dotgo.id

dotgo.id

ADVERTISEMENT

Search This Blog

Powered by Blogger.
Sang Hyang Seri Tempat Bersejarah di Subang Peninggalan Era Kolonial 1920-an di Ciasem Sukamandi

On March 24, 2019 with No comments

Tempat bersejarah di Subang salah satunya adalah kompleks Sang Hyang Seri PT. Persero yang berlokasi di belakang Pasar Sukamandi, Kecamatan Ciasem. Kawasan Sang Hyang Seri adalah bekas Pamanoekan & Tjiasem Landen atau P & T Land, sebuah perusahaan perkebunan swasta Inggris di tahun 1920-an.
Sejarah sang hyang seri sukamandi wisata sejarah di subang pantura
Pabrik tua di Sang Hyang Ser Sukamandi, dibangun sejak tahun 1920-an
DOTGO.ID. Sejarah. Sang Hyang Seri adalah sebuah badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang pertanian khususnya pembenihan, produksi sarana pertanian, pengolahan hasil, juga penelitian dan pengembangan bidang pertanian.

PT. Sang Hyang Seri yang sebelumnya di kenal dengan nama Perum (Perusahaan Umum) Sang Hyang Seri ini sendiri adalah badan usaha negara yang mulai berdiri sejak tahun 1971, berdasar pada PP No. 22 Tahun 1971.

Pada tahun 1985, keberadaan Sang Hyang Seri ini disempurnakan dengan terbitnya PP No. 44 Tahun 1985. Lalu berdasar pada PP No. 18 Tahun 1995, didirikanlah PT. Sang Hyang Seri (Persero) hingga saat ini.

Selain berkantor pusat di Jakarta, Sang Hyang Seri juga memiliki aset cukup luas di wilayah Jawa Barat yang lain yakni di Bogor. Sementara di wilayah Subang, Sang Hyang Seri berlokasi di Kecamatan Ciasem, tepatnya di Sukamandi.

Aset milik Sang Hyang Seri di Ciasem Subang ini sendiri sebelumnya adalah milik dari Pamanoekan & Tjiasem Landen, yang merupakan sebuah perusahaan perkebunan swasta Inggris, yang di era kolonial saat itu memiliki aset cukup besar dan tersebar luas hampir di seluruh wilayah Subang.

Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1957 aset milik dari Pamanoekan & Tjiasem Landen ini dinasionalisasi, kemudian dikelola oleh Yayasan Pembangoenan Djawa Barat  (YPDB). Pada Tahun 1971, lahan bekas Pamanoekan & Tjiasem Landen di Sukamandi ini mulai dikelola oleh Sang Hyang Seri.

Hingga kini PT Sang Hyang Seri Sukamandi sendiri terus aktif dalam bidang pertanian terutama pembenihan, penyedia sarana produksi pertanian, pengelolaan hasil, serta penelitian dan juga pengembangan dalam bidang pertanian.

PT. Sang Hyang Seri Sukamandi sendiri berkantor dengan menempati area bekas kompleks Pamanoekan & Tjiasem Landen, yang mana di kawasan ini masih didominasi oleh banyaknya bangunan kuno khas Eropa, dari era tahun1920-an.

Selain bangunan yang mayoritasnya adalah kantor, perumahan karyawan, hingga sekolah, di kompleks Sang Hyang Seri Sukamandi Ciasem ini juga terdapat sebuah pabrik, lengkap dengan beberapa bangunan gudangnya.

Berdasar pada tugu prasati yang sekaligus menjadi pondasi cerobong asap pabrik, terdapat sebuah tulisan dalam bahasa Belanda, yang dibawahnya tertera nama Resident Batavia.

Tulisan tersebut berbunyi, "De Onderneming Soekamandi, der Pamanoekan en Tjiasem Landen. Werd Ingewijd Door, Den Hoogedelgestrengen Heer, J.R Schenck De Jong, Residen van Batavia. 28 Maret 1925."

Berdasar hasil penelusuran, tulisan dalam bahasa Belanda tersebut kira-kira berbunyi, "Perusahaan (di) Sukamandi ini (adalah) Pamanukan dan Tjiasem Landen. Diinisiasi dan diresmikan oleh pria yang sangat terhormat, J.R. Schenck De Jong, Resident Batavia. 28 Maret 1925."

Selain sebagai Residen Batavia (kini Jakarta), J.R. Schenck De Jong juga tercatat sebagai staf pengajar Rechts Hooge School te Batavia (RHS) atau Sekolah Tinggi Hukum Jakarta pertama, yang mulai dibuka pada 28 Oktober 1924.

Seperti prasasti di cerobong asap pabrik, sebagian besar bangunan yang ada di Sang Hyang Seri Sukamandi ini memang dibangun pada era 1920-an. Karenanya, arsitektur khas Eropa sangat terasa di sekitar lingkungan Sang Hyang Seri ini.

Saat ini, Sang Hyang Seri Sukamandi sendiri mengelola lahan pesawahan yang sangat luas, yang lokasinya berada di sisi utara Jalan Pantura, berseberangan dengan BB PADI atau yang sebelumnya dikenal dengan BPTP (Badan Penelitian Tanaman Padi).

Selain untuk menyediakan kebutuhan pangan, lahan pesawahan tersebut juga berfungsi sebagai tempat penelitian, sekaligus sebagai lahan percobaan untuk benih baru. Beberapa benih padi varietas unggulan juga dihasilkan dari Sang Hyang Seri Sukamandi ini.

Sebagai salah satu tempat paling bersejarah di Pantura Subang, kompleks Sang Hyang Seri sendiri memang sangat layak untuk dijadikan cagar budaya, sebagai salah satu peninggalan bersejarah dari era kolonial.
Komplek Sang Hyang Seri, lingkungan cagar budaya di Ciasem Subang
Sebagai salah satu tempat wisata budaya, Sang Hyang Seri sendiri selalu terbuka untuk dikunjungi siapa saja. Namun demikian, pengunjung tentunya harus meminta izin, dan ikut menjaga lingkungan agar tetap bersih dan tertib. mch/baim
Tempat Angker di Subang Pabrik Tua Sang Hyang Seri Dihuni Ribuan Kelelawar Besar di Ciasem Sukamandi

On March 24, 2019 with No comments

Tempat angker di Subang salah satunya adalah gudang pabrik tua di lingkungan PT, Sanghyang Seri Sukamandi, di wilayah Kecamatan Ciasem. Di lingkungan pabrik tua yang dibangun antara tahun 1924 hingga 1925 ini berdiri beberapa bangunan yang diantaranya berfungsi sebagai gudang, dan kini ditempati ribuan kelelawar besar.
Ada ribuan kelelawar di pabrik tua sanghyang seri ciasem tempat angker di subang
Pabrik Sang Hayang Seri Sukamandi, tempat angker di Subang
DOTGO.ID. Misteri. Sang Hyang Seri (SHS) Ciasem Sukamandi adalah sebuah badan usaha milik pemerintah yang bergerak di bidang pertanian khususnya penyediaan benih, sarana produksi dan hasil pertanian, juga penelitian dan pengembangan.

Sang Hyang Seri di Sukamandi Ciasem ini menempati area yang cukup luas, yang merupakan bekas atau peninggalan era kolonial Belanda, yang mulai dibangun pada sekitar awal tahun 1920-an.

Karenanya, tak mengherankan jika lingkungan sekitar Sanghyang Seri Ciasem Sukamandi ini didominasi oleh banyaknya bangunan berarsitektur khas Eropa. Selain itu, di kawasan ini juga cukup banyak berdiri pohon besar yang usianya juga sudah cukup tua.

Bagi sebagian orang, suasana di sekitar lingkungan Sang Hyang Seri Sukamandi yang rindang ini tentunya cukup menarik perhatian. Karenanya, tak sedikit warga yang lantas memanfaatkannya sebagai tempat bersantai.

Namun siapa sangka ternyata kawasan Sang Hyang Seri juga banyak menyimpan cerita horor yang menyeramkan. Adalah pabrik dan gudang tua di Sang Hyang Seri yang konon sangat angker nan mistis.

Pabrik tua di Sang Hyang Seri Sukamandi sendiri lokasi di bagian paling ujung, jika diakses dari pintu masuk yang letaknya di sisi Jalan Pantura. Di komplek pabrik Sang Hyang Seri, nampak berderet beberapa bangunan kuno yang jika diamati lebih dalam, memang terasa memancarkan aura horor yang mistis.

Menurut Agus, seorang perugas keamanan yang rutin berjaga di lokasi, pabrik dan gudang tua di Sang Hyang Seri ini memang sudah cukup dikenal, terutama oleh para praktisi dunia supranatural.

Tercatat, area pabrik dan gudang tua ini sudah beberapa kali disambangi oleh para spiritualis, bahkan juga tayangan misteri dan dunia lain, di salah satu stasiun televisi swasta nasional Indonesia.

"Tak dipungkiri suasana di sini memang cukup mistis, terutama saat malam Jumat Kliwon. Tapi kami merasa tak terganggu, karena sudah terbiasa. Sehari-harinya kan di sini," ujar Agus.

Berdasar pada hasil pengamatan beberapa spiritualis yang mengaku pernah melakukan penerawangan di pabrik dan gudang tua Sang Hyang Seri, area ini memang memiliki daya mistis yang cukup kuat.

"Ada beberapa orang yang pernah datang dan meminta izin untuk melihat langsung lokasi pabrik dan gudang tua. Mereka mengaku pernah berkomunikasi langsung secara gaib," tambah Agus.

Sementara seorang petugas keamanan lain rekan sekerja Agus mengatakan, dua bangunan di samping kiri dan kanan pabrik memang diyakini angker.

"Yang di samping kanan pabrik itu bangunan tempat genset, yang di belakang itu gudang. Kalau di gudang belakang itu ada banyak lalay (kelelawar besar), jumlahnya ribuan."

Berdasar pada cerita yang berkembang, konon di gudang tua yang mirip rumah vampire (karena dihuni ribuan kelelawar) ini memang cukup mistis. Bahkan kabarnya, ada sesosok mahluk yang menjadi pemimpin (raja) dari ribuan keleawar tersebut.

"Coba saja masuk tengah malam, pas malam Jumat Kliwon sambil bawa bunga kantil. Biasanya akan ada penampakan Raja Guday (gudang lalay). Bisa nampak di dinding, bisa juga di langit-langit diantara ribuan kelelawar."

Pabrik tua Sang Hyang Seri sendiri memproduksi tepung tapioka, dengan beberapa bangunan gudang yang berderet di belakangnya. Diantara bangunan tersebut, kini menjadi rumah bagi ribuan kelelawar besar (lalay badot, Sunda).
Video pabrik tua angker yang dihuni ribuan kelelawar besar
Sang Hyang Seri adalah badan usaha milik negara yang didirikan berdasar pada PP No. 22 Tahun 1971. Sebelum menjadi aset Sang Hyang Seri, lingkungan pabrik tua ini adalah milik dari perusahaan perkebunan swasta Inggris, Pamanoekan & Tjiasem Landen. mch/baim
Membayar Pajak Kendaraan Cara Menghitung Biaya Pajak Motor Mobil dan Pajak Progresif

On March 22, 2019 with No comments

Bayar pajak kendaraan bermotor adalah sebuah kewajiban bagi para pemilik kendaraan baik itu roda dua (motor), roda empat (mobil) atau jenis kendaraan lainnya. Membayar pajak kendaraan mobil dan motor bisa dilakukan di Samsat (Sistem Manunggal Satu Atap) baik itu di kantor, outlet, atau (mobil) Samsat Keliling, yang pada tahun 2019 ini sebarannya makin luas.
Cara hitung pajak mobil dan motor dan biaya pajak progresif kendaraan
Menghitung biaya pajak mobil motor dan pajak progresif
DOTGO.ID. Samsat. Pajak kendaraan motor dan mobil atau jenis kendaraan lainnya adalah kewajiban para pemilik kendaraan yang harus dibayarkan setiap satu tahun sekali. Jumlah atau besaran pajak kendaraan cukup bervariasi, bergantung pada jenis dan usia (tahun) kendaraan.

Untuk kendaraan baik mobil atau motor yang usianya lebih muda (masih baru), biaya bayar pajak relatif lebih tinggi. Sementara untuk kendaraan yang usianya lebih tua, biaya pajak akan lebih murah. Biaya pajak kendaraan akan semakin turun setiap tahun.

Menurut seorang petugas di Kantor Samsat, besaran pajak kendaraan baru (balik nama kendaraan berikut penerbitan STNK dan TNKB) tentunya berbeda dengan biaya pajak perpanjang STNK.

"Kalau unit kendaraan baru ada Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN KB), yang jumlahnya sekitar 10% dari harga mobil atau motor baru. Kalau perpanjang, hanya perlu membayar pajak kendaraan, dan biaya sumbangan wajib dana kecelakaan."

Menurut situs resmi Kepolisian Republik Indonesia bidang lalu lintas, para wajib pajak bisa menghitung sendiri jumlah atau besaran pajak sebelum membayar pajak kendaraan. Cara hitung pajak mobil dan motor adalah sebagai berikut:
  • Biaya untuk Bea Balik Nama kendaraan bermotor (BBN KB), yang besarannya adalah 10 persen dari harga mobil atau motor baru. Sementara (BBN KB) mobil dan motor bekas, jumlahnya 2/3 dari Pajak Kendaraan Bermotor atau PKB.
  • Biaya PKB atau Pajak kendaraan bermotor, yang besarannya adalah 1,5 persen dari harga jual motor dan mobil. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) ini bersifat menurun, seiring dengan nilai jual motor dan mobil yang juga akan turun setiap tahun.
  • Biaya Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan atau SWDKLLJ, yang besarannya sekitar Rp 35 ribu untuk motor, dan 143 ribu untuk mobil. SWDKLLJ tersebut dikelola oleh Jasa Raharja, sebagai penanggung asuransi kecelakaan.
  • Biaya penerbitan (administrasi) STNK baru yang jumlahnya adalah Rp 100 ribu untuk motor, dan Rp 200 ribu untuk mobil. Penerbitan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) ini berlaku setiap 5 tahun sekali, bersamaan dengan penggantian plat nomor atau TNKB.
  • Biaya TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor) atau yang lebih populer dengan sebutan plat nomor. Untuk biaya administrasi TNKB mobil jumlahnya sebesar Rp 100 ribu, untuk motor Rp 60 ribu. Seperti STNK, Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau plat nomor ini akan diganti setiap 5 tahun sekali.
  • Biaya denda PKB atau Pajak Kendaraan Bermotor, yang akan dikenakan jika pemilik kendaraan telat membayar atau melebihi waktu jatuh tempo. Waktu bayar pajak sendiri tertera dalam STNK. Rincian atau perhitungan denda bayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) adalah 25 persen per tahun.
Selain tersebut diatas, pemilik kendaraan juga akan dikenai biaya tambahan jika memang tercatat memiliki mobil atau motor lebih dari satu. Biaya tersebut dikenal sebagai biaya pajak progresif, yang akan berlaku jika satu nama (KTP) memiliki motor atau mobil lebih dari satu.

Besaran biaya pajak progresif dari kepemilikan kendaraan kesatu, kedua, ketiga, keempat dan seterusnya juga berbeda. Semakin banyak memiliki kendaraan, biaya pajak progresif semakin mahal. Biaya Pajak Progresif motor dan mobil:
  • Biaya Pajak Progresif Motor pertama 2%
  • Biaya Pajak Progresif Motor Kedua 2,5%
  • Biaya Pajak Progresif Motor Ketiga 3%
  • Biaya Pajak Progresif Motor Keempat 4%
  • Biaya Pajak Progresif Mobil Pertama 1,5%
  • Biaya Pajak Progresif Mobil Kedua 2%
  • Biaya Pajak Progresif Mobil Ketiga 2,5
  • Biaya Pajak Progresif Mobil Keempat 3%
Saat ini, para pemilik kendaraan sendiri sudah diberi kemudahan untuk bisa membayar pajak, yakni melalui kantor Samsat, Outlet Samsat (cabang), Mobil Samsat Keliling, hingga bayar pajak via Samsat Online.
Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Outlet Samsat/perpanjang STNK
Untuk lebih memudahkan, sebelum membayar pajak ke kantor, outlet atau Samsat Keliling sebaiknya pemilik kendaraan menyiapakan data yang dibutuhkan, yaitu KTP dan STNK, asli + fotocopi, sejumlah uang sesuai dengan perkiraan biaya pajak. mch/baim
Kurang Perhatian Pemerintah, Bahu Jalan Babakan - Sawahbaru Ciasem Hilir Subang Jadi Tempat Sampah

On March 21, 2019 with No comments

Bahu jalan antara Dusun Babakan - Sawahbaru Desa Ciasem Hilir dipenuhi sampah, yang menumpuk di sisi kiri dan kanan jalan. Tumpukan sampah nampak memenuhi hampir seluruh bahu jalan, hingga menimbulkan aroma tak sedap dan kesan kumuh juga kotor.
Warga ciasem buang sampah sembarangan di bahu jalan
Bahu jalan Babakan-Sawahbaru Ciasem jadi tempat buang sampah
DOTGO.ID. Ciasem. Para pengendara dan juga warga yang melintas di jalan antara dusun Babakan dan Sawahbaru Ciasem Hilir, saat ini mengeluhkan banyaknya sampah yang menumpuk di sisi kiri dan kanan jalan. 

Selain menimbulkan aroma tak sedap, tumpukan sampah ini juga tentu saja merusak pemandangan, karena terkesan kotor dan kumuh. Karena sudah cukup lama dibiarkan, tumpukan sampah di bahu jalan ini pun semakin banyak.

Tak hanya menimbulkan aroma tak sedap dan kesan kumuh, tumpukan sampah ini juga dikeluhkan oleh para petani pemilik lahan di sekitar jalan Babakan - Sawahbaru Ciasem Hilir.

Menurut beberapa pengendara yang melintas di lokasi, tumpukan sampah rumah tangga ini dibuang ke bahu jalan oleh warga sekitar. Karena bahu jalan tak kunjung diurug, warga pun memanfaatkan bahu jalan tersebut untuk tempat membuang sampah.

"Harusnya bahu jalan segera diurug, agar tak ada lagi warga yang membuang sampah di sini. Kami juga heran sampai saat ini bahu jalan  belum juga diurug," ujar Udin, seorang pengendara yang mengaku berasal dari Desa Muara Blanakan.

Lebih lanjut Udin mengatakan, bahu jalan yang belum juga diurug oleh pemerintah ini juga cukup membahayakan bagi para pengendara, khususnya pengendara roda empat atau mobil.

Selain masalah sampah, bahu jalan di Babakan - Sawahbaru Ciasem Hilir ini memang selalu dikeluhkan oleh para pengendara mobil. Karena jalan cor sendiri terbilang cukup sempit, tak lebih dari 4 meter, keberadaan bahu jalan pun sangat dibutuhkan.

Beberapa warga juga mengatakan sudah sangat sering ada mobil terperosok saat berpapasan. "Kalau jarang lewat sini memang akan sangat membahayakan. Jalannya pas-pasan, bahu jalannya juga cukup dalam, karena belum diurug."

Karena kondisi tersebut, warga pun berharap pemerintah bisa memberi perhatian lebih. Selain bahu jalan, warga juga mendesak pemerintah untuk bisa menyediakan tempat pembuangan sampah bagi warga sekitar.
Tumpukan sampah di bahu jalan Babakan-Sawahbaru Ciasem Hilir
Hingga kini, sebagian besar bahu jalan di antara Dusun Babakan - Sawahbaru Desa Ciasem Hilir ini memang masih belum diurug. Selain banyaknya sampah, para pengendara roda empat (mobil) pun diharapkan untuk lebih berhati-hati. mch/baim
Spanduk Rakyat Dukung Prabowo-Sandi dari Bahan Karung Banyak Terpasang di Jalan Keboncau Ciasem Subang Jawa Barat

On March 21, 2019 with No comments

Alat Peraga Kampanye (APK) Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 2 Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno dalam dari bahan karung banyak terpasang di Dusun Keboncau Ciasem, di jalan akses utama Ciasem menuju wilayah kecamatan Blanakan. Puluhan APK Nomor 02 pun nampak banyak terpasang di pinggir jalan.
Spanduk dukungan Capres-Cawapres 02 dari bahan karung
DOTGO.ID. Ciasem. Pemilu Serentak yang akan digelar pada 17 April 2019 disambut sangat antusias oleh rakyat Indonesia di seluruh pelosok nusantara. Saat ini, hampir di seluruh tempat terpasang Alat Peraga Kampanye (APK) dalam bentuk baligo, banner, spanduk hingga poster.

Selain APK dari para calon wakil rakyat baik itu Calon Anggota DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPR RI hingga DPD, sangat marak pula APK dari Calon Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2019-2024.

Pemilu Serentak 2019 yang sekaligus menjadi ajang Pilpres (Pemilihan Presiden) ini memang membuat suasana jelang pesta demokrasi saat ini cenderung lebih semarak dari Pemilu sebelumnya.

Hampir di setiap sudut kota hingga ke desa-desa, sangat ramai terpasang baligo baik itu dari Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 01 yaitu Joko Widodo - Maruf Amin, maupun dari Nomor 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Selain APK yang dibuat oleh tim pemenangan masing-masing maupun  partai koalisi, tak sedikit pula warga yang berinisiatif untuk membuat APK dalam bentuk baligo, banner, spanduk dan poster dari biaya pribadi, sebagai bentuk dukungan pada calon pilihannya.

Seperti terlihat di Jalan Ciasem - Blanakan tepatnya di wilayah Dusun Keboncau Desa Ciasem Baru. Di kawasan ini cukup banyak terpasang APK dari para caleg maupun pasangan Capres - Cawapres RI 2019.

Dari sekian banyak APK yang terpasang, ada beberapa diantaranya yang terbilang cukup unik karena terbuat dari bahan karung. Bahan karung tersebut lalu dicat dengan tulisan Prabowo - Sandi Nomor 02.

Tentu saja baligo bahan karung dengan tulisan Prabowo - Sandi Nomor 02 ini cukup menyita perhatian warga terutama para pengendara yang melintas di jalan Ciasem - Blanakan tersebut. Terlebih, jumlah apk bahan karung ini jumlahnya cukup banyak.

Menurut seorang warga yang ditemui di lokasi, baligo Prabowo - Sandi dari bahan karung ini sebagai bentuk dukungan dari para militan Capres - Cawapres yang didukung oleh Partai Gerindra, PAN, PKS Demokrat dan Berkarya tersebut.
Spanduk dukungan Pilpres 2019 dari bahan karung
"Keterbatasan logisik tak menyurutkan mereka untuk memberi dukungan. Dengan hanya bahan karung yang ditulis dengan cat, itu sudah cukup untuk membuktikan militansi mereka. Ini sangat unik," ujar seorang warga yang melintas di lokasi. mch/baim