ADVERTISEMENT

Search This Blog

Powered by Blogger.

Budaya Gotong Royong Masyarakat Desa Muara Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang Jawa Barat

On September 10, 2018 with No comments

Bergotong-royong adalah salah satu identitas masyarakat Indonesia yang sudah dikenal sejak dahulu kala. Gotong-royong biasa dilakukan oleh masyarakat nusantara dalam berbagai kegiatan, salah satunya saat ada tetangga yang sedang membangun rumah.
Budaya gotong royong budaya masyarakat indonesia
Gotong royong masyarakat Desa Muara Blanakan Subang
DOTGO.ID. Budaya. Indonesia adalah salah satu negara dengan adat ketimuran yang dikenal memiliki beragam adat istiadat salah satunya gotong-royong. Gotong royong sudah dikenal sebagai salah satu tradisi atau budaya masyarakat Indonesia di seluruh pelosok nusantara.

Meski budaya gotong-royong sendiri sudah terasa berkurang di daerah perkotaan khususnya masyarakat di kota besar, namun budaya gotong royong masih terasa sangat kental di daerah pedesaan. Sementara di daerah perkotaan, masyarakat cenderung individualis karena kesibukannya masing-masing.

Berbeda dengan masyarakat perkotaan yang heterogen, masyarakat di daerah pedesaan sendiri memang cenderung homogen dan saling mengenal satu sama lain. Bahkan tak jarang ada satu kampung yang sebagian besar penghuninya masih berkerabat. Karenanya, budaya gotong-royong masih tetap bertahan hingga saat ini.

Seperti di Desa Muara Kecamatan Blanakan. Di desa yang berlokasi di daerah pesisir utara Subang tersebut, budaya atau tradisi gotong-royong masih sangat kental. Budaya gotong-royong ini biasa dilakukan oleh masyarakat di Dusun Sukaasih Desa Muara Blanakan, Subang, Jawa Barat.

Saat ada warga yang sedang membangun rumah, para tetangga pun dengan suka rela ikut membantu. Gotong-royong saat membangun rumah sendiri biasanya dilakukan saat proses pembangunan pondasi dan pemasangan genting.

Saat memasang pondasi, warga akan bergotong royong untuk mengangkut batu dan bata merah. Sementara saat proses pemasangan genting, puluhan warga juga akan bergotong-royong mengangkut genteng, sekaligus membantu tukang untuk memasangnya.

Proses pemasangan genteng pun terasa sangat mudah dan cepat karena melibatkan para tetangga, yang dilakukan dengan cara bergotong-royong. Kerja para tukang bangunan saat memasang genteng pun terasa lebih ringan karena dibantu warga.

Bagi masyarakat Subang, gotong-royong sendiri memang sudah menjadi tradisi. Terlebih, moto atau semboyan dari Kabupaten Subang sendiri adalah, Rakyat Subang Gotong-royong Subang Maju.
Selain budaya gotong-royong, kabupaten Subang juga dikenal dengan sebutan Kota Nanas dan juga wisata pemandian air panas Ciater. Sementara di daerah pesisir utara khususnya di wilayah kecamatan Blanakan, dikenal dengan keberadaan wana wisata atau penangkaran buaya muara. mch/baim
-->
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »