ADVERTISEMENT

Search This Blog

Powered by Blogger.
Pemukiman Nelayan Ciparage TPI Samudera Mulya Tempuran Karawang Jawa Barat

On August 24, 2019 with No comments

TPI Samudera Mulya adalah salah satu tempat pelelangan ikan yang ada di wilayah pesisir utara Karawang tepatnya di Desa Ciparage Tempuran. Ciparage sendiri adalah sebuah kampung atau pemukiman nelayan yang berada persis di bibir pantai Tempuran Karawang Jawa Barat.
Perkampungan Nelayan Ciparage Tempuran Karawang Tempat jual Beli Ikan
Perahu Nelayan di TPI Samudera Ciparage Tempuran
DOTGO.ID. Ciparage. Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Jawa Barat dan Indonesia pada umumnya adalah sebuah lembaga koperasi yang biasa dimanfaatkan oleh para nelayan untuk menjual hasil tangkapan ikan setelah pulang dari melaut.

Setelah pulang dari melaut dengan membawa hasil tangkapan ikan, para nelayan biasanya akan langsung membawa ikan tersebut untuk dilelang (dijual) di TPI, yang biasanya berada di daerah muara sungai.

Di wilayah Jawa Barat khususnya di daerah pesisir utara Karawang, cukup banyak Tempat Pelelangan Ikan yang berdiri di sepanjang perairan Karawang, salah satunya adalah TPI Samudera Mulya di Desa Ciparage Jaya Kecamatan Tempuran.

Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Samudera Mulya Tempuran sendiri berada persis di kawasan pemukiman nelayan Ciparage Jaya, di sekitar kawasan wisata Pantai Cibendo atau wisata Pantai Ciparage Jaya.

Pemukiman nelayan dan TPI Samudera Mulya Ciparage di muara sungai Cijalu ini adalah sebuah kawasan yang cukup ramai, dan menjadi salah satu simpul ekonomi masyarakat di sekitar wilayah kecamatan Tempuran.

Setiap harinya, kawasan ini selalu ramai oleh aktivitas ekonomi warga baik itu di TPI Samudera Mulya maupun di sekitar lingkungan kampung nelayan Ciparage Jaya Tempuran Karawang.

Selain ikan laut (segar) hasil tangkapan para nelayan, di kawasan kampung nelayan Ciparage ini juga cukup banyak sentra olahan ikan kering atau ikan asin, yang juga memiliki nilai ekonomi cukup tinggi.

Tak hanya hasil laut, di sekitar kampung nelayan Ciparage Tempuran juga cukup banyak tambak budidaya ikan dan udang. Lebih dari itu, di kawasan ini cukup banyak para petani garam tradisional.

Pusat keramaian di kampung nelayan Ciparage Tempuran Karawang ini sendiri terkonsentrasi di sekitar TPI Samudera Mulya, yang letaknya berada persis di muara sungai Cijalu, di tepi pantai Tempuran.

Untuk menunjang aktivitas dan akses ekonomi warga, jalan menuju pemukiman nelayan Ciparage ini sendiri sudah sangat bagus dan mulus. Terdapat juga sebuah jembatan permanen yang menjadi akses antara TPI Samudera Mulya dengan kampung nelayan yang berada di seberang barat sungai.
TPI Samudera Mulya di Muara Ciparage Sungai Cijalu 
Selain dikenal karena hasil komoditas perikanan, pantai Ciparage Tempuran ini juga cukup populer karena tempat wisata bahari, yaitu Pantai Cibendo yang lokasinya cukup dekat dengan tempat wisata Pantai Tanjung Baru Cilamaya.  mch
Bajidor Seni Jaipong - Kliningan Sejarah Bajidoran di Karawang dan Subang

On August 20, 2019 with No comments

Bajidor adalah salah satu jenis seni tradisi yang cukup populer di wilayah Jawa Barat khususnya daerah Subang dan Karawang, juga sebagian wilayah Bandung dan sekitarnya. Bajidor atau Bajidoran adalah nama lain dari seni tradisi Jaipongan yang juga kadang disebut Kliningan.
Sejarah Bajiodr Jaipongan di Karawang dan Subang Jawa Barat
Lingkung Seni Jaipong Wargi Saluyu Cibogo Subang
DOTGO.ID. Seni. Jaipong atau Kliningan adalah salah satu jenis kesenian tradisional dari daerah Jawa Barat yang berkembang pesat di wilayah Karawang dan Subang, hingga sebagian wilayah Bandung dan sekitarnya.

Kesenian Jaipongan atau Kliningan ini biasanya akan dipertontonkan saat ada kenduri atau acara selamatan seperti resepsi pernikahan, walimatul khitan (sunatan) hingga acara lain baik itu kegiatan resmi maupun tak resmi.

Kesenian Kliningan Jaipongan sendiri adalah seni tradisi yang menampilkan tarian khas Jawa Barat (Sunda) dengan iringan seperangkat gamelan yang terdiri dari kendang (pencak), rebab, gong, saron, dan beberapa alat (tabuh) lainnya.

Selain keberadaan sinden atau juru kawih (juru tembang) yang akan melantunkan tembang khas Sunda Jaipongan, kesenian ini juga diiringi oleh beberapa penari yang sudah sangat terlatih.

Selain para penari dari grup jaipongan itu sendiri, kesenian ini juga biasanya akan diikuti oleh para penari simpatisan baik itu pria maupun wanita. Para penari dari luar grup jaipong ini biasa disebut Bajidor.

Istilah Bajidor atau Bajidoran sendiri memang merujuk pada para penonton yang ikut menari, (biasanya) di bawah panggung seni Jaipongan atau Kliningan.

Selain menari, para Bajidor ini juga sering pula ikut memberi uang (saweran) pada penari maupun sinden (juru kawih) Jaipongan. Selain Bajidor biasa, terdapat juga Bajidor yang sudah sangat ahli, yang oleh sebagian warga Subang biasa disebut Pamogoran.

Pamogoran sendiri adalah Bajidor yang mampu menguasai tekhnik tari jaipong Ketuk Tilu (jaipong kombinasi pencak silat). Karenanya, Jawara Ketuk Tilu ini biasanya sangat ahli dalam ilmu beladiri pencak silat Sunda.

Seni Jaipong atau Kliningan yang melahirian istilah Bajidor (penari dari kalangan penonton) ini sendiri diyakini mulai sangat eksis sejak antara tahun 1960-an dan 1970-an. Hingga kini Bajidoran dan Jaipongan adalah dua sisi yang tak terpisahkan.

Berdasar catatan Sejarah Seni Jaipong, kesenian ini mulai berkembang di sekitar wilayah Karawang dengan salah satu tokohnya yakni H. Suwanda (pemimpin seni Jaipong Suwanda Grup). Sejak itu, seni Sunda ini pun mulai mendapat apresiasi dari kalangan pecinta seni di Jawa Barat.
Bajidor Jaipongan di Desa Muara Blanakan Subang
Pada sekitar tahun 1970-an, seorang seniman asal Bandung yaitu Gugum Gumbira lantas membuat kreasi tari (koreografi) yang saat ini dikenal sebagai Tari Jaipong. Kesenian rakyat ini pun lantas berkembang pesat dan dikenal luas di seantero Jawa Barat.  mch
Barongsai Singa Dangdut Sejarah Tarian Singa yang Melegnda Sejak Ribuan Tahun Silam

On August 18, 2019 with No comments

Barongsai Singa Dangdut adalah jenis tarian (singa) atraktif yang berasal dari Tiongkok (China) dan berkembang pesat di Indonesia. Barongsai jenis ini dimainkan bersama seni tradisinal Singa Dangdut, yang merupakan seni arak arakan yang berasal dari kesenian tradisional Sisingaan khas kabupaten Subang.
Sejarah Baringsai Tarian Singa asal negeri China Tiongkok yang masuk ke Indonesia
Barongsai dan Kesenian Singa Dangdut Pantura Subang
DOTGO.ID. Sejarah. Barongsai adalah jenis seni tari akrobatik yang sangat atraktif yang berasal dari negeri China (Tiongkok). Barongsai dimainkan oleh dua orang (biasanya pria) atau lebih yang memiliki kemampuan seni akrobatik cukup tinggi.

Sejarah Barongsai sendiri sudah ada sejak ribuan tahun silam, salah satunya berasal dari catatan kuno Dinasti Chin dari abad 3 Sebelum Masehi, yang diyakini sebagai tulisan kuno yang pertama kali memuat seni tradisional Barongsai tersebut.

Menurut berbagai catatan, atraksi Barongsai mulai sangat populer di zaman Nan-Bei atau dinasti Selatan dan Utara yang berkuasa di daratan China pada sekitar tahun 420 sampai 589 Masehi.

Kala itu, panglima perang Zhong Que membuat tiruan boneka berbentuk singa yang digerakan oleh dua atau beberapa prajurit. Boneka singa tersebut digunakan oleh pasukan Raja Song Wen untuk menakuti pasukan gajah dari negeri Lin Yi, yang dipimpin Raja Fan Yang.

Dengan boneka tiruan yang bentuk kepalanya menyerupai singa dan digerakan secara atraktif oleh pasukan Raja Song Wen, pasukan gajah dari negeri Lin Yi pun merasa ketakutan dan berhasil dipukul mundur.

Sejak itu, Barongsai pun menjadi salah satu jenis tarian akrobatik paling populer di seantero daratan China. Seiring berjalan waktu, Barongsai pun masuk ke Indonesia dan menjadi salah satu seni akrobatik populer di seluruh wilayah nusantara.

Tarian Singa atau Barongsai sendiri terdiri dari dua jenis yaitu Singa Barongsai Selatan dan Barongsai atau Singa Utara. Barongsai Selatan sendiri memiliki ciri menonjol yaitu bersisik (seperti ular), sementara Barongsai Utara memiliki bulu-bulu tebal yang sangat mirip dengan singa.

Di Indonesia, Barongsai Selatan yang bersisik ini lebih populer dari Barongsai Singa Utara (Peking Sai) yang memiliki ciri bulu bulu tebal menyerupai bulu (surai) singa. Meski demikian, secara umum keduanya tetap sangat populer di Indonesia.

Karena awalnya dimainkan oleh prajurit Tiongkok yang memiliki kemampuan akrobatik yang cukup mumpuni, tarian singa atau Barsongsai ini pun tetap dimainkan dengan berbagai seni akrobatik yang sangat atraktif.

Selain seni akrobatik, Barongsai juga sudah biasa menggelar atraksi yang cukup mengundang decak kagum seperti berjalan di atas balok kayu yang berdiri (tiang pancang), berjalan di atas tali, berjalan di atas bola, hingga beberapa gerakan lain yang terbilang sedikit ekstrim.

Di negara asalnya (China), Barongsai atau Tarian Singa ini juga menjadi seni aksi yang biasa dimainkan oleh para siswa di perguruan (silat) Shaolin, yang sudah memiliki kemampuan seni bela diri Kungfu cukup tinggi.

Di wilayah Subang khususnya di daerah Pantura, Tarian Singa Barongsai ini dipadu dengan kesenian tradisional Singa Dangdut. Saat ada parade seni Singa Dangdut (biasanya dalam resepsi khitan atau sunat), Barongsai juga akan turut serta.
Atraksi Putera Barongsai Muda di Muara Blanakan Subang
Selain ikut dalam arak arakan Singa Dangdut, Barongsai juga akan menggelar atraksi akrobatik di akhir parade. Barongsai yang cukup populer adalah Putera Barongsai Muda (PBM), yang sudah terbiasa kolaborasi dengan Singa Dangdut Subang.  mch
Perawatan Kecantikan Kulit dan Wajah di Pamanukan Subang, Kusuma Beauty Klinik Perawatan Tubuh

On August 14, 2019 with No comments

Klinik kecantikan dan perawatan kulit di Pamanukan salah satunya bisa didapat di Kusuma Beauty Clinic, yang berada di Jalan Ion Marta Sasmita. Klinik kecantikan Kusuma menawarkan beragam program perawatan kulit hingga perawatan rambut dengan tenaga yang handal dan profesional.
Klinik Kecantiian Kusuma Perawatan Kulit dan Kecantikan di Pamanukan Subang
Klinik Perawatan dan Kecantikan Kulit di Pamanukan
DOTGO.ID. Pamanukan adalah salah satu kota yang berada di wilayah utara Subang, Jawa Barat. Selain sebagai daerah pusat ekonomi di wilayah Pantura, di Pamanukan juga ada banyak fasilitas publik seperti rumah sakit dan klinik kecantikan.

Salah satu kilinik kecantikan di Pamanukan yang saat ini cukup populer adalah Kusuma Beauty Clinik. Klinik kecantikan kusuma menawarkan program kecantikan dari kulit wajah, tubuh hingga rambut dan kuku.

Selain perawatan kecantikan kulit seperti biasa, Kusuma Beauty Clinic Pamanukan juga menawarkan program pengobatan penyakit kulit, perawatan rambut botak, akupuktur dan program threatment lainnya.

Selain di Pamanukan, klinik kecantikan Kusuma juga sudah membuka cabang lain di kota Bogor, Tengerang, Depok, Medan, Lampung, Jambi, Bengkulu, Pekanbaru, Bangka, Makassar, Pontianak, hingga Banjarmasin.

Program perawatan kulit:
  • Menghilangkan flek, memutihkan kulit dan tubuh, mengobati jerawat, mengecilkan pori kulit, memudarkan bekas luka, lingkar hitam mata, pecah kulit kaki, keloid, dan bau badan
Program pembentukan tubuh ideal:
  • Melangsingkan tubuh, mengecilkan bagian tubuh tertentu (lengan, perut, paha, betis), membentuk postur tubuh ideal, perawatan payudara, dan suntik oksidan
Program Laser:
  • Menghilangkan tahi lalat, kutil, benjolan kulit, tanda penuaan, sumbatan lemak, flek hitam, tanda lahir, bekas luka, dan jerawat
Program perawatan rambut:
  • Mencegah rambut rontok, laser tumbuh rambut, mengobati kebotakan, mencegah dan mengobati ketombe
Program Dermaroller:
  • Akupunktur pelangsing dan kecantikan, radio frequency, facial mikro dermabrasi, meso therapy, dan peeling
Selain program perawatan kecantikan seperti tersebut di atas, tersedia juga program perawatan kuku menicure, pedicure, nail art, dan threading yang akan ditangani oleh tenaga ahli Princess Beauty Studio.

Klinik kecantikan Kusuma Pamanukan sendiri buka setiap hari dari Senin sampai Sabtu mulai jam 10 siang sampai jam 8 malam. Khusus di hari Minggu, buka dari jam 10 siang sampai jam 5 sore.
Klinik Pangadangan Pamanukan Subang Jawa Barat
Klinik kecantikan dan perawatan kulit Kusuma beralamat di Jalan Ion Marta Sasmita No. 85 Pamanukan Subang. Kusuma Beauty Clinic Pamanukan bisa dihubungi di nomor telepon (0260) 7544 329 atau 0878 8484 3629. mch
Pendopo Ki Gede Sebayu Bangunan Bersejarah di Kota Tegal, Wisata Sejarah Tegal Jawa Tengah

On August 11, 2019 with No comments

Pendopo Ki Gede Sebayu Tegal adalah salah satu bangunan paling bersejarah di kota Tegal Jawa Tengah. Pendopo Ki Gede Sebayu yang kini berfungsi sebagai pendopo Balai Kota Tegal menjadi salah satu bangunan cagar budaya yang memiliki peran penting hingga saat ini.
Wisata Sejarah Tegal Pendopo Ki Gede Sebayu Balaikota Alun alun Tegal
Pendopo Ki Gede Sebayu Balai Kota Tegal Jawa Tengah
DOTGO.ID. Sejarah. Tegal adalah salah satu kota paling bersejarah di Jawa Tengah, dan juga merupakan salah satu kota pelabuhan paling penting di wilayah pesisir utara Jawa. Karenanya, kota Tegal juga disebut Kota Bahari.

Karena letaknya yang sangat strategis, kota Tegal yang dilalui oleh Jala Raya Pos (Anyer - Panarukan) yang dibangun oleh Herman Willem Daendels pada sektar tahun 1808 hingga 1809 ini menjadi salah satu kota perdagangan paling penting di Pulau Jawa.

Tegal yang merupakan kota bersejarah ini juga merupakan daerah karesidenan yang membawahi beberapa kota penting lain di sekitarnya. Daerah Kota Karesidenan Tegal sejak 1927 ini mencakup wilayah Tegal, Brebes dan Pemalang.

Hingga kini, cukup banyak bangunan bersejarah di kota Tegal yang masih berdiri kokoh diantaranya Benteng Pasar Pagi, Waterleideng (menara air, Gedung DPRD, Stasiun Tegal, Kantor Pos, hingga Pendopo Ki Gede Sebayu.

Diantara deretan puluhan bangunan cagar budaya bersejarah di Tegal tersebut, Pendopo Ki Gede Sebayu menjadi salah satu bangunan yang paling banyak menarik perhatian.

Pendopo Ki Gede Sebayu yang kini menjadi pendopo Balai Kota Tegal dan berada ruang lingkup Pemkot Tegal, menjadi salah satu bangunan paling menarik karena bentuk maupun material (bahan) bangunan yang digunakan.

Pendopo Ki Gede Sebayu adalah bangunan besar berbentuk aula yang luas dan mayoritas terbuat dari bahan kayu yang diukir sangat rapi. Hingga kini, Pendopo Ki Gede Sebayu masih mempertahankan bentuk aslinya.

Pendopo Ki Gede Sebayu yang dipugar beberapa tahun lalu ini hanya ditambah kaca lipat di bagian jendela, yang sebelumnya selalu terbuka tanpa kaca. Selan jendela, ada penambahan pintu masuk di bagian utara, termasuk pondasi dengan lantai keramik.

Pendopo Balai Kota Tegal atau Pendopo Ki Gede Sebayu ini mulai berdiri pada tahun 1825, yang mulai dibangun bersamaan dengan Masjid Agung Tegal yang berada di seberangnya, yakni di Alun alun Kota Tegal.

Sebelumnya, Pendopo Ki Gede Sebayu yang terletak di Kompleks Kaloran ini sempat digunakan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tegal di awal masa kemerdekaan Indonesia.

Saat pusat pemerintahan atau Ibu kota Kabupaen Tegal dipindah ke kota Slawi berdasar pada PP No. 2 Tahun 1984, Pendopo Ki Gede Sebayu ini secara resmi menjadi Aula Balai Kota Pemerintah Kota Tegal, yang terletak di Jalan Ki Gede Sebayu, persis di samping Alun alun Kota Tegal.

Ki Gede Sebayu sendiri adalah seorang tokoh yang diyakini sebagai pendiri awal pemukiman di sekitar kota Tegal (Tlatah Tegal), pada sekitar akhir tahun 1500-an. Sebelumnya, Ki Gede Sebayu pernah mengabdi pada Sultan Hadiwijaya di Keraton Pajang.

Setelah terjadi perebutan kekuasaan di Pajang antara Pangeran Benowo dan Aryo Pangiri yang juga melibatkan Jipang dan Mataram, pada sekitar tahun 1587 Ki Gede Sebayu bersama pengikut lantas pergi meinggalkan Keraton Pajang ke arah barat.

Setelah sampai di wilayah barat, Ki Gede Sebayu dan para pengikutnya lantas membabat alas (hutan) Tlatah Tegal, yang kini diyakini menjadi daerah pemukiman (wilayah) utama Kota Tegal, Jawa Tengah.
Pendopo Ki Gede Sebayu Bangunan Bersejarah di Kota Tegal
Ki Gede Sebayu yang merupakan putera dari Pangeran Onje Dipati Pubalingga ini diyakini memiliki garis darah bangsawan dari Batoro Katong Syech Sekar Delma, Adipati Wengker Ponorogo Jawa Timur.  mch