ADVERTISEMENT

Search This Blog

Powered by Blogger.
Graha Sembadha Vicaya Review Gedung Resepsi Pernikahan yang Elegan dan Mewah Dengan Harga Sewa yang Murah

On December 04, 2019 with No comments

Graha Sembadha Vicaya adalah salah satu gedung atau aula yang biasa digunakan untuk beragam kegiatan terutama resepsi pernikahan. Gedung Graha Sembada Vicaya adalah aset milik dari TNI AD yang lokasinya berdekatan dengan komplek PT Pindad, dan biasa digunakan oleh masyarakat luas, karena memang disewakan dengan harga yang cukup terjangkau.
Graha SSembadha Vicaya Bandung Gedung tempat Resepsi Penikahan yang terkesan mewah dengan harga sewa yang murah
Foto Pernikahan di Graha Sembadha Vicaya Kota Bandung
DOTGO.ID. Bandung. Gedung pesta pernikahan di kota Bandung, memang sangat dibutuhkan karena terbatasnya lahan di tengah padatnya pemukiman. Warga yang ingin menggelar resepsi terutama pesta pernikahan, biasanya akan menyewa gedung salah satunya Aula Graha Sembadha Vicaya.

Graha Sembadha Vicaya sendiri adalah sebuah aula atau gedung yang cukup besar yang sering digunakan untuk beragam kegiatan terutama saat menggelar resepsi pernikahan.

Gedung pernikahan Garaha Sembadha Viacaya berada di area lingkungan Bengkel Pusat Peralatan (tempur) atau Bengpuspal TNI AD yang bersebelahan dengan komplek PT Pindad Bandung.

Graha Sembadha Vicaya sendiri memiliki aula yang cukup luas dan memadai untuk menggelar sebuah resepsi terutama pernikahan. Selain gedung yang luas, bersih dan tertata cukup rapi, Graha Sembadha Vicaya juga memiliki area parkir yang cukup luas.

Nilai lebih dari Graha Sembadha Vicaya sendiri adalah suasana yang cukup nyaman dan sangat aman, karena memang berada di lingkungan milik TNI AD yang selalu dijaga sepanjang waktu.

Gedung Graha Sembada Vicaya biasa disewakan jelang akhir pekan antara hari Sabtu dan Minggu, saat aktivitas di lingkungan Bengpuspal TNI AD Bandung ini sedang libur.

Seperti terlihat pada hari Sabtu tanggal 23 November 2019, yang mana di Graha Sembadha Vicaya sedang digelar resepsi pernikahan antara Dendy Priyanto asal Blanakan Subang dengan Putri Indah Larasati warga Kiaracondong Bandung.

Menurut pengakuan keluarga dan para tamu undangan, mereka merasa sangat puas dan merasa nyaman menggelar resepsi di Graha Sembadha Vicaya.

"Gedung dan tempat parkir sangat memadai, yang pasti kami merasa sangat aman dan nyaman di sini," ujar H. Suwarno dari keluarga mempelai pria, saat ditemui di lokasi.

Dengan dukungan dekorasi, tata busana dan make-up dari Raden Annisa Bridal Bandung, temasuk juga arahan dari Dreams Wedding Organizer Bandung, resepsi pernikahan Dendy dan Puteri ini nampak sangat elegan.

Para tamu undangan juga mengaku sangat puas menikmati beragam hidangan dari Sedap Catering. Graha Sembadha Vicaya memang menjadi salah satu tempat yang cukup presentatif untuk menggelar resepsi pernikahan.

Selain nyaman dan aman, harga sewa gedung Graha Sembadha Vicaya juga tergolong cukup murah dan terjangkau, jika dibanding dengan beberapa gedung serupa yang berada di wilayah kota Bandung Jawa Barat.
Raden Annisa - Dreams Wedding Organizer di Graha Sembadha Vicaya
Graha Sembadha Vicaya beralamat di Jalan Gatot Subroto No. 372 Sukapura, Kecamatan Kiara Condong Kota Bandung, 40285. Gedung Graha Sembada Vicaya berada di area Bengkel Pusat Peralatan (Bengpuspal) TNI AD di lingkungan PT Pindad. baim
Buang Dongdang Sedekah Laut Kepala Kerbau yang Dianggap Sakral dan Membawa Berkah Untuk Nelayan?

On December 03, 2019 with No comments

Dongdang adalah posesi puncak dari perhelatan Ruat Laut yang biasa digelar oleh sebagian besar warga nelayan di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Dongdang sendiri adalah sebuah keramba terbuat dari bambu yang berisi kepala kerbau, termasuk bagian daging, jeroan hingga darah kerbau.
Sedekah Laut dan Dongdang Prosesi Puncak ruat Laut Masyarakat Nelayan di Pulau Jawa
Prosesi Buang Dongdang Ruat Laut Muara Ciasem Subang
DOTGO.ID. Blanakan. Dongdang dan sedekah laut adalah salah satu bagian paling penting dalam rangkaian kegiatan Ruat Laut, yang biasa digelar oleh komunitas warga nelayan terutama di sebagian besar perairan Pulau Jawa.

Secara periodik, komunitas masyarakat nelayan akan menggelar prosesi budaya Ruat Laut, sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang berlimpah berupa hasil tangkapan ikan.

Selain keramaian hiburan dan kesenian rakyat, puncak dari prosesi Ruat Laut sendiri adalah melarung (membuang) dongdang dan sedekah laut ke lepas pantai, dengan diiringi oleh ratusan perahu nelayan.

Dongdang sendiri adalah kepala kerbau yang dibungkus kain putih, lalu disimpan dalam keramba bambu. Selain bagian kepala, bagian daging tertentu, jeroan hingga darah kerbau juga turut disertakan.

Selain dongdang, terdapat juga (sesaji) Sedekah Laut berupa miniatur perahu berukuran kecil yang dihias sedemikian rupa. Sedekah laut ini lantas dibawa bersama dongdang untuk dibuang ke laut lepas.

Namun sebelum dibawa ke tengah laut, dongdang dan sedekah laut akan diarak menyusuri (muara) sungai, yang akan disambut dengan sangat antusias oleh ratusan perahu nelayan milik warga setempat.

Setelah dianggap cukup, perahu utama yang membawa dongdang dan sedekah laut ini akan putar baik di tempat yang telah ditentukan. Setelah putar baik dan menuju ke laut lepas, maka perjalanan perahu dongdang akan diikuti oleh puluhan hingga ratusan perahu nelayan.

Perahu dongdang dan (sesaji) sedekah laut ini akan dibawa ke tengah, dan dibuang atau ditenggelamkan di tempat yang telah ditentukan. Prosesi buang dongdang dan sedekah laut ini sendiri adalah prosesi budaya yang sudah berlangsung turun temurun.

Di perairan Muara Ciasem (Teluk Ciasem) Subang Jawa Barat, prosesi buang dongdang sendiri berlangsung sangat meriah. Ratusan perahu nelayan nampak sangat antusias mengikuti prosesi budaya tersebut.

Sebelum dongdang dibuang, sedekah laut berupa sesaji dalam miniatur perahu akan dibuang lebih dahulu. Setelah sedekah laut dibuang, perahu nelayan berlomba untuk mendekat, agar bisa menabrak atau menyentuh sedekah laut.

Menurut keyakinan sebagian besar nelayan, perahu yang bisa menabrak sedekah laut akan mendapat berkah, dan bisa selalu beruntung (mendapat banyak ikan) saat melaut.

Setelah itu, dongdang berupa kepala kerbau dalam keramba akan dibuang. Perahu nelayan pun akan kembali berlomba untuk bisa menyentuh (menabrak) keramba dongdang, sekaligus menciduk air laut yang berwarna merah karena bercampur darah kerbau.

Dalam tayangan sebuah video, nampak keramaian perahu nelayan saat prosesi buang dongdang dan sedekah laut, dalam puncak prosesi budaya Ruat Laut Muara Ciasem Blanakan Subang Jawa Barat.
Dongdang Sedekah Laut Prosesi Puncak Ruat laut Muara Ciasem 2019
Dalam menit ke 12.30 bahkan nampak seorang pengawal perahu dongdang terlihat seperti meracau tanpa sadar, yang oleh sebagian nelayan di Muara Ciasem dianggap sedang kesurupan atau kerasukan. mch
Stasiun Bandung Stasiun Kereta Api Terbesar di Jawa Barat Sejarah Stasiun Hall Bandung

On November 29, 2019 with No comments

Stasiun Bandung adalah salah satu stasiun kereta api paling legendaris di Indonesia. Stasiun Bandung yang juga populer dengan sebutan Stasiun Hall ini adalah stasiun kereta api besar tife A, yang mulai diresmikan sejak tahun 1884, di era kolonial Belanda. Stasiun Bandung terletak di daerah batas antara Kelurahan Kebon Jeruk Andir dan Pasir Kaliki, Cicendo, Kota Bandung Jawa Barat.
Stasiun Bandung sejarah dan jadwal keberangkatan kereta api dari stasiun bandung jawa barat
Stasiun Bandung Stasiun Kereta Api Terbesar Jawa Barat
DOTGO.ID. Bandung. Stasiun kereta api kota Bandung terletak di kawasan pusat kota yang cukup strategis, yaitu di Jalan Stasiun Nomor 1 Kebon Jati (berdekatan dengan kawasan Pasar Baru Trade Center) atau disebut juga pintu selatan.

Sementara pintu utara Stasiun Bandung berada di Jalan Kebon Kawung Nomor 43, yang bisa diakses dengan mudah dari sekitar Rumah Sakit Mata Cicendo.

Stasiun Bandung sendiri adalah stasiun kereta api terbesar di Jawa Barat, yang berada di bawah tata kelola PT Kereta Api Indonesia  Daerah Operasi (Daops) II Bandung, Jawa Barat.

Karena lokasinya yang berada di pusat keramaian kota, Stasiun Bandung sendiri sangat ramai oleh keberadaan angkutan umum terutama jenis angkutan kota (angkot), yang hilir mudik sepanjang waktu.

Karenanya, Stasiun Bandung juga kadang disebut terminal atau stasiun angkot. Terlebih, Stasiun Bandung berdekatan dengan Pasar Baru, yang merupakan salah satu kawasan pusat wisata belanja terbesar di Kota Bandung.

Selain sebagai stasiun kereta api terbesar di wilayah Jawa Barat, Stasiun Bandung juga merupakan pilot project atau stasiun percontohan, yang oleh PT (KAI) Kereta Api Indonesia dijadikan sebagai standar mutu dan pelayanan kereta api publik.

Dari segi kualitas dan pelayanan, Stasiun Bandung sendiri adalah salah satu stasiun yang menerapkan sistem check in dan boarding pass layaknya bandara, sejak tahun 2016 lalu. Sejak Oktober 2018, Stasiun Bandung juga bahkan sudah menerapkan sistem X-Ray atau sinar laser untuk memindai barang atau bagasi penumpang.

Jauh sebelumnya, Stasiun Bandung atau Stasiun Hall ini juga menjadi salah satu stasiun kerera api pertama yang menerapkan sistem sinyal atau gelombang elektrik sejak awal tahun 1970-an.

Sejarah Stasiun Bandung yang dahulu populer dengan sebutan Stasiun Hall sendiri bermula pada sekitar tahun 1870. Menurut berbagai sumber sejarah, Stasiun Bandung mulai dibangun karena kebutuhan transportasi terkait mulai dibukanya lahan perkebunan yang cukup masif di seputaran wilayah Bandung.

Stasiun Bandung sendiri mulai dibangun bersamaan dengan jalur kereta api Batavia (Jakarta) - Bandung, melalui jalur Buitenzorg (Bogor) dan Cianjur, dan mulai beroperasi secara resmi pada tanggal 17 Mei 1884, di masa pemerintahan Bupati Koesoema Dilaga.

Dengan keberadaan jalur kereta api Batavia (Jakarta) - Bandung tersebut, maka para tuan tanah dan pengusaha perkebunan bisa lebih cepat mengirim hasil perkebunan ke Jakarta (Batavia).

Setelah Stasiun Bandung dan jalur kereta api Jakarta - Bandung beroperasi, beberapa tahun kemudian dibangun jalur kereta api Bandung - Surabaya, yang mulai resmi beroperasi pada sekitar tahun 1894. Dengan kondisi tersebut, tentunya bisa makin mempermudah akses logistik hasil perkebunan terutama gula (tebu) di wilayah pulau Jawa.

Tak hanya stasiun dan jalur kereta api, cukup banyak pula gudang untuk menyimpan hasil perkebunan sebelum diangkut dan dikirim dengan gerbong kereta api. Gudang tersebut diantaranya berada di Andir, Pasirkaliki, Kosambi, Cibangkong, Ciroyom, Cikudapateuh, bahkan hingga Braga.

Saat ini, Stasiun Bandung sendiri menjadi stasiun kereta api yang cukup penting karena melayani para penumpang dengan trayek atau rute (tujuan) ke berbagai kota besar di Pulau Jawa.

Kereta Api Stasiun Bandung
  • Argo Parahyangan (Bandung - Jakarta PP)
  • KA Lodaya (Bandung - Solo Balapan PP)
  • Ciremai (Bandung - Semarang Tawang via Cikampek)
  • Argo Wilis (Gambir - Bandung - Tasik -Cilacap - Surabaya Gubeng)
  • Malabar (Bandung - Malang Kota Baru via Kediri)
  • Pangandaran (Jakarta - Bandung - Banjar Ciamis)
  • Mutiara Selatan (Bandung - Surabaya - Malang)
  • Harina (Bandung - Surabaya Turi via Cikampek)
  • Turangga (Bandung - Surabaya - Malang PP)
  • Cibatu atau Simandra dan Bandung Raya (kereta api lokal)
Stasiun Bandung Sejarah Kereta Api Stasiun Hall Yang Legendaris
Untuk bisa menuju ke Stasiun Bandung, para penumpang maupun para pengantar dan penjemput bisa melalui pintu selatan di Jalan Kebon Jati di sekitar kawasan Pasar Baru atau pintu utara di Jalan Kebon Kawung, tak jauh dari RS Cicendo. mch
Rumah Mode Bandung Wisata Belanja The Art of Traditional Factory Outlet

On November 26, 2019 with No comments

Ruma Mode Bandung adalah salah satu pusat wisata belanja yang cukup populer yang berada di Jalan Dr. Setiabudhi Kota Bandung Jawa Barat. Rumah Mode menjadi salah satu factory outlet di kota Bandung yang menawarkan beragam koleksi pakaian dari brand ternama, dengan jargon The Art of Traditional Factory Outlet.
Wisata Belanja Bandung Rumah Mode Factory Outlet Belanja Pakaian Bermerk Kualitas Internasional Ekspor
Rumah Mode Bandung Wisata Belanja Populer Lengkap
DOTGO.ID. Bandung. Rumah Mode adalah salah satu tujuan wisata belanja yang cukup ternama di kota Bandung yang berada di lokasi yang cukup strategis, yakni di Jalan Setiabudi Kota Bandung. Sebagai factory outlet, Rumah Mode menawarkan suasana belanja yang nyaman dan tenang.

Tak hanya warga Bandung, Rumah Mode sendiri menjadi salah satu factory outlet yang paling banyak dikunjungi oleh para wisatawan dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, Karawang dan warga dari seputaran wilayah Jawa barat lainnya.

Tak hanya para pecinta wisata belanja dari seputaran Jawa Barat, Rumah Mode Bandung juga menjadi magnet wisata belanja bagi para wisatawan dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan bahkan warga dari luar Jawa termasuk turis manca negara yang kebetulan sedang berwisata di seputaran Bandung.

Tak hanya menjual beragam koleksi pakaian dari brand ternama baik untuk pria wanita hingga anak anak, Rumah Mode juga menyediakan banyak fasilitas penunjang bagi para wisatawan yang berkunjung ke Rumah Mode.

Sebagai salah satu One Stop Shooping terbesar di kota Bandung, Rumah Mode sendiri berusaha memanjakan para pengunjung dengan banyaknya sarana penunjang wisata belanja seperti cafe, coofee shop, restauran, taman bermain, tempat ibadah, toilet bersih, stand bakery, hingga tempat bersantai lengkap dengan taman air mancur mini.

Para wisatawan yang berkunjung ke Rumah Mode juga tak perlu khawatir kehabisan uang tunai, karena di Rumah Mode Bandung tersedia ATM Center khususnya ATM BCA dan ATM BNI, termasuk ATM bersama.

Selain itu, area parkir Rumah Mode juga terbilang cukup luas dan nyaman karena berada di ruang terbuka yang banyak di tumbuhi pepohonan besar yang cukup rindang dan sejuk.

Bereda dengan pusat belanja modern pada umumnya, Factory Outlet Bandung Rumah Mode sendiri didominasi oleh deretan bangunan berasitektur kuno (tradisional) yang tentunya akan memberi kesan tersendiri bagi para pengunjung.

Meski harga barang yang dijual di Rumah Mode sendiri sedikit lebih mahal karena memang memiliki kualitas di atas rata-rata, namun para pengunjung wisata belanja Rumah Mode kota Bandung ini selalu ramai terutama saa akhir pekan atau week end dan musim liburan.

Pengunjung yang menginginkan barang branded berkuaitas termasuk barang fashion sisa ekspor bisa mendapat beragam koleksi fashion mulai dari pakaian pria dan wanita juga anak anak, tas bermerk, sepatu, jaket, koleksi topi, bahkan hingga barang souvenir dan mainan anak.

Sebagai factory outlet yang mengusung One Stop Shoping, Rumah Mode Bandung juga tak hanya cukup presentatif untuk wisata belanja, tetapi juga untuk para pecinta wisata kuliner. Ada banyak gerai kuliner di Rumah Mode dari yang tradisional hingga modern.

Rumah Mode sendiri buka setiap hari kerja dari hari Senin hingga Minggu. Khusus week end atau akhir pekan yaitu hari Sabtu dan Minggu, Rumah Mode buka lebih awal dan tutup lebih lama, yakni dari jam 08.30 WIB pagi hingga pukul 21.30 WIB atau jam setengah 10 malam.
Rumah Mode The Art of  Traditional Factory Outlet Bandung
Rumah Mode The Art of Traditional Factory Outlet ini berada di kawasan kota Bandung bagian utara (akses menuju Lembang) tepatnya di Jalan Setiabudhi 41. Rumah Mode bisa dihubungi di nomor telepon (022) 203 3031, (022) 203 2938, dan (022) 203 5498, atau Fax (022) 203 4507.  mch
Rumah Makan Raja Sunda Restoran Khas Sunda Wisata Kuliner Kota Bandung Jawa Barat

On November 19, 2019 with No comments

Raja Sunda adalah rumah makan atau restoran khas Sunda yang cukup populer di Kota Bandung Jawa Barat. Selain menu andalan berupa olahan ikan gurame seperti gurame terbang dan gurame bakar, Rumah Makan Raja Sunda juga menyajikan beragam menu seperti cumi goreng (tepung), udang goreng (mentega), ayam dan bebek goreng juga bakar, paket nasi timbel komplit, sayur asam, sop, hingga sayuran segar (lalapan) dan sambal dadakan.
Kuliner Sunda Bandung Raja Sunda menu gurame goreng terbang dan gurame bakar, menu paket nasi timbel komplit murah dan enak
Raja Sunda Rumah Makan Khas Sunda Wisata Kuliner Bandung
DOTGO.ID. Kuliner. Bandung adalah kota jasa dan wisata yang sudah sangat populer di Indonesia. Selain wisata belanja, kota Bandung juga cukup populer dengan wisata kuliner terutama kuliner khas Sunda, salah satunya Rumah Makan Raja Sunda.

Raja Sunda sendiri adalah salah satu tempat wisata kuliner di Bandung yang cukup populer karena menu andalannya berupa olahan ikan gurame, seperti gurame goreng terbang dan gurame bakar ulam bumbu kecap, yang rasanya sudah terkenal cukup nikmat.

Selain sajian ikan gurame, Rumah Makan Raja Sunda Bandung juga menyediakan beragam menu andalan yang nikmat seperti cumi (saus) mentega, cumi goreng tepung, udang goreng saus mentega, ayam goreng dan bakar, termasuk sajian bebek goreng cryspi yang renyah dan gurih.

Selain menu tersebut di atas, di Restoran Raja Sunda Pasteur juga tersedia menu paket Nasi Timbel Komplit Top yang cara penyajian dan lauk pauk pelengkap bisa dipilih sesuai dengan selera para pengunjung

Raja Sunda juga menyediakan menu kuliner khas Sunda berupa sayur asam, sop daging, sambal dadakan dan tentunya sayuran segar yang langsung diambil dari kebun dari daerah Bandung selatan, seperti Ciwidey dan Pangalengan.

Selain sajian kuliner khas Sunda yang sudah cukup dikenal cita rasanya, Raja Sunda Bandung juga akan memanjakan para pengunjung dengan suasana nyaman saat bersantap menikmati menu kuliner layaknya para Raja Sunda tempo dulu.

Selain bangunan dan dekorasi area tempat makan yang kental dengan nuansa Sunda, para pengunjung juga bisa bersantai sambil menikmati alunan merdu musik tradisonal khas Sunda, yang akan bisa menambah selera makan.

Selain tempat makan dan lesehan yang didesain menyerupai saung (gubuk) khas Sunda, tersedia juga ruang atau tempat makan VVIP dan VIP, bagi para pengunjung yang ingin menikmati suasana lebih privat (tertutup).

Selain tempat makan yang cukup presentatif, di Rumah Makan Raja Sunda Bandung juga tersedia tempat parkir yang cukup luas, hingga wisatawan pun bisa lebih merasa nyaman dan aman saat bersantap.

Saat pengunjung mulai duduk bersantai sambil menunggu pesanan, maka para pramusaji Raja Sunda akan memberi menu pembuka berupa tahu kipas, yaitu tahu goreng dengan bentuk sedikit lebar, termasuk kerupuk khas Sunda dalam toples, dan juga otak otak ikan.

Restoran Raja Sunda Bandung juga banyak menyediakan aneka minuman mulai dari teh panas, minuman segar, kopi, jus buah hingga minuman khas Sunda yang bisa dipesan langsung oleh para pengunjung.

Meski menjadi salah satu ikon wisata kuliner Sunda populer di kota Bandung, namun harga menu yang ditawarkan Raja Sunda relatif cukup terjangkau untuk semua kalangan, yaitu mulai dari harga Rp 30.000-an hingga Rp 50.000-an per orang.
Raja Sunda Restoran Khas Sunda Wisata Kuliner Kota Bandung
Rumah Makan Raja Sunda sendiri beralamat di Jalan Akses Tol Pasteur atau Jl. Dr Djunjunan 63 Kota Bandung. Rumah Makan Raja Sunda buka setiap hari mulai dari jam 10 siang (pukul 10.00 WIB) hingga jam 10 malam (pukul 22.00 WIB). mch