Hutan Pinus Tangkuban Parahu adalah sebuah kawasan di daerah ketinggian Gunung Tangkuban Parahu yang bisa diakses kendaraan. Di kawasan tersebut, membentang sebuah jalan yang menghubungkan Cikole Lembang dengan wilayah Subang khususnya kawasan wisata pemandian air panas Ciater.
Hutan pinus tempat bersantai yang nyaman di sekitar gunung tangkuban parahu
Hutan Pinus Gunung Tangkuban Parahu
DOTGO.ID. Wisata. Gunung Tangkuban Parahu, adalah salah satu gunung api purba yang cukup populer di Jawa Barat. Gunung dengan ketinggian 2.084 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini menjadi salah satu gunung dengan lanskap yang paling eksotis di Jawa Barat.

Karenanya, di sekitar Gunung Tangkuban Parahu juga terdapat banyak tempat wisata dari sejak kawasan Cikole Lembang hingga Ciater Subang. Setiap memasuki akhir pekan, kawasan di sekitar Gunung Tangkuban Parahu akan selalu ramai oleh para wisatawan.

Selain wisata alam Gunung Tangkuban Parahu yaitu Kawah Ratu dan Kawah Domas, di sekitar gunung ini juga banyak terdapat tempat wisata yang tak kalah menariknya. Salah satunya adalah kawasan hutan pinus, yang membentang sejak Cikole Lembang hingga perbatasan Subang.

Selain menjadi akses menuju Kawah Ratu, jalan yang membelah kawasan hutan pinus Tangkuban Parahu ini juga merupakan jalan utama yang menghubungkan wilayah Bandung dengan wilayah kabupaten Subang.

Di sepanjang jalan tersebut juga banyak terdapat tempat wisata di alam terbuka seperti taman Grafika Cikole dan Cikole Jayagiri. Selain itu, di sepanjang jalan di kawasan hutan pinus Tangkuban Parahu ini banyak terdapat area berkemah dan outbond.

Kawasan hutan pinus Tangkuban Parahu juga biasa dimanfaatkan oleh para pengendara dari arah Subang menuju Bandung dan atau sebaliknya. Saat melintas, tak sedikit pengendara yang lantas menepi untuk menikmati suasana yang asri di kawasan ini.

Selain bisa bersantai menikmati suasana, para pengendara juga bisa menikmati secangkir kopi dan jagung bakar atau ketan bakar yang banyak dijual oleh warga sekitar.

Hutan pinus Gunung Tangkuban Parahu yang ada di jalan utama Subang-Bandung ini memang menjadi lokasi yang ideal untuk melepas kepenatan. Terlebih, cukup banyak pula tempat wisata yang bisa dikunjungi di kawasan tersebut.

Selain hutan pinus di jalan Lembang-Subang, ada juga kawasan Wisata Hutan Pinus Cikole Lembang Pal 16. Di sini, pengunjung bisa menikmati beragam fasilitas yang disediakan seperti arena bermain, gazibu atau area outbond yang menjanjikan keseruan.

Kawasan Gunung Tangkuban Parahu sendiri menjadi sebuah daerah wisata yang sangat ramai bahkan hampir selalu dipadati pengunjung di setiap akhir pekan, terlebih musim liburan. 
Di kawasan ini, memang banyak terdapat tempat wisata sejak dari kawasan Lembang hingga Ciater Subang. Kawasan Tangkuban Parahu memang tempat yang ideal untuk berakhir pekan. mch/baim