dotgo.id

dotgo.id

ADVERTISEMENT

Search This Blog

Powered by Blogger.
Pawai Hari Kemerdekaan di Kecamatan Blanakan Dimeriahkan Berbagai Atraksi dan Parade Seni

On August 16, 2018 with No comments

Pawai Hari Kemerdekaan masyarakat kecamatan Blanakan, dipusatkan di lapangan sepakbola di belakang Puskesmas hingga Kantor Kecamatan Blanakan. Peringatan 17 Agustus 1945 di Blanakan ini dihadiri oleh perwakilan dari seluruh desa yang ada di kecamatan Blanakan dan juga elemen masyarakat lainnya.
17 agustus 1945 diperingati sangat meriah di blanakan
Pawai Hari Kemerdekaan Masyarakat Kecamatan Blanakan
DOTGO.ID. Blanakan. Peringatan Hari Proklamasi atau Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1945, disambut dengan sangat antusias oleh seluruh masyarakat sewilayah kecamatan Blanakan. Pawai atau karnaval yang dilangsungkan selepas tengah hari ini berlangsung sangat meriah.

Pawai Hari Kemerdekaan yang digelar pada Rabu, 15 Agustus 2018 tersebut dihadiri oleh perwakilan dari 9 desa yang ada di wilayah kecamatan Blanakan, yakni Desa Cilamaya Hilir, Cilamaya Girang, Rawameneng, Rawamekar, Jayamukti, Blanakan, Langensari, Muara, dan Tanjungtiga.

Tak hanya hadir dan turut berpawai, kontingen atau perwakilan dari kesembilan desa ini juga datang dengan bermacam-macam kreasi yang membuat suasana Pawai Kemerdekaan tersebut berlangsung dengan sangat meriah.

Selain perwakilan dari beberapa desa yang tampil dengan dandanan yang cukup unik, turut hadir pula pawai kendaraan hias yang diantanya dibentuk menyerupai tank baja, perahu atau unta.

Selain dihadiri oleh perwakilan dari tiap desa, turut hadir pula perwakilan beberapa sekolah diantaranya dari SMA Negeri 1 Blanakan, SMK Blanakan, SMP, SD, MI hingga perwakilan dari Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Dari organisasi komunitas, turut hadir (bobotoh) Viking Blanakan Mekarsari yang ikut berpawai dengan mengenakan seragam Persib. Turut hadir pula Grup Singa Dangdut Putra Jaya Muda, juga perwakilan Kelompok Tani dan Nelayan Blanakan.

Pawai Hari Kemerdekaan ini sendiri sengaja digelar pada hari Rabu tanggal 15, karena pada tanggal 17 Agustus esok bertepatan dengan hari Jumat. Menurut Kepala Desa Tanjungtiga yaitu Sukur, yang ditemui di lokasi, Pawai Kemerdekaan sengaja dimajukan agar tak mengganggu shalat Jumat. 
"Tanggal 17 Agustus esok kita hanya Upacara Bendera, pengibaran Sang Saka Merah Putih. Setelah itu acara selesai, kaum pria tetap bisa melaksanakan shalat Jumat," ujar Lurah Sukur, yang nampak hadir bersama beberapa perangkat desa dan perwakilan masyarakat Tanjungtiga. mch/baim
Hutan Pinus Gunung Tangkuban Parahu Kawasan Wisata dan Tempat Bersantai yang Asri

On August 09, 2018 with No comments

Hutan Pinus Tangkuban Parahu adalah sebuah kawasan di daerah ketinggian Gunung Tangkuban Parahu yang bisa diakses kendaraan. Di kawasan tersebut, membentang sebuah jalan yang menghubungkan Cikole Lembang dengan wilayah Subang khususnya kawasan wisata pemandian air panas Ciater.
Hutan pinus tempat bersantai yang nyaman di sekitar gunung tangkuban parahu
Hutan Pinus Gunung Tangkuban Parahu
DOTGO.ID. Wisata. Gunung Tangkuban Parahu, adalah salah satu gunung api purba yang cukup populer di Jawa Barat. Gunung dengan ketinggian 2.084 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini menjadi salah satu gunung dengan lanskap yang paling eksotis di Jawa Barat.

Karenanya, di sekitar Gunung Tangkuban Parahu juga terdapat banyak tempat wisata dari sejak kawasan Cikole Lembang hingga Ciater Subang. Setiap memasuki akhir pekan, kawasan di sekitar Gunung Tangkuban Parahu akan selalu ramai oleh para wisatawan.

Selain wisata alam Gunung Tangkuban Parahu yaitu Kawah Ratu dan Kawah Domas, di sekitar gunung ini juga banyak terdapat tempat wisata yang tak kalah menariknya. Salah satunya adalah kawasan hutan pinus, yang membentang sejak Cikole Lembang hingga perbatasan Subang.

Selain menjadi akses menuju Kawah Ratu, jalan yang membelah kawasan hutan pinus Tangkuban Parahu ini juga merupakan jalan utama yang menghubungkan wilayah Bandung dengan wilayah kabupaten Subang.

Di sepanjang jalan tersebut juga banyak terdapat tempat wisata di alam terbuka seperti taman Grafika Cikole dan Cikole Jayagiri. Selain itu, di sepanjang jalan di kawasan hutan pinus Tangkuban Parahu ini banyak terdapat area berkemah dan outbond.

Kawasan hutan pinus Tangkuban Parahu juga biasa dimanfaatkan oleh para pengendara dari arah Subang menuju Bandung dan atau sebaliknya. Saat melintas, tak sedikit pengendara yang lantas menepi untuk menikmati suasana yang asri di kawasan ini.

Selain bisa bersantai menikmati suasana, para pengendara juga bisa menikmati secangkir kopi dan jagung bakar atau ketan bakar yang banyak dijual oleh warga sekitar.

Hutan pinus Gunung Tangkuban Parahu yang ada di jalan utama Subang-Bandung ini memang menjadi lokasi yang ideal untuk melepas kepenatan. Terlebih, cukup banyak pula tempat wisata yang bisa dikunjungi di kawasan tersebut.

Selain hutan pinus di jalan Lembang-Subang, ada juga kawasan Wisata Hutan Pinus Cikole Lembang Pal 16. Di sini, pengunjung bisa menikmati beragam fasilitas yang disediakan seperti arena bermain, gazibu atau area outbond yang menjanjikan keseruan.

Kawasan Gunung Tangkuban Parahu sendiri menjadi sebuah daerah wisata yang sangat ramai bahkan hampir selalu dipadati pengunjung di setiap akhir pekan, terlebih musim liburan. 
Di kawasan ini, memang banyak terdapat tempat wisata sejak dari kawasan Lembang hingga Ciater Subang. Kawasan Tangkuban Parahu memang tempat yang ideal untuk berakhir pekan. mch/baim
Restoran Minang Modern Rumah Makan Padang Enak Cikopo-Cikampek

On August 07, 2018 with No comments

Minang Modern adalah rumah makan yang cukup populer di Cikopo-Cikampek. Restoran Minang Modern menjadi salah satu tempat makan yang cukup favorit yang berlokasi di perbatasan Purwakarta dan Karawang, persisnya beberapa kilometer setelah Gerbang Tol Cikopo.
Minang modern restoran padang yang enak dan murah harganya
Sajian khas Minang Modern Cikopo Purwakarta
DOTGO.ID. Kuliner. Cikopo Cikampek, adalah sebuah ruas jalan sepanjang beberapa kilometer yang membentang dari sejak Gerbang Tol Cikopo Purwakarta hingga Simpang Mutiara Cikampek atau di sekitar perbatasan wilayah Karawan dan Purwakarta.

Meski jalan ini hanya beberapa kilometer dan tak terlalu lebar, namun Cikopo-Cikampek merupakan ruas jalan terpenting karena menjadi akses utama bagi kendaraan dari Gerbang Tol Cikopo ke jalan utama Pantura dan atau sebaliknya. 

Karenanya, di sekitar jalan ini juga cukup banyak berjejer rumah makan salah satunya Restoran Minang Modern. Minang Modern adalah salah satu tempat makan yang hampir selalu ramai oleh pengunjung. 

Meski disebut restoran Padang, namun soal harga yang ditawarkan terbilang cukup terjangkau. Harga yang dipatok terbilang relatif murah meski menu yang ditawarkan terdiri daging dan ayam kampung juga aneka hidangan lainnya.

Restoran Minang Modern sendiri mulai buka sejak pagi dan tutup pada sekitar pukul 23.30 WIB atau jam setengah 12 malam. Selain tempat parkir yang cukup luas, tersedia fasilitas lain berupa ATM Center yang merupakan ATM Bersama dan melayani kebutuhan bermacam transaksi keuangan dari berbagai bank seperti BCA, BRI, Mandiri, Danamon juga bank lainnya.

Menu yang ditawarkan Minang Modern juga sangatlah lengkap mulai dari rendang daging, dendeng, gulai kepala kakap, kikil, aneka olahan ikan, ayam sayur, ayam bakar, ayam goreng hingga ayam pop yang kesemuanya menggunakan bahan daging ayam kampung.

Selain itu, tersedia juga sop daging Minang Modern yang sudah sangat terkenal enak menurut para pecinta kuliner. Yang tak kalah penting, adalah sambal hijau khas Minang Modern yang rasanya sangat spesial dan berbeda dengan rumah makan Padang kebanyakan.

Menurut seorang pengunjung yang mengaku sudah sejak lama berlangganan, dirinya selalu memesan ayam goreng panas jika makan di Minang Modern. "Banyak menu lain yang nikmat, tapi bagi saya rasanya belum lengkap makan di Minang Modern jika tak memesan ayam goreng dadakan yang panas."

Rumah Makan Minang Modern sendiri sudah sangat dikenal luas karena sudah ada sejak hampir 30 tahun lalu. Bersama beberapa rumah makan lain seperti Restoran Alam Sari, Minang Modern adalah ikon kuliner di jalan raya Cikopo-Cikampek.

Karenanya, Restoran Minang Modern juga sudah sangat familiar bagi warga sekitar maupun para pengendara dari luar daerah. Bagi yang sering melakukan perjalanan wisata atau traveling, Minang Modern tentunya sudah tak lagi asing.
Restoran Minang Modern sangat mudah dijangkau dan berada di kanan jalan jika dari arah Tol Cikopo. Sementara jika dari arah Cikampek, lokasinya berada di sisi kiri jalan, beberapa puluh meter setelah Simpang Mutiara. Untuk reservasi, Minang Modern bisa dihubungi di nomor 081315403464. mch/baim
Bendungan Macan Pagaden Barat Subang, Wisata Kampung Cimacan yang Legendaris

On August 07, 2018 with No comments

Bendungan Macan, adalah satu bendungan atau pintu air yang ada di wilayah Subang. Bendungan Macan menjadi salah satu yang terpenting karena memiliki peran strategis dalam bidang pertanian. Bendungan sepanjang 50 meter dengan ketinggian 30 meter ini membendung dan membagi aliran sungai Ciasem untuk berbagai kebutuhan terutama irigasi untuk pesawahan.
Bendungan macan dan kawasan lokalisasi cimacan pagaden barat subang
Bendungan Macan, Pagaden Barat, Subang
DOTGO.ID. Cikaum. Bendungan Macan, berlokasi di wilayah perbatasan antara kecamatan Pagaden Barat dan Cikaum, merupakan satu dari beberapa bendungan atau pintu air yang ada wilayah kabupaten Subang. Bendungan ini berada di kali Ciasem, sungai paling legendaris di kabupaten Subang.

Bendungan Macan yang mulai beroperasi pada sekitar tahun 1960 ini dikelola oleh Perum Jasa Tirta II, dan menjadi salah satu pintu air paling vital khususnya bagi para petani di wilayah kabupaten Subang.

Sejak dibangun dan dioperasikan pada tahun 1960-an, bendungan yang lokasi persisnya berada di Dusun Gardu, Desa Bendungan, Kecamatan Pagaden Barat ini dialokasikan mampu mengairi 10.000 hektar lebih areal pesawahan yang ada di wilayah Subang.

Saat ini, Bendungan Macan berada dibawah otoritas Dirjen Sumer Daya Air, dan BBWS Citarum, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Belasan kilo meter ke arah selatan dari bendung ini, ada pintu air Leuwi Nangka di kelurahan Dangdeur, Subang.

Selain berfungsi sebagai pintu air, Bendung Macan juga berfungsi sebagai jembatan yang menjadi akses penghubung utama antara wilayah Pagaden Barat dengan wilayah Kecamatan Cikaum. Karenanya, Bendung Macan juga memiliki potensi wisata yang cukup besar jika dikembangan.

Sebagai jalur perlintasan utama bagi warga dari wilayah Pagaden-Cikaum dan Purwadadi atau sebaliknya, Bendung Macan tentunya memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu tempat wisata.

Terlebih, di sekitar Bendungan Macan juga ada salah satu tempat wisata khusus pria dewasa, yaitu lokalisasi atau kampung asmara Cimacan yang sangat legendaris. Kampung asmara Cimacan adalah salah satu yang paling populer di wilayah tersebut.

Keramaian di Bendung Macan akan terlihat saat memasuki akhir pekan. Memasuki hari libur, tak jarang bendungan ini dipenuhi warga yang sedang bersantai atau sekedar melihat-lihat suasana di sekitar bendungan ini.

Suasana di sekitar Bendungan Macan akan bertambah ramai saat memasuki bulan ramadhan atau bulan puasa. Saat sore hari menjelang azan maghrib, Bendungan Macan biasanya selalu dipenuhi oleh oleh warga yang bersantai sambil ngabuburit, menunggu saat berbuka puasa tiba.

Sekitar 50 meter ke arah hilir dari Bendungan Macan, adalah sebuah ceruk sungai yang menurut masyarakat setempat disebut Leuwi Botekak. Konon, ceruk Botekak ini memiliki kedalaman 10 meter lebih. Sebagian warga bahkan menyebutnya angker karena ditunggui mahluk halus.

Meski saat musim kemarau sungai Ciasem di sekitar Bendung Macan akan surut hingga terlihat bagian dasarnya, namun saat musim penghujan debit air di sekitar Bendung Macan cukup besar. Dasar sungai Ciasem di sekitar Bendung Macan sendiri didominasi oleh bebatuan cadas, atau batu padas menurut penduduk setempat.

Sebagai bendungan atau pintu air yang berada di aliran Sungai Ciasem yang merupakan sungai terpenting di kabupaten Subang, Bendungan Macan memang memiliki peran vital khususnya dalam bidang pertanian. Lebih dari itu, Bendung Macan juga bisa saja disulap menjadi kawasan pariwisata.
Fungsi penting lain Bendungan Macan adalah sebagai jembatan penghubung antara wilayah kecamatan Pagaden dengan Cikaum hingga kecamatan Purwadadi. Karenanya, Bendung Macan juga kerap disinggahi para pengendara yang kebetulan melintas di wlayah ini. mch/baim
Ada Ular Sanca Sepanjang 5 Meter Hebohkan Pengunjung KCP Galuh Mas Karawang

On August 06, 2018 with No comments

Para pengunjung Karawang Central Plaza (KCP) di kawasan Galuh Mas kota Karawang, belakangan mendapat hiburan gratis dari komunitas pencinta reptil khususnya ular sejenis sanca. Setiap minggu sore, beberapa pemilik binatang melata tersebut akan memamerkan koleksinya di salah satu loby utama KCP.
Pengunjung karawang central plaza dihibur ular sanca sepanjang 5 meter
Komunitas Pecinta Reptil di KCP Karawang
DOTGO.IDKomunitas pencipta reptil khususnya para pemilik ular sanca belakangan secara rutin memamerkan satwa peliharaannya di salah satu loby utama Karawang Central Plaza (KCP) Galuh Mas, Karawang. Setiap minggu sore para pemilik ular ini akan menghibur para pengunjung dengan ular-ular peliharaannya.

Belasan ular sejenis sanca dengan ukuran yang bervariasi ini tentu saja sangat menarik perhatian para pengunjung. Tak hanya orang dewasa, nampak pula para remaja dan anak-anak pun sangat antusias melihat binatang melata yang nampak sangat jinak tersebut.

Menurut seorang petugas keamanan yang berjaga, "pameran ular" ini memang rutin digelar di KCP sejak beberapa waktu lalu. Para pemilik ular tersebut memang sengaja difasilitasi oleh manajemen KCP, untuk memamerkan satwa peliharaannya dan menghibur pengunjung.

Petugas ini menyebutkan, "Awalnya tidak di loby tapi di taman KCP dekat taman air mancur. Namun setelah dilihat cukup menarik minat pengunjung terutama anak-anak, akhirnya kami usulkan agar pemilik ular ini bisa pameran di loby," ujar petugas yang berjaga di loby dekat AW, Minggu (5/8/18).

Saat dimintai keterangannya, para pemilik ular ini juga mengaku sangat senang dan bangga bisa difasilitasi manajemen KCP. Mereka mengaku, pameran ular ini bisa memberi edukasi terhadap anak-anak agar lebih mencintai satwa dan lingkungan.

Saat dipamerkan, belasan ular dari jenis sanca ini memang nampak sangat jinak. Beberapa anak juga tak sungkan untuk memegang, bahkan diantaranya membelitkan ke badan kemudian berfoto.

Yang paling menyita perhatian, adalah sanca dengan panjang hampir 5 meter yang besarnya hampir sebesar paha orang dewasa. Ular ini adalah milik seorang pencinta reptil bernama Jajang, yang mengaku berasal dari daerah Poncol, Karawang.

Menurut Jajang, ular sanca kembang peliharaannya tersebut berusia tiga setengah tahun lebih, yang sudah dipelihara sejak masih kecil. Namun meski berukuran sangat besar, Jajang mengaku ular miliknya sangat jinak.

"Kalau yang lain membawa ularnya ke KCP sini dengan dimasukan ke dalam tas. Kalau saya harus mengangkutnya dengan bentor, atau becak bermotor. Kandangnya di rumah saya di belakang masjid agung Karawang," kata Jajang.

Seorang pengunjung menyebutkan, ular sanca milik Jajang ini adalah ular terbesar yang pernah dilihat. "Kami baru tahu kalau sanca bisa sebesar ini. Sangat besar, hampir sebesar piton yang beberapa waktu lalu memangsa manusia di sulawesi," ujar seorang pengunjung asal blanakan subang.

Kehadiran belasan ular sanca ini tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan atau mall terbesar di kota Karawang tersebut. Selain berbelanja, pengunjung juga bisa melihat langsung ular sanca yang satu diantaranya berukuran sangat besar.

Karawang Central Plaza (KCP) sendiri menjadi salah satu pusat perbelanjaan di Karawang yang dibangun dan didesain secara modern. Selain KCP, saat ini di Karawang juga ada  Resinda Park Mall dan Festival Walk yang lokasinya berseberangan dengan KCP.
Sebelumnya, masyarakat Karawang lebih dulu mengenal Mega Mall atau Matahari Karawang dan Ramayana Karawang yang berlokasi di Jalan Tuparev. Sejak kawasan Galuh Mas dibuka, pusat keramaian di kota Karawang menjadi bertambah luas. mch/baim