ADVERTISEMENT

Search This Blog

Powered by Blogger.

Misteri Tanjakan Panganten di Garut Selatan yang Sering Menelan Korban, Jalur Ekstrim di Jawa Barat yang Angker dan Mistis?

On November 06, 2018 with No comments

Tanjakan Penganten adalah sebuah ruas jalan yang berada di atas tebing dengan tingkat kemiringan mencapai 45 derajat. Karena dianggap angker, sebagian orang meyakini setiap (calon) penganten yang melewati tanjakan ini harus turun dari mobil, lalu berjalan kaki untuk melewati Tanjakan Penganten tersebut.
Misteri asal susul tanjakan penganten garut yang rawan kecelakaan tanjakan angker di gaut selatan
Jalan lintas Bandung Pangalengan-Garut Selatan yang ekstrim dan rawan
DOTGO.ID. Misteri. Tanjakan Penganten berlokasi di Jalan Raya Pakenjeng-Pamulihan dan masuk ke dalam wilayah Kampung Cisandaan, Desa Halimun Pananjung, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, adalah sebuah ruas jalan dengan medan yang cukup sulit di kawasan Garut Selatan.

Tanjakan Penganten berupa ruas jalan sepanjang 700 meter tersebut berada di atas tebing yang curam dengan jurang yang menganga lebar di bagian sisinya. Selain kondisi jalan yang cukup ekstrim, tanjakan ini juga diyakini sangat angker dan mistis.

Terlebih, suasana di sekitar Tanjakan Penganten juga sangat sepi. Trek menanjak dan menurun dengan kontur jalan yang cukup berbahaya ini mengharuskan para pengendara untuk ekstra waspada. Memasuki malam hari, suasana gelap karena minimnya penerangan membuat jalur ini menjadi lebih rawan.

Jalur Garut Selatan dari arah Pangalengan Bandung menuju Rancabuaya memang dikenal sebagai salah satu jalur paling ekstrim di Jawa Barat. Selain suasana yang masih sangat sepi, jalur ini juga berada di kawasan pegunungan yang cukup curam.

Bagi para pengendara yang baru melintas di kawasan ini, kehati-hatian dan kewadpadaan mutlak diperlukan. Di ruas jalan yang didominasi tanjakan, turunan dan tikungan curam ini juga selalu berkabut saat memasuki malam hari. Pada saat tertentu, kabut juga sering turun di sore hari.

Tanjakan ekstrim ini sendiri disebut Tanjakan Penganten karena seringnya kecelakaan yang menimpa calon penganten khususnya mempelai pria. Sudah sangat sering rombongan penganten (mempelai pria) mengalami kecelakaan, beberapa diantaranya bahkan menjadi korban (meninggal dunia).

Menurut mitos yang berkembang, saat melintas di tanjakan ini calon penganten (baca pengantin) harus mengucap salam (minta izin lewat) lalu turun dari mobil.

Setelah itu, calon penganten harus berjalan kaki melewati Tanjakan Penganten. Penganten (calon mempelai) bisa kembali menaiki mobil dan melanjutkan perjalanan setelah melewati jalan yang dikenal angker dan mistis di Garut tersebut.

Dari legenda yang berkembang berdasar penuturan masyarakat sekitar, tanjakan ini konon menjadi sangat angker setelah ada seorang gadis desa yang gagal menikah dan mengakhiri hidupnya di sekitar tanjakan tersebut.

Asal usul atau sejarah legenda Tanjakan Penganten bermula dari seorang gadis desa yang berkeinginan menikah dengan seorang pria. Namun entah apa sebabnya, pernikahan tersebut gagal. Sang gadis yang merasa putus asa lalu mengakhiri hidupnya di sekitar tanjakan ini.

Sejak saat itu, konon tanjakan ini menjadi angker dan sering menyebabkan kecelakan yang kebanyakan korbannya adalah para penganten. Meski demikian, cukup sering juga kecelakaan biasa (bukan penganten), yang terjadi di sekitar tanjakan ini.

Kecelakaan bus rombongan penganten yang cukup menggemparkan terjadi pada tahun 2013 silam. Saat itu, bus rombongan penganten asal Banyumas Jawa Tengah, masuk jurang di sekitar Tanjakan Penganten.

Dalam peristiwa tersebut, sopir bus meninggal dunia. Sementara calon mempelai pria megalami luka serius di bagian kepala. Belasan penumpang yang ikut dalam rombongan juga mengalami luka-luka.

Setahun kemudian, kecelakaan maut kembali terjadi di Tanjakan Panganten dan menimpa mobil truk pengangkut bahan bangunan. Truk yang masuk ke jurang sungai Halimun ini menewaskan kernet bernama Ending, sementara sopir truk mengalami luka berat.

Tak hanya calon pengenten, konon pasangan penganten yang baru menikah juga harus tetap waspada saat melintas di Tanjakan Penganten tersebut. Selain konon angker menurut warga sekitar, jalan yang ada juga sangat rawan karena dihimpit tebing tinggi dan jurang.

Tanjakan Penganten sendiri dihimpit tebing setinggi ratusan meter di satu sisi, sementara di sisi lainnya ada jurang yang menganga lebar, yang di dasarnya terdapat sungai Halimun yang cukup legendaris. 

Terlepas dari berbagai mitos yang ada, faktor kehati-hatian tetap diyakini sebagai menyebab dominan terjadinya kecelakaan. Pihak Kepolisian sendiri menghimbau agar para pengendara harus selalu waspada.

Saat melintas di Tanjakan Penganten yang rawan, pengendara sebaiknya menggunakan gigi rendah agar kendaraan mampu menanjak, atau tidak nyelonong masuk jurang saat jalan menurun dan menikung.
Tanpa mengesampingkan mitos yang ada, jalur Tanjakan Penganten memang sangat rawan dan membahayakan. Karena kontur jalan dengan tanjakan, turunan dan tikungan yang curam inilah Tanjakan Penganten diyakini sering menelan korban. mch/baim
-->
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »