ADVERTISEMENT

Search This Blog

Powered by Blogger.

Dicat Warna-Warni Pelangi Milenial, Jembatan Gantung Desa Muara-Tanjungtiga Blanakan Kini Viral di Jejaring Sosial

On September 14, 2018 with No comments

Dicat dengan bermacam-macam warna, jembatan gantung Desa Muara dan Tanjungtiga di wilayah kecamatan Blanakan Subang kini memiliki penampilan yang berbeda. Jika sebelumnya jembatan ini menyiratkan aura mistis nan angker, kini jembatan gantung Desa Muara nampak cerah ceria.
Jembatan gantung desa muara tanjungtiga blanakan subang jembatan gantung kali ciasem
Jembatan Gantung Pelangi Desa Muara Blanakan Subang
DOTOGO.ID. Muara. Jembatan gantung Desa Muara, kembali menyita perhatian masyarakat di wilayah kecamatan Blanakan Subang khususnya warga di Desa Muara, Tanjungtiga, Langensari dan sekitarnya. Pasalnya, jembatan yang dibangun sejak tahun 1965 tersebut kini berwarna warni layaknya pelangi.

Saat melintas di jembatan yang sangat legendaris karena terkenal angker dan mistis ini, sebagain warga merasa sangat terkesan karena bagian sisi kiri dan kanan jembatan yang terbuat dari pagar bambu tersebut kini berwarna-warni.

Menurut sebagian warga yang melintas, pengecatan pembatas jembatan yang terbuat dari anyaman bambu ini bisa mengurangi kesan menyeramkan yang selama ini selalu dihubung-hubungkan dengan salah satu jembatan gantung paling bersejarah di wilayah Pantura Subang.

Selain menambah estetika jembatan gantung saat siang hari, pengecatan bagian samping jembatan ini juga bisa membantu para penyeberang khususnya pengendara sepeda motor di malam hari. Dengan warna-warni yang bervariasi, para pengendara bisa dengan jelas melihat sisi kanan dan kiri jembatan.

Menurut seorang pengendara yang mengaku berasal dari Dusun Sukaasih Desa Muara, variasi warna yang ada di bagian sisi jembatan sangat jelas terlihat dan membantu para pengendara. "Ini ide yang sangat bagus. Warnanya indah saat siang hari. Kalau malam juga sangat jelas dan kami merasa terbantu."

Pengecatan bagian samping jembatan dengan warna yang cukup bervariasi dari warna kuning, biru, merah, hijau, putih, jingga, hingga ungu ini juga mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Karenanya, jembatan gantung desa Muara pun menjadi viral di jejaring sosial.

Selain pengecatan, bagian dasar jembatan juga diberi lapisan aspal tipis agar tak terlalu licin saat hujan. Beberapa waktu sebelumnya, bagian dasar jembatan yang terbuat dari papan kayu yang sebagiannya sudah lapuk juga sudah diperbaiki dan diganti.

Jembatan gantung Desa Muara sendiri mulai dibangun pada pertengahan tahun 1960-an. Sebelumnya, ada sebuah jembatan yang terbuat dari kayu yang mrlintang yang dibuat oleh warga desa Muara, namun terseret arus saat kali Ciasem meluap. Pada sekitar tahun 1965, jembatan gantung desa Muara pun akhirnya resmi beroperasi.
Selain menjadi akses vital bagi warga Desa Muara dan Tanjungtiga, jembatan ini juga terkenal sangat angker saat malam hari. Cukup banyak warga yang mengaku pernah diganggu oleh penampakan maupun suara-suara mahluk halus di jembatan ini. baim/mch
-->
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »