ADVERTISEMENT

Search This Blog

Powered by Blogger.

Bendungan Macan Pagaden Barat Subang, Wisata Kampung Cimacan yang Legendaris

On August 07, 2018 with No comments

Bendungan Macan, adalah satu bendungan atau pintu air yang ada di wilayah Subang. Bendungan Macan menjadi salah satu yang terpenting karena memiliki peran strategis dalam bidang pertanian. Bendungan sepanjang 50 meter dengan ketinggian 30 meter ini membendung dan membagi aliran sungai Ciasem untuk berbagai kebutuhan terutama irigasi untuk pesawahan.
Bendungan macan dan kawasan lokalisasi cimacan pagaden barat subang
Bendungan Macan, Pagaden Barat, Subang
DOTGO.ID. Cikaum. Bendungan Macan, berlokasi di wilayah perbatasan antara kecamatan Pagaden Barat dan Cikaum, merupakan satu dari beberapa bendungan atau pintu air yang ada wilayah kabupaten Subang. Bendungan ini berada di kali Ciasem, sungai paling legendaris di kabupaten Subang.

Bendungan Macan yang mulai beroperasi pada sekitar tahun 1960 ini dikelola oleh Perum Jasa Tirta II, dan menjadi salah satu pintu air paling vital khususnya bagi para petani di wilayah kabupaten Subang.

Sejak dibangun dan dioperasikan pada tahun 1960-an, bendungan yang lokasi persisnya berada di Dusun Gardu, Desa Bendungan, Kecamatan Pagaden Barat ini dialokasikan mampu mengairi 10.000 hektar lebih areal pesawahan yang ada di wilayah Subang.

Saat ini, Bendungan Macan berada dibawah otoritas Dirjen Sumer Daya Air, dan BBWS Citarum, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Belasan kilo meter ke arah selatan dari bendung ini, ada pintu air Leuwi Nangka di kelurahan Dangdeur, Subang.

Selain berfungsi sebagai pintu air, Bendung Macan juga berfungsi sebagai jembatan yang menjadi akses penghubung utama antara wilayah Pagaden Barat dengan wilayah Kecamatan Cikaum. Karenanya, Bendung Macan juga memiliki potensi wisata yang cukup besar jika dikembangan.

Sebagai jalur perlintasan utama bagi warga dari wilayah Pagaden-Cikaum dan Purwadadi atau sebaliknya, Bendung Macan tentunya memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu tempat wisata.

Terlebih, di sekitar Bendungan Macan juga ada salah satu tempat wisata khusus pria dewasa, yaitu lokalisasi atau kampung asmara Cimacan yang sangat legendaris. Kampung asmara Cimacan adalah salah satu yang paling populer di wilayah tersebut.

Keramaian di Bendung Macan akan terlihat saat memasuki akhir pekan. Memasuki hari libur, tak jarang bendungan ini dipenuhi warga yang sedang bersantai atau sekedar melihat-lihat suasana di sekitar bendungan ini.

Suasana di sekitar Bendungan Macan akan bertambah ramai saat memasuki bulan ramadhan atau bulan puasa. Saat sore hari menjelang azan maghrib, Bendungan Macan biasanya selalu dipenuhi oleh oleh warga yang bersantai sambil ngabuburit, menunggu saat berbuka puasa tiba.

Sekitar 50 meter ke arah hilir dari Bendungan Macan, adalah sebuah ceruk sungai yang menurut masyarakat setempat disebut Leuwi Botekak. Konon, ceruk Botekak ini memiliki kedalaman 10 meter lebih. Sebagian warga bahkan menyebutnya angker karena ditunggui mahluk halus.

Meski saat musim kemarau sungai Ciasem di sekitar Bendung Macan akan surut hingga terlihat bagian dasarnya, namun saat musim penghujan debit air di sekitar Bendung Macan cukup besar. Dasar sungai Ciasem di sekitar Bendung Macan sendiri didominasi oleh bebatuan cadas, atau batu padas menurut penduduk setempat.

Sebagai bendungan atau pintu air yang berada di aliran Sungai Ciasem yang merupakan sungai terpenting di kabupaten Subang, Bendungan Macan memang memiliki peran vital khususnya dalam bidang pertanian. Lebih dari itu, Bendung Macan juga bisa saja disulap menjadi kawasan pariwisata.
Fungsi penting lain Bendungan Macan adalah sebagai jembatan penghubung antara wilayah kecamatan Pagaden dengan Cikaum hingga kecamatan Purwadadi. Karenanya, Bendung Macan juga kerap disinggahi para pengendara yang kebetulan melintas di wlayah ini. mch/baim
-->
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »