dotgo.id

dotgo.id

ADVERTISEMENT

Search This Blog

Powered by Blogger.
Membayar Pajak Kendaraan Cara Menghitung Biaya Pajak Motor Mobil dan Pajak Progresif

On March 22, 2019 with No comments

Bayar pajak kendaraan bermotor adalah sebuah kewajiban bagi para pemilik kendaraan baik itu roda dua (motor), roda empat (mobil) atau jenis kendaraan lainnya. Membayar pajak kendaraan mobil dan motor bisa dilakukan di Samsat (Sistem Manunggal Satu Atap) baik itu di kantor, outlet, atau (mobil) Samsat Keliling, yang pada tahun 2019 ini sebarannya makin luas.
Cara hitung pajak mobil dan motor dan biaya pajak progresif kendaraan
Menghitung biaya pajak mobil motor dan pajak progresif
DOTGO.ID. Samsat. Pajak kendaraan motor dan mobil atau jenis kendaraan lainnya adalah kewajiban para pemilik kendaraan yang harus dibayarkan setiap satu tahun sekali. Jumlah atau besaran pajak kendaraan cukup bervariasi, bergantung pada jenis dan usia (tahun) kendaraan.

Untuk kendaraan baik mobil atau motor yang usianya lebih muda (masih baru), biaya bayar pajak relatif lebih tinggi. Sementara untuk kendaraan yang usianya lebih tua, biaya pajak akan lebih murah. Biaya pajak kendaraan akan semakin turun setiap tahun.

Menurut seorang petugas di Kantor Samsat, besaran pajak kendaraan baru (balik nama kendaraan berikut penerbitan STNK dan TNKB) tentunya berbeda dengan biaya pajak perpanjang STNK.

"Kalau unit kendaraan baru ada Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN KB), yang jumlahnya sekitar 10% dari harga mobil atau motor baru. Kalau perpanjang, hanya perlu membayar pajak kendaraan, dan biaya sumbangan wajib dana kecelakaan."

Menurut situs resmi Kepolisian Republik Indonesia bidang lalu lintas, para wajib pajak bisa menghitung sendiri jumlah atau besaran pajak sebelum membayar pajak kendaraan. Cara hitung pajak mobil dan motor adalah sebagai berikut:
  • Biaya untuk Bea Balik Nama kendaraan bermotor (BBN KB), yang besarannya adalah 10 persen dari harga mobil atau motor baru. Sementara (BBN KB) mobil dan motor bekas, jumlahnya 2/3 dari Pajak Kendaraan Bermotor atau PKB.
  • Biaya PKB atau Pajak kendaraan bermotor, yang besarannya adalah 1,5 persen dari harga jual motor dan mobil. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) ini bersifat menurun, seiring dengan nilai jual motor dan mobil yang juga akan turun setiap tahun.
  • Biaya Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan atau SWDKLLJ, yang besarannya sekitar Rp 35 ribu untuk motor, dan 143 ribu untuk mobil. SWDKLLJ tersebut dikelola oleh Jasa Raharja, sebagai penanggung asuransi kecelakaan.
  • Biaya penerbitan (administrasi) STNK baru yang jumlahnya adalah Rp 100 ribu untuk motor, dan Rp 200 ribu untuk mobil. Penerbitan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) ini berlaku setiap 5 tahun sekali, bersamaan dengan penggantian plat nomor atau TNKB.
  • Biaya TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor) atau yang lebih populer dengan sebutan plat nomor. Untuk biaya administrasi TNKB mobil jumlahnya sebesar Rp 100 ribu, untuk motor Rp 60 ribu. Seperti STNK, Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau plat nomor ini akan diganti setiap 5 tahun sekali.
  • Biaya denda PKB atau Pajak Kendaraan Bermotor, yang akan dikenakan jika pemilik kendaraan telat membayar atau melebihi waktu jatuh tempo. Waktu bayar pajak sendiri tertera dalam STNK. Rincian atau perhitungan denda bayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) adalah 25 persen per tahun.
Selain tersebut diatas, pemilik kendaraan juga akan dikenai biaya tambahan jika memang tercatat memiliki mobil atau motor lebih dari satu. Biaya tersebut dikenal sebagai biaya pajak progresif, yang akan berlaku jika satu nama (KTP) memiliki motor atau mobil lebih dari satu.

Besaran biaya pajak progresif dari kepemilikan kendaraan kesatu, kedua, ketiga, keempat dan seterusnya juga berbeda. Semakin banyak memiliki kendaraan, biaya pajak progresif semakin mahal. Biaya Pajak Progresif motor dan mobil:
  • Biaya Pajak Progresif Motor pertama 2%
  • Biaya Pajak Progresif Motor Kedua 2,5%
  • Biaya Pajak Progresif Motor Ketiga 3%
  • Biaya Pajak Progresif Motor Keempat 4%
  • Biaya Pajak Progresif Mobil Pertama 1,5%
  • Biaya Pajak Progresif Mobil Kedua 2%
  • Biaya Pajak Progresif Mobil Ketiga 2,5
  • Biaya Pajak Progresif Mobil Keempat 3%
Saat ini, para pemilik kendaraan sendiri sudah diberi kemudahan untuk bisa membayar pajak, yakni melalui kantor Samsat, Outlet Samsat (cabang), Mobil Samsat Keliling, hingga bayar pajak via Samsat Online.
Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Outlet Samsat/perpanjang STNK
Untuk lebih memudahkan, sebelum membayar pajak ke kantor, outlet atau Samsat Keliling sebaiknya pemilik kendaraan menyiapakan data yang dibutuhkan, yaitu KTP dan STNK, asli + fotocopi, sejumlah uang sesuai dengan perkiraan biaya pajak. mch/baim
Kurang Perhatian Pemerintah, Bahu Jalan Babakan - Sawahbaru Ciasem Hilir Subang Jadi Tempat Sampah

On March 21, 2019 with No comments

Bahu jalan antara Dusun Babakan - Sawahbaru Desa Ciasem Hilir dipenuhi sampah, yang menumpuk di sisi kiri dan kanan jalan. Tumpukan sampah nampak memenuhi hampir seluruh bahu jalan, hingga menimbulkan aroma tak sedap dan kesan kumuh juga kotor.
Warga ciasem buang sampah sembarangan di bahu jalan
Bahu jalan Babakan-Sawahbaru Ciasem jadi tempat buang sampah
DOTGO.ID. Ciasem. Para pengendara dan juga warga yang melintas di jalan antara dusun Babakan dan Sawahbaru Ciasem Hilir, saat ini mengeluhkan banyaknya sampah yang menumpuk di sisi kiri dan kanan jalan. 

Selain menimbulkan aroma tak sedap, tumpukan sampah ini juga tentu saja merusak pemandangan, karena terkesan kotor dan kumuh. Karena sudah cukup lama dibiarkan, tumpukan sampah di bahu jalan ini pun semakin banyak.

Tak hanya menimbulkan aroma tak sedap dan kesan kumuh, tumpukan sampah ini juga dikeluhkan oleh para petani pemilik lahan di sekitar jalan Babakan - Sawahbaru Ciasem Hilir.

Menurut beberapa pengendara yang melintas di lokasi, tumpukan sampah rumah tangga ini dibuang ke bahu jalan oleh warga sekitar. Karena bahu jalan tak kunjung diurug, warga pun memanfaatkan bahu jalan tersebut untuk tempat membuang sampah.

"Harusnya bahu jalan segera diurug, agar tak ada lagi warga yang membuang sampah di sini. Kami juga heran sampai saat ini bahu jalan  belum juga diurug," ujar Udin, seorang pengendara yang mengaku berasal dari Desa Muara Blanakan.

Lebih lanjut Udin mengatakan, bahu jalan yang belum juga diurug oleh pemerintah ini juga cukup membahayakan bagi para pengendara, khususnya pengendara roda empat atau mobil.

Selain masalah sampah, bahu jalan di Babakan - Sawahbaru Ciasem Hilir ini memang selalu dikeluhkan oleh para pengendara mobil. Karena jalan cor sendiri terbilang cukup sempit, tak lebih dari 4 meter, keberadaan bahu jalan pun sangat dibutuhkan.

Beberapa warga juga mengatakan sudah sangat sering ada mobil terperosok saat berpapasan. "Kalau jarang lewat sini memang akan sangat membahayakan. Jalannya pas-pasan, bahu jalannya juga cukup dalam, karena belum diurug."

Karena kondisi tersebut, warga pun berharap pemerintah bisa memberi perhatian lebih. Selain bahu jalan, warga juga mendesak pemerintah untuk bisa menyediakan tempat pembuangan sampah bagi warga sekitar.
Tumpukan sampah di bahu jalan Babakan-Sawahbaru Ciasem Hilir
Hingga kini, sebagian besar bahu jalan di antara Dusun Babakan - Sawahbaru Desa Ciasem Hilir ini memang masih belum diurug. Selain banyaknya sampah, para pengendara roda empat (mobil) pun diharapkan untuk lebih berhati-hati. mch/baim
Spanduk Rakyat Dukung Prabowo-Sandi dari Bahan Karung Banyak Terpasang di Jalan Keboncau Ciasem Subang Jawa Barat

On March 21, 2019 with No comments

Alat Peraga Kampanye (APK) Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 2 Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno dalam dari bahan karung banyak terpasang di Dusun Keboncau Ciasem, di jalan akses utama Ciasem menuju wilayah kecamatan Blanakan. Puluhan APK Nomor 02 pun nampak banyak terpasang di pinggir jalan.
Spanduk dukungan Capres-Cawapres 02 dari bahan karung
DOTGO.ID. Ciasem. Pemilu Serentak yang akan digelar pada 17 April 2019 disambut sangat antusias oleh rakyat Indonesia di seluruh pelosok nusantara. Saat ini, hampir di seluruh tempat terpasang Alat Peraga Kampanye (APK) dalam bentuk baligo, banner, spanduk hingga poster.

Selain APK dari para calon wakil rakyat baik itu Calon Anggota DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPR RI hingga DPD, sangat marak pula APK dari Calon Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2019-2024.

Pemilu Serentak 2019 yang sekaligus menjadi ajang Pilpres (Pemilihan Presiden) ini memang membuat suasana jelang pesta demokrasi saat ini cenderung lebih semarak dari Pemilu sebelumnya.

Hampir di setiap sudut kota hingga ke desa-desa, sangat ramai terpasang baligo baik itu dari Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 01 yaitu Joko Widodo - Maruf Amin, maupun dari Nomor 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Selain APK yang dibuat oleh tim pemenangan masing-masing maupun  partai koalisi, tak sedikit pula warga yang berinisiatif untuk membuat APK dalam bentuk baligo, banner, spanduk dan poster dari biaya pribadi, sebagai bentuk dukungan pada calon pilihannya.

Seperti terlihat di Jalan Ciasem - Blanakan tepatnya di wilayah Dusun Keboncau Desa Ciasem Baru. Di kawasan ini cukup banyak terpasang APK dari para caleg maupun pasangan Capres - Cawapres RI 2019.

Dari sekian banyak APK yang terpasang, ada beberapa diantaranya yang terbilang cukup unik karena terbuat dari bahan karung. Bahan karung tersebut lalu dicat dengan tulisan Prabowo - Sandi Nomor 02.

Tentu saja baligo bahan karung dengan tulisan Prabowo - Sandi Nomor 02 ini cukup menyita perhatian warga terutama para pengendara yang melintas di jalan Ciasem - Blanakan tersebut. Terlebih, jumlah apk bahan karung ini jumlahnya cukup banyak.

Menurut seorang warga yang ditemui di lokasi, baligo Prabowo - Sandi dari bahan karung ini sebagai bentuk dukungan dari para militan Capres - Cawapres yang didukung oleh Partai Gerindra, PAN, PKS Demokrat dan Berkarya tersebut.
Spanduk dukungan Pilpres 2019 dari bahan karung
"Keterbatasan logisik tak menyurutkan mereka untuk memberi dukungan. Dengan hanya bahan karung yang ditulis dengan cat, itu sudah cukup untuk membuktikan militansi mereka. Ini sangat unik," ujar seorang warga yang melintas di lokasi. mch/baim
Bendungan Salamdarma Cipunagara Wisata Sejarah Bendungan Tua di Indramayu-Subang, Dibangun Sejak 1923

On March 20, 2019 with No comments

Bendungan Salamdarma adalah salah satu bendungan bersejarah yang merupakan peninggalan dari era kolonial Belanda. Bendungan Salamdarma yang berlokasi di Desa Bugis Tua Kecamatan Anjatan ini mulai dibangun pada awal tahun 1923. Bendungan salamdarma membendung kali Cipunagara untuk kepentingan irigasi pertanian.
Wisata sejarah bendungan salamdarma dibangun belanda sejak tahun1923
Salamdarma bendungan bersejarah yang dibangun sejak 1923
DOTGO.ID. Wisata Sejarah. Salamdarma adalah bendungan atau salah satu waduk yang memiliki peran cukup vital di wilayah kabupaten Indramayu dan Subang. Bendungan bersejarah ini memiliki peran penting khususnya bagi para petani di wilayah tersebut.

Bendungan Salam Darma yang mulai dibangun sejak tahun 1923 ini membendung aliran Sungai Cipunagara, kemudian dibagi untuk kepentingan irigasi bagi areal pertanian di sekitar perbatasan wilayah Subang dan Indramayu tersebut.

Salamdarma yang berada di bawah otoritas Perum Jasa Tirta II Divisi III ini menjadi salah satu bendungan terpenting karena menjadi sumber air utama bagi saluran Salamdarma yang mengalir hingga daerah Wanguk dan Lonyod.

Sebagian air yang bersumber dari Kali Cipunagara ini juga dialirkan ke Kali Sewo, yang juga menjadi salah satu sumber air (irigasi) vital bagi mayoritas lahan pertanian di kawasan tersebut.

Selain sebagai irigasi untuk pesawahan, Bendung Salam Darma juga berperan bagi kesuburan areal perkebunan, terutama kebun sayuran dan palawija yang memang banyak budidayakan oleh para petani di kawasan ini.

Meski pengelolaan bendungam sendiri masuk ke dalam wilayah kecataman Anjatan Indramayu, namun sebagian areal Bendungan Salamdarma ini juga masuk ke wilayah Subang, tepatnya di wilayah kecamatan Compreng.

Bendungan Salamdarma:
  • Dibangun: Tahun 1923
  • Luas Total 36.099 HA
  • Kabupaten Subang: 11.664 HA
  • Kabupaten Indramayu:24.435 HA
  • Jenis Bangunan: Bendung Tetap
  • Lebar Mercu: 20 Meter
  • Elevasi Mercu: +18.10
  • Elevasi MA. Normal:  +18.10
  • Elevasi MA. Banjir: +22.20
  • Elevasi Dek Zerk: +25.00
  • Debit Maksimal: +573.29 M3/Detik
  • Sumber Air: Kali Cipunagara
  • Lokasi: Desa Bugis Tua, Anjatan, Indramayu
Selain sebagai bendungan untuk kepentingan irigasi, Bendung Salamdarma juga difungsikan sebagai jembatan penyeberangan bagi warga di kedua wilayah perbatasan tersebut. Jembatan bendungan Salamdarma merupakan akses vital bagi warga sekitanya.

Meski demikian, jembatan Bendung Salamdarma hanya bisa dilalui oleh satu kendaraan roda empat dan harus bergantian karena tak bisa berpapasan. Terlebih, kondisi jembatan yang lumayan sempit ini juga terbilang cukup rentan.

Selain kendaraan roda dua atau motor, kendaraan roda empat yang boleh melintas di jembatan Salamdarma ini hanyalah kendaraan dengan tonase ringan. Untuk mobil dengan muatan atau tonase berat, dilarang melintas di atas jembatan.

Selain oleh aktivitas warga yang menyeberang, di sekitar Bendung Salamdarma juga selalu ramai oleh para pengunjung yang memang sengaja datang ke Salamdarma, untuk melihat langsung bendungan bersejarah tersebut.

Terlebih, suasana di sekitar Bendung Salam Darma juga cukup asri dan rindang, karena banyaknya pepohonan yang tumbuh di sekitar bendungan. Selain bersantai, cukup banyak pula warga yang sengaja  datang untuk memancing ikan.

Suasana di sekitar Bendung Salamdarma sendiri akan terasa lebih ramai saat memasuki akhir pekan terutama hari Minggu dan hari libur. Terlebih, sejak awal Maret 2019 ini disediakan arena permainan dan hiburan untuk anak di sekitar wisata Salamdarma.
Bendungan Salamdarma Cipunagara perbatasan Indramayu-Subang
Sebagai salah satu bendungan yang memiliki nilai historis tinggi, Salamdarma tentunya cukup menarik untuk dikunjungi. Bendung Salamdarma adalah salah satu peninggalan bersejarah dari era kolonial di Jawa Barat. mch/baim
Tempat Wisata Keluarga Bendungan Salamdarma Subang-Indramayu, Ada Wahana Permainan dan Hiburan Anak

On March 19, 2019 with No comments

Bendungan Salamdarma di wilayah perbatasan kabupaten Subang dan Indramayu Jawa Barat, belakangan semakin ramai dikunjungi oleh warga sekitar. Salamdarma menjadi makin ramai sejak di sekitar bendungan ini disediakan arena permainan dan hiburan, khususnya untuk anak-anak.
Tempat wisata bendungan salamdarma yang bersejarah, bendungan kali cipunagara
Bendungan Salamdarma Cipunagara tempat wisata favorit keluarga
DOTGO.ID. Wisata. Salamdarma adalah sebuah bendungan yang berlokasi di Mangunjaya Desa Salamdarma, Kecamatan Anjatan, Indramayu. Sebagian area bendungan ini juga masuk ke wilayah Subang, tepatnya di wilayah kecamatan Compreng.

Selain sebagai bendungan yang membagi aliran sungai Cipunagara untuk kepentingan irigasi pertanian bagi daerah di sekitarnya, Bendungan Salamdarma juga difungsikan sebagai jembatan penyebrangan di wilayah perbatasan Subang - Indramayu tersebut.

Sebagai salah satu bendungan bersejarah, Bendungan Salamdarma tentunya memiliki daya tarik tersendiri bagi banyak kalangan. Karenanya, cukup banyak yang merasa penasaran untuk melihat langsung bendungan yang dibangun sejak tahun 1923 tersebut.

Saat akhir pekan khususnya di hari Minggu, suasana di sekitar Bendungan Salamdarma pun nampak akan semakin ramai. Selain banyaknya pengunjung yang duduk bersantai sambil menikmati suasana, cukup banyak pula para pengunjung yang sengaja datang untuk memancing ikan.

Memasuki awal Maret 2019, suasana di sekitar Bendungan Salamdarma saat ini nampak lebih ramai dari biasanya. Tak hanya kaum dewasa, keramaian di sekitar Salamdarma juga diwarnai oleh banyaknya anak-anak dan balita.

Saat ini, ada cukup banyak wahana permainan dan hiburan anak yang sengaja digelar di sekitar Bendung Salamdarma. Tak hanya tempat bermain anak, nampak pula para pedagang yang menggelar aneka macam dagangan di sekitar bendungan tersebut.

Saat ini, di sekitar Salamdarma tersedia bermacam permainan anak mulai dari mandi bola, rumah mainan, odong - odong atau sisingaan hingga mobil hias. Selain itu cukup banyak pula pedagang mainan anak di sekitar bendungan ini.

Menurut Yogie, seorang petugas keamanan di Bendungan Salamdarma, keramaian ini hanya berlangsung pada hari Minggu saja. Saat hari biasa, suasana di sekitar bendung Salamdarma relatif lebih sepi.

Lebih lanjut, Yogie menyebutkan Salamdarma memang sudah dikenal sebagai salah satu ikon wisata di wilayah Subang dan Indramayu. Salamdarma juga selalu menarik perhatian karena memiliki nilai sejarah yang tinggi.

"Sudah ada hampir sebulan suasana di sekitar bendungan Salamdarma jadi lebih ramai. Banyak warga sekitar yang datang membawa keluarga untuk liburan di hari Minggu," ujar Yogi, saat ditemui di pos jaga Salamdarma, Minggu, 17 Maret 2019.

Lebih lanjut, Yogie menyebutkan Salamdarma memang sudah dikenal sebagai salah satu ikon wisata di wilayah Subang dan Indramayu. Salamdarma juga selalu menarik perhatian karena memiliki nilai sejarah yang tinggi..
Wahana permainan dan hiburan anak di Bendungan Salamdarma
Tak hanya sebagai tempat bertamasya, Bendungan Salamdarama yang sarat sejarah ini memang sangat layak dijadikan sebagai tempat wisata sejarah, untuk memberi edukasi terutama pada anak dan pelajar. mch/baim