ADVERTISEMENT

Search This Blog

Powered by Blogger.
Muara Kali Ciasem Tempat Mancing Favorit di Pantura Subang, Spot Mancing Sungai Ciasem

On September 16, 2019 with No comments

Muara Sungai Ciasem adalah salah satu tempat mancing yang cukup pavorit bagi sebagian besar para mancing mania di wilayah Subang dan sekitarnya. Di kawasan daerah hilir sungai Ciasem yang bermuara di Teluk Ciasem ini terdapat beragam jenis ikan yang bisa dipancing seperti kakap putih (pelak), kedukang, lundu atau sembilang, ikan belanak hingga beberapa jenis udang.
Mancing Ikan di Muara Ciasem Subang dengan botol aqua dan terigu
Spot Mancing di Muara Kali Ciasem Blanakan Subang
DOTGO.ID. Mancing. Kali Ciasem adalah sebuah sungai utama yang berada di wilayah Subang Jawa Barat. Sungai ini membentang sepanjang kurang lebih 60 kilo meter sejak Sagala Herang di kakai Gunung Tangkuban Parahu hingga ke Teluk Ciasem.

Daerah hilir Kali Ciasem sendiri berawal sejak Desa Ciasem Hilir di wilayah Kecamatan Ciasem, hingga bermuara di Teluk Ciasem di wilayah pesisir Laut Jawa, di wilayah Desa Muara dan Desa Tanjungtiga.

Selain sebagai jalur utama bagi lalu lintas perahu nelayan di wilayah Desa Muara dan Tanjungtiga Kecamatan Blanakan, daerah hilir atau muara sungai Ciasem ini juga banyak dimanfaatkan untuk lahan pertanian, tambak ikan dan udang, termasuk juga pengolahan batu bata merah.

Selain itu, kawasan muara kali Ciasem ini juga menjadi salah satu tempat yang dianggap cukup ideal untuk memancing. Karenanya, daerah muara kali Ciasem ini nampak selalu ramai dikunjungi oleh para pemancing.

Sungai Ciasem yang langsung mengalir ke laut Jawa ini sendiri memang menawarkan beragam jenis ikan yang biasa hidup di daerah pantai seperti ikan belanak, kakap putih (pelak), lundu, sembilang bahkan hingga udang.

Dengan kondisi tersebut, tidaklah heran jika daerah muara kali Ciasem di wilayah Desa Muara dan Desa Tanjungtiga Blanakan ini menjadi salah satu tempat yang paling ideal untuk pemancing.

Pada waktu tertentu, jumlah ikan yang ada di kawasan muara sungai Ciasem ini juga kadang jauh lebih banyak dari biasanya. Jumlah ikan di muara kali Ciasem Subang akan meningkat jika ada migrasi ikan yang bergerak secara berkelompok ke arah hulu.

Seperti yang terjadi pada puncak musim kemarau tahun ini, warga di Desa Muara dan Tanjungtiga dihebohkan oleh banyaknya ikan belanak di sepanjang daerah muara sungai Ciasem.

Ikan belanak yang bergerak secara berkelompok ke arah hulu dari kawasan pantai Teluk Ciasem ini tentunya memberi berkah bagi warga sekitar. Warga pun lantas ramai ramai memancing.

Tak hanya warga Muara dan Tanjungtiga, banyaknya ikan (belanak) di muara kali Ciasem ini juga cukup menarik minat para pemancing yang datang dari daerah sekitarnya. Suasana di muara kali Ciasem pun nampak cukup ramai.
Mancing Ikan Belanak Pakai Botol Aqua dan Terigu
Tak hanya ikan belanak, beberapa pemancing juga mengaku selalu mendapat banyak jenis ikan lain, termasuk udang galah (tokal) yang memang cukup banyak terdapat di sekitar Muara Kali Ciasem, Subang Jawa Barat. mch
Girbal Accoustic Nada dan Dakwah Gambus Marawis Subang Kolaborasi Lagu Religius Populer

On September 11, 2019 with No comments

Girbal Accoustic (akustik) adalah salah satu grup kolaborasi nada dan dakwah yang cukup populer di wilayah Subang Jawa Barat. Girbal akustik yang biasa membawakan lagu lagu religi dalam negeri atau pun lagu gambus marawis asal Timur Tengah ini menjadi salah satu grup yang paling digemari khususnya di seputar Subang dan sekitarnya.
Girbal Akustik Kolaborasi Dakwah dan Nada Gambus Marawis kontak alamat
Kolaborasi Nada dan Dakwah Girbal Accoustic Subang
DOTGO.ID. Islam. Marawis dan Gambus atau pun lagu lagu religius, saat ini makin digemari dan makin mendapat tempat di hati masyarakat. Lagu lagu religius Indonesia, termasuk juga lagu gambus marawis asal jazirah Arab ini makin populer di tanah air.

Selain sangat populer di berbagai jejaring sosial seperti YouTube, Facebook hingga Instagram, lagu lagu bernafas Islam tersebut juga kini tengah digandrungi oleh masyarakat luas.

Lagu lagu bercorak Islami baik itu lagu religius Indonesia atau pun lagu gambus marawis Arab ini nampak makin sering dipentaskan dalam berbagai acara resmi maupun tak resmi.

Selain dalam kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi, Isra Miraj dan beragam kegiatan Islam lain, musik religi termasuk gambus marawis juga saat ini sering berpentas dalam beragam resepsi baik itu resepsi pernikahan atau pun khitanan (sunat).

Musik religi gambus dan marawis ini juga makin populer setelah muncul sosok Nisa Sabyan yang begitu fenomenal khususnya di jejaring sosial seperti YouTube, Facebook hingga Instagram.

Di berbagai daerah di Indonesia yang mayoritas warganya memeluk agama Islam, saat ini begitu banyak grup musik yang muncul dan mampu membawakan bermacam jenis irama musik dari musik religi, gambus atau marawis.

Saat ini, musik religi gambus marawis mengalami perkembangan yang cukup pesat seiring dengan makin maraknya trend Hijrah di kalangan generasi muda (millenial) Indonesia.

Di wilayah Subang Jawa Barat, ada cukup banyak grup musik religi gambus marawis yang mengemas tema kolaborasi Nada dan Dakwah yang cukup apik, salah satunya adalah Girbal Accoustic dari Legon Kulon.

Girbal Accoustic mampu membawakan beragam jenis musik mulai dari musik religi bergenre pop dan rock, gambus marawis bahkan hingga musik dangdut. Karenanya, Girbal Akustik menjadi salah satu yang paling populer di Subang saat ini.
Sufna Yuna Vokal Intan Fitriani Girbal Accoustic
Girbal Accoustic sendiri beralamat di Jalan Raya Pamanukan - Pondok Bali tepatnya di Desa Bobos Kecamatan Legon Kulon Kabupaten Subang. Girbal akustik kolaborasi nada dan dakwah bisa dihubungi di nomor telepon 0852 2296 0717. mch
Gembyung Sejarah Seni Tradisi Buhun Subang dari Masa Awal Penyebaran Agama Islam

On September 07, 2019 with No comments

Gembyung Subang adalah salah satu seni tradisi yang cukup populer di wilayah Subang Jawa Barat. Berbeda dengan kesenian lain, seni Gembyung buhun yang menurut sejarahnya berkembang di kalangan santri pesantren (di masa awal syiar Islam) ini masih tetap bertahan dengan ciri dan keasliannya.
Gembyung Kesenian Khas Subang yang berasal dari masa penyebaran agama Islam di Subang
Gembyung Seni Tradisi Buhun Khas Subang Jawa Barat
DOTGO.ID. Subang. Gembyung adalah salah satu seni budaya yang sangat familiar bagi sebagian besar warga Subang. Tak hanya sebagai seni budaya, Gembyung juga bahkan dianggap cukup sakral karena berkaitan dengan sejarah leluhur di masa silam.

Sejarah Gembyung Subang sendiri diyakini berawal dari era penyebaran agama Islam di Jawa Barat khsusnya di Subang. Kala itu, para santri akan memainkan Seni Terbang yang lalu menjadi Seni Gembyung dengan dibimbing langsung oleh para kokolot (sesepuh) pesantren dan ajengan.

Gembyung yang sudah ada sejak zaman para wali (Sunan Gunung Jati Cirebon) ini masih tetap bertahan dan eksis, tentunya dengan beragam variasi yang selaras dengan seni dan budaya yang ada di Subang.

Konon, kata Gembyung sendiri berasal dari dua suku kata yakni Gem yang berarti agem-agem atau ageman. Secara bahasa, agem-agem atau ageman (pusaka) ini bermakna sebagai sebuah faham atau ajaran yang dianut (pedoman).

Sementara Byung sendiri berasal dari kata Sunda Kabiruyungan, yang berarti niat untuk mewujudkan atau melaksanakan. Jika digabung, kata Gembyung memiliki makna melaksanakan ajaran (dakwah atau syiar Islam).

Selain alat musik utama berupa genjring (rebana besar khas Timur Tengah) yang dipadu dengan alat tabuh (gamelan) khas Sunda seperti kendang, terompet, saron, dog-dog, hingga kecrek, Gembyung juga selalu melantunkan tembang atau kakawih yang sarat makna.

Syair dalam kawih seni Gembyung khas Subang ini sendiri memang sangat kental dengan unsur dakwah dan juga ajakan untuk tetap melestarikan (ngamumule) seni budaya leluhur.

Kakawihan dalam pentas seni budaya Gembyung Subang ini juga sarat makna sejarah buhun, sebagai bentuk penghormatan terhadap para leluhur Tatar Sunda. Karenanya, Gembyung juga diyakini sebagai salah satu seni tradisi buhun yang dianggap cukup sakral.

Ada cukup banyak kawih khas seni Gembyung buhun seperti lagu yaa bismillah, siuh, lagu engko, geboy, rincik manik dan raja sirah. Meski demikian, para nayaga dan juru kawih juga bisa membawakan lagu lain jika ada penonton yang meminta.

Waditra (alat musik Sunda) dalam seni Gembyung sendiri biasanya terdiri dari genjring gembrung, genjring kempreng, genjring kempring, kendang (pencak), dog-dog, terompet, saron hingga kecrek. Terdapat juga juru kawih (sinden) dan penari Gembyung.

Saat berpentas, rengrengan seni Gembyung ini akan selalu memakai pakaian tradisional adat Sunda berupa baju pangsi serba hitam dan iket untuk pria, sementara untuk wanita (juru kawih dan penari) akan memakai kain kebaya, sanggul, dan  juga kain selendang (untuk penari).

Sebagai salah satu seni budaya buhun Subang, para seniman Gembyung sendiri masih terus berusaha untuk tetap bisa melestarikan keaslian dari seni Gembyung, ditengah serbuan budaya populer yang modern.
Gembyung Lingkung Seni Galih Pusaka Putra Subang
Di wilayah Subang Jawa Barat, ada beberapa grup seni Gembyung diantaranya adalah Lingkung Seni Gembyung Galih Pusaka Putera dari Cicadas Dangdeur Subang, yang bisa dihubungi di nomor 0813 2191 9444. mch
Wayang Kulit Sejarah Media Dakwah Islam Sejak Zaman Walisanga Sunan Kalijaga

On September 04, 2019 with No comments

Wayang Kulit Cakra Baskara adalah salah satu grup atau paguyuban seni wayang purwa yang berasal dari Desa Tanjungtiga Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang Jawa Barat. Wayang Kulit Cakra Baskara dengan dalang Ki Enang Sutriya menjadi salah satu ikon budaya dari entitas pecinta seni wayang kulit di seputaran wilayah pesisir utara Subang.
Sejarah Wayang Kulit yang Berasal dari Wayang Beber Mahabharata dan ramayana
Sejarah Wayang Kulit Sarana Dakwah Islam di Pulau Jawa
DOTGO.ID. Sejarah. Wayang Kulit adalah salah satu seni tradisi paling populer di kalangan masyarakat Indonesia terutama di pulau Jawa dan beberapa wilayah lain di nusantara. Selain di Indonesia, wayang kulit ini juga cukup dikenal di negeri jiran Malaysia.

Wayang kulit sendiri adalah sebuah seni tradisi rakyat yang berkembang pesat pasca masuknya Islam di era Wali Sanga. Sebelumnya, penduduk Jawa lebih dulu mengenal Wayang Beber yang diyakini sudah sejak abad 12.

Wayang Beber adalah sebuah lukisan dalam kain atau pun kertas yang menceritakan kisah dalam wira carita Mahabharata atau pun Ramayana. Bentuk lukisan wayang beber konon sangat menyerupai bentuk manusia, sesuai dengan tokoh yang ada dunia pewayangan.

Saat pementasan, wayang beber ini akan dibeber (dibentang) di atas panggung, dan setiap lembar lukisan masing masing menjadi gambaran dari kisah yang bersumber dari epos Mahabharata atau pun Ramayana tersebut.

Menurut beberapa catatan, Wayang Beber hingga kini masih ada dan sesekali masih tetap dimainkan di beberapa tempat di Jawa seperti daerah Donorojo Pacitan, atau di Desa Bejirejo Karangmojo Gunungkidul, DIY.

Sejarah wayang kulit sendiri bermula saat Sunan Kalijaga berniat menggunakan seni tradisi wayang sebagai media dakwah. Sunan Kalijaga lantas mengadopsi seni Wayang Beber menjadi Wayang Kulit seperti yang lazim dilihat saat ini.

Sunan Kalijaga lantas mengubah bentuk tokoh wayang dari yang semula sangat mirip dengan manusia, menjadi bentuk yang menyerupai ornamen seperti yang terlihat saat ini.

Selain bentuk tokoh pewayangan, Sunan Kalijaga juga sedikit merubah alur cerita (cerita carangan) termasuk menambah beberapa tokoh wayang diantaranya Ki Semar dan para Punakawan seperti Petruk (Cungkring), Gareng, dan Bagong.

Tak hanya itu, para wali khususnya Sunan Kalijaga juga banyak menggubah tembang dan gamelan, agar seni Wayang Kulit ini bisa lebih mudah diterima oleh masyarakat Jawa. Cukup banyak pula syair yang berisi shalawatan dan puji pujian, yang bertujuan menjadikan wayang sebagai sarana syiar Islam.

Saat mementaskan wayang kulit, Sunan Kalijaga meminta syarat agar warga yang ingin menonton harus mengambil air wudhu dan mengucapkan dua Kalimat Syahadat. Sejak itu, wayang kulit versi Sunan Kalijaga pun mulai digemari dan ajaran Islam pun mulai berkembang sangat pesat.

Hingga kini, kesenian Wayang Kulit ini sendiri masih sangat digemari oleh sebagian besar masyarakat di pulau Jawa. Alur cerita dan gamelan pengiring wayang kulit pun makin beragam, sesuai dengan budaya yang berkembang di masing masing daerah.

Selain wayang kulit, terdapat juga Wayang Cepak atau Wayang Golek yang hingga kini masih sangat eksis di sebagian besar wilayah Jawa Barat, termasuk juga daerah Bekasi hingga DKI Jakarta (Wayang Betawi).

Di daerah pesisir utara Jawa Barat yang memiliki percampuran dua budaya yaitu Sunda dan Jawa, wayang kulit juga sangat digemari oleh masyarakat di wilayah pesisir Cirebon, Indramayu, Subang bahkan hingga sebagian Karawang.
Pentas Wayang Kulit Cakra Baskara Ki Dalang Enang Sutriya
Di daerah Pantura Subang, saat ini juga terdapat beberapa tokoh dalang yang cukup populer diantaranya Dalang Enang Sutriya dari paguyuban seni Wayang Purwa Cakra Baskara dari Desa Tanjungtiga Kecamatan Blanakan. mch
Cara Mudah Youtuber dan Blogger Menghasilkan Uang dengan Google Adsense

On August 31, 2019 with No comments

Youtuber atau Blogger (penulis artikel di blog) adalah salah satu aktivitas berdasar pada hobi namun bisa juga menghasilkan uang jika dilakukan dengan tekun, jujur dan tak melanggar aturan. Bahkan cukup banyak Blogger dan YouTuber (vlogger) di seluruh dunia yang sukses meraup penghasilan sangat besar setelah konten yang dibuatnya dimonetisasi dengan iklan Goggle Adsense.
Cara menghasilkan uang dengan menjadi Youtuber dan blogger Vlohger Google Adsense
Menjadi Blogger dan Youtuber Mitra Google Adsense
DOTGO.ID. Google Adsense adalah jaringan iklan terbesar di internet yang saat ini menjadi yang paling populer di dunia. Karena reputasinya, Google Adsense (GA) saat ini menjadi pilihan utama karena dianggap yang terbaik dan kredible.

Selain menjadi tempat untuk beriklan berbagai macam produk baik itu berupa barang maupun jasa, Google Adsense juga menawarkan kerja sama kepada para pemilik website hingga para kreator video YouTube.

Prinsipnya sangat sederhana, yaitu Google Ads menerima jasa pembuatan iklan dari pihak perusahaan (pembuat produk), lalu iklan tersebut akan ditayangkan di berbagai situs internet yang dianggap layak.

Setiap iklan yang tayang di situs maupun video YouTube akan dihitung yang besaran nilainya cukup bervariasi. Nilai iklan akan jadi lebih besar jika ada pngunjung (pembaca artikel situs atau penonton video YouTube) yang merasa tertarik lalu melakukan klik iklan, terlebih lagi melakukan transaksi.

Tayangan atau klik dan transaski iklan ini lalu dihitung dan pemilik website atau akun YouTube akan menerima bagi hasil dari Google Adsense.

Catatan, iklan yang tayang tidak boleh diklik sendiri (oleh pemilik website dan YouTube). Pemilik situs juga dilarang menyuruh orang lain untuk melakulan klik iklan. Google memiliki alogaritma yang sangat canggih untuk mendeteksi berbagai macam praktek yang tidak dibenarkan.

Untuk menjadi publisher (penayang iklan) Google Ads, pemilik situs atau pun akun YouTube tentunya harus bisa mengikuti aturan yang berlaku, agar tulisan maupun konten video yang dibuat memenuhi syarat dan ramah untuk semua jenis iklan.

Syarat utama Google Adsene untuk website adalah tulisan (artikel) karya sendiri yang orisinil (asli) dan memiliki nilai juga manfaat untuk orang lain (informatif). Diutamakan memiliki trafick organik (pengunjung) yang berasal dari mesin pencarian.

Selain itu, situs juga harus mudah dinavigasi pengunjung dengan tampilan (template) website yang tak terlalu rumit, hingga mudah diakses terutama oleh pengunjung yang datang dari mesin pencarian.

Tak ada aturan baku yang mengikat, namun kriteria seperti tersebut di atas adalah faktor utama untuk bisa menjadi penayang iklan Google Ads (menjadi publisher Google Adsense).

Jika dirasa sudah memiliki atau minimal mendekati kriteria tersebut di atas, pemilik situs atau website bisa mencoba mendaftar untuk menjadi penayang iklan.

Jika ditolak, pemilik situs bisa melakukan perbaikan dan terus membuat karya (tulisan) asli dan kembali mendaftar. Tak sedikit para Blogger yang pernah berkali kali ditolak namun akhirnya berhasil diterima Google Adsense.

Untuk YouTube, Google Ads juga menerapkan aturan serupa yakni video asli (karya sendiri) atau video tanpa hak cipta (yang diklaim oleh orang lain). Video asli yang memiliki nilai manfaat menjadi syarat utama agar channel YouTube bisa menayangkan iklan dan menghasilkan uang.

Memasuki awal 2018, syarat untuk menjadi partner atau mitra YouTube sendiri tergolong makin berat. Channel YouTube harus  memiliki minimal 1000 subscribe (pengikut), dan sudah memiliki 4000 jam tayang publik (ditonton orang lain) dalam jangka waktu 12 bulan (satu tahun) terakhir.

Channel YouTube maupun website yang menjadi mitra Google Ads juga harus tetap patuh, yakni dilarang membuat konten (tulisan dan video) yang melanggar aturan seperti ujaran kebencian, SARA, konten dewasa, kekerasan, obat terlarang, dan atau konten lain yang tak pantas.

Buatlah video atau tulisan asli agar channel YouTube dan website memiliki ciri khas, dan memiliki basis penggemar yang kuat. Jika memiliki nilai dan manfaat, apapun bentuk tulisan dan video yang dibuat tentunya akan tetap memiliki market (pasar) yang kuat.
Mengelola penghasilan Google Adsense di akun YouTube
Itulah cara dan tips mudah untuk bisa ikut dalam kemitraan Google Ads. Buatlah konten video YouTube dan tulisan (artikel) di website yang asli (orisinil), menarik, kaya manfaat dan bisa membantu orang lain dalam mencari informasi. mch