Gatotkaca Dadi Raja Lakon Wayang Jawa Brajamusti Gugat Bagian Pertama

Gatotkaca Dadi Raja adalah salah satu lakon wayang kulit versi wayang Jawa yang cukup populer. Gatotkaca yang menjadi raja di negeri Pringgadani atau Plawangan ini mendapat tantangan dari Brajamusti, yang dalam wayang versi Jawa adalah adik dari Dewi Arimbi, ibunda Gatotkaca.
Wayang Kulit Lakon Gatotkaca Menjadi Raja Digugat Brajamusti
Gatotkaca Jadi Raja Wayang Kulit Cakra Baskara Ki Dalang Sutriya
DOTGO.IDWayang Kulit adalah seni tradisi masyarakat Jawa yang diadopsi dari kisah epik negeri Gangga India, yakni kitab Mahabharata. Meski secara garis besar sama, namun banyak lakon versi wayang Jawa ini adalah gubahan, salah satunya Gatotkaca Dadi (jadi) Raja.

Gatotkaca Dadi Raja adalah sebuah kisah yang cukup terkenal dan kerap dipentaskan oleh banyak dalang wayang Jawa, baik di Jawa Timur, Jawa Tengah, atau pun di sebagian wilayah Jawa Barat (Pantura)

Dikisahkan, Gatotkaca yang mulai beranjak dewasa ini diangkat menjadi raja di Pringgondani, setelah sebelumnya ditempa di Kawah Candra Dimuka, di Kahyangan Sura Laya.

Sebelumnya, Gatotkaca atau Tetuka yang dalam versi wayang Jawa juga dikenal sebagai Gagak Sengara ini mendapat tugas untuk mengalahkan Naga Percona, seorang maha raja raksasa yang ingin menguasai Kadewatan.

Untuk mengalahkan Naga Percona, Gatotkaca lalu digodok di Kawah Candradimuka, bersama dengan bermacam senjata sakti milik para Dewa. Karenanya, Gatotkaca menjelma menjadi ksatria gagah perkasa pilih tanding.

Setelah mengalahkan Naga Percona dan kembali ke Negeri Plawangan atau Pringgadani, Raden Tetuka atau Gatotkaca lantas diangkat menjadi raja muda menggantikan Dewi Arimbi, ibunya.

Sayangnya, upaya Ratu Arimbi dan adiknya Praba Kesa untuk bisa mendaulat Gatotkaca menjadi raja ini mendapat tantangan dari Brajamusti, yang dalam versi wayang Jawa juga disebut sebut sebagai adik dari Arimbi.

Suatu hari, Brajamusti menghadap Resi Karpa (ayah Arimbi), dan mengutarakan niat untuk bisa menjadi raja di Pringgadani. Dengan tegas, Resi Karpa melarang, namun Brajamusti tetap kukuh dan bersikeras.

Menurut Resi Karpa, Brajamusti bisa menjadi raja di negara mana saja, asal tidak di negeri Pringgadani, Hastina, dan Amarta.

Dalam versi Mahabharata sendiri tidak disebut adanya tokoh Resi Karpa atau Prabu Tremboko (ayah Arimbi). Versi asli Mahabharata hanya menyebut Arimba dan Arimbi adalah dua kakak beradik penguasa sebuah hutan.

Brajamusti yang tetap bersikeras lantas pergi menuju kraton Pringgandani di negeri Plawangan, untuk menemui Dewi Ratu Arimbi, dan menuntut haknya agar bisa menjadi raja di negeri tersebut.

Menurut pitutur Ki Dalang Sutriya Cakra Baskara, Brajamusti adalah tokoh wayang Jawa yang tak ada dalam versi asli Mahabharata. Brajamusti adalah jelmaan dari (khodam) keris pusaka Prabu Arimba yang berubah wujud menjadi manusia setengah jin.

Sejarah Wayang Baramusti sendiri bermula saat Bedah Benteng Mataram. Alkisah, Keris Brajamusti milik Prabu Arimba (dalam versi wayang Jawa) ini beradu sakti dengan Tombak Pusaka Kyai Plered.

Setelah terkena tuah Tombak Kyai Plered, keris pusaka milik Prabu Arimba yang sakti ini lantas berubah wujud menjadi sosok Brajamusti, seperti yang kita kenal dalam dunia Wayang Jawa saat ini.

Dalam Babad Tanah Jawa, Tombak Kyai Plered adalah pusaka sakti milik Sultan Hadiwijaya dari Pajang. Tombak Kyai Plered lantas dipinjamkan pada Sutawijaya saat akan bertempur dengan Haryo Penangsang di tepian Bengawan Solo.

Setelah berhasil mengalahkan Haryo Penangsang dari Jipang, Danang Sutawijaya lalu diberi hadian Tanah Alas Mentaok yang kelak di kemudian hari menjadi Negeri Mataram Islam.

Danang Sutawijaya lalu berganti gelar menjadi Panembahan Senopati, sedang Tombak Kyai Plered menjadi pusaka kebesaran Kraton Mataram. Konon, tuah sakti Pusaka Kyai Plered setara dengan Tombak Baru Klinting milik Ki Ageng Mangir Wanabaya.
Kisah Brajamusti sangat mungkin adalah sebagai salah satu upaya untuk bisa memasukan unsur sejarah dan budaya Jawa ke dalam kisah wayang yang bersumber dari Kitab Mahabharata, yang konon ditulis oleh salah satu awatara (titisan) Dewa Wisnu.
Brajamusti Gugat Gatotkaca Jadi Raja Pringgondani
Dikisahkan, setibanya di Pringgadani atau Negara Plawangan Brajamusti lantas meminta Dewi Arimbi untuk segera menyerahkan takhta. Sayangnya, Dewi Arimbi baru saja mengangkat Gagak Sengara atau Gatotkaca menjadi raja. Lanjut bagian 2
Soeara Rakjat Pecinta Seni, Budaya, dan Wisata

0 Response to "Gatotkaca Dadi Raja Lakon Wayang Jawa Brajamusti Gugat Bagian Pertama"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel