ADVERTISEMENT

Search This Blog

Powered by Blogger.
Kampung Nelayan Muara Pasir Putih Cilamaya Penghasil Ikan Rajungan Terbesar di Karawang Jawa Barat

On October 04, 2019 with No comments

Kampung Nelayan Pasir Putih adalah salah satu kawasan pemukiman warga nelayan yang berada di pesisir utara Karawang, tepatnya di Desa Sukajaya Cilamaya Kulon. Kawasan nelayan Pasir Putih ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil perikanan terutama jenis rajungan terbesar di wilayah Karawang.
Kampung Nelayan pasir Putih Cilamaya dipenuhi perahu nelayan untuk menangkap ikan
Muara Pasir Putih Penghasil Rajungan Terbesar di Karawang
DOTGO.ID. Muara Pasir Putih adalah sebuah kawasan nelayan yang berlokasi di Desa Sukajaya Kecamatan Cilamaya Kulon. Kampung nelayan yang berada di wilayah pesisir utara Karawang Jawa Barat ini dikenal sangat produktif dengan hasil perikanan.

Muara Pasir Putih sendiri dihuni oleh sekitar 930 kepala keluarga lebih, yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan atau menggeluti bidang usaha perikanan lainnya.

Nelayan Muara Pasir Putih Cilamaya ini dikenal karena sangat produktif dengan hasil perikanan terutama rajungan, yaitu sejenis kepiting yang biasa hidup di perairan laut.

Menurut warga sekitar, Pasir Putih sangat produktif karena memang mayoritas nelayan yang melaut adalah warga sekitar. Karenanya, hampir setiap hari tempat pelelangan ikan (TPI) di Pasir Putih selalu ramai.

"Berbeda dengan kampung nelayan lain yang kebanyakan (nelayan) adalah para pendatang, nelayan di Muara Pasir Putih ini adalah warga setempat. Makanya setiap hari selalu ramai, kecuali kalau sedang musim ombak besar," ujar Samsul Bahri.

Lebih lanjut, Samsul Bahri mengatakan bahwa muara Pasir Putih ini memang sangat terkenal karena banyaknya rajungan, dan juga beberapa jenis udang dan ikan hasil tangkapan para nelayan lokal.

Letak muara Pasir Putih yang berada persis di bibir pantai laut Jawa ini memang sangat strategis dan memberi keuntungan tersendiri bagi para nelayan. Perairan Pasir Putih yang menyerupai teluk ini sangat melimpah dengan ikan, udang dan rajungan.

Terlebih, saat ini sudah ada kawasan konservasi hutan mangrove (pohon bakau) yang nantinya akan bisa menjadi habitat dari berbagai macam jenis udang, hingga ikan dan rajungan.

Selain untuk menjaga keseimbangan eko sistem, konservasi hutan bakau atau mangrove di pantai Pasir Putih Cilamaya Karawang ini juga saat ini sudah dimanfaatkan sebagai kawasan wana wisata yang cukup menarik.

Eco Wisata Mangrove Pasir Putih Cilamaya ini juga diproyeksikan untuk bisa menahan hempasan ombak laut yang sebelumnya sempat mengikis (abrasi) dan mengancam kawasan pemukiman warga nelayan di Muara Pasir Putih.

Selain bisa membeli ikan, pengunjung juga tentunya bisa berwisata di Taman Mangrove Pasir Putih. Tak hanya berwisata, pengunjung bahkan bisa memancing ikan di area wisata mangrove karena letaknya berada persis di bibir pantai laut Jawa.
Wisata Taman mangrove Pasir Putih Cilamaya Karawang
Kampung Nelayan dan Eco Wisata Mangrove Pasir Putih adalah salah satu ikon konservasi dan juga sebagai tempat wisata bahari di Karawang yang cukup menarik dan sangat layak untuk dikunjungi. mch
Wisata Mangrove Pasir Putih Cilamaya Kulon Ikon Konservasi Pantai di Pesisir Karawang

On October 04, 2019 with No comments

Wisata Mangrove (hutan bakau) Pasir Putih adalah salah satu kawasan konservasi yang berada di Desa Sukajaya Kecamatan Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang Jawa Barat. Eco Wisata Mangrove di Pantai Pasir Putih ini juga diproyeksikan untuk bisa menyelamatkan kawasan tersebut dari ancaman abrasi pantai.
Wisata Pantai Karawang Eco Wisata mangrove Hutan Bakau di Pasir Putih Karawang Cilamaya
Wisata Mangrove Pantai Pasir Putih Cilamaya Karawang
DOTGO.ID. Wisata. Pasir Putih adalah sebuah kampung atau kawasan pemukiman nelayan yang berada di wilayah Cilamaya Kulon Karawang. Selain sebagai penghasil perikanan, Pasir Putih juga kini dikenal dengan kawasan wisata pantai berupa hutan mangrove atau bakau.

Wisata Mangrove Pasir Putih seluas sekitar 20 hektar ini ditanami beberapa jenis mangrove (pohon bakau) yang beberapa diantaranya adalah jenis paling kuat terhadap hempasan ombak.

Selain sebagai kawasan konservasi, Eco Wisata Mangrove Pasir Putih Cilamaya Kulon ini sendiri memang diproyeksikan untuk bisa menyelamatkan kawasan kampung nelayan Pasir Putih yang sebelumnya sempat terancam oleh abrasi (pengikisan bibir pantai).

Bersama dinas terkait dan didukung Pertamina PHE ONWJ,  masyarakat nelayan Pasir Putih yang terdiri dari 900 kepala keluarga lebih ini lantas bekerja sama menanam mangrove untuk bisa secepat mungkin menyelamatkan Pantai Pasir Putih.

Saat ini, kawasan hutan mangrove yang sudah dirintis sejak 2015 ini sudah banyak memberi banyak manfaat. Tak hanya bertambahnya daratan dan eko sistem pantai, konservasi mangrove ini juga sudah menjadi salah satu kawasan wisata yang cukup populer.

Meski belum sepenuhnya rampung dan dibuka secara resmi sebagai tempat wisata, namun Eco Wisata Mangrove Pasir Putih ini sudah banyak dikunjungi oleh wisatawan dari seputaran wilayah Karawang dan sekitarnya.

Menurut warga sekitar yang turut mengelola Eco Wisata Mangrove Pasir Putih, saat ini proses pengerjaan taman mangrove tersebut masih terus berlangsung.

"Pengerjaan Eco Wisata Mangrove Pasir Putih ini baru mencapai sekitar 60 persen. Nantinya akan ada banyak fasilitas untuk para wisatawan, jika tahap pengerjaan sudah selesai 100 persen," ujar Samsul Bahri.

Meski demikian, para wisatawan saat ini sudah bisa menikmati taman mangrove Pasir Putih karena sudah banyak fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh para pengunjung.

Selain joging track dan gazebo (saung), Eco Wisata Mangrove Pasir Putih ini nantinya akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas wisata seperti menara pantau, aula, tempat pembibitan bakau atau mangrove, nursery (tempat menyusui bayi), ikon rajungan, hingga area kuliner.

Selain bisa berjalan jalan menikmati taman mangrove dan hamparan pantai laut Jawa, pengunjung juga bisa mengamati beragam satwa yang biasa hidup di daerah pantai seperti beragam jenis ikan dan burung.

Untuk para wisatawan yang gemar selfi berfoto ria, di kawasan Wisata Mangrove Pasir Putih ini juga cukup banyak spot menarik yang bisa dieksplorasi. Terlebih, panorama di wisata mangrove Pasir Putih ini juga terbilang cukup eksotis.

Selain itu, para wisatawan juga bisa melihat pemandangan unik berupa deretan perahu nelayan dari berbagai jenis ukuran yang bersandar di sepanjang Muara Pasir Putih.
Wisata Mangrove Kawasan Konservasi Pantai Pasir Putih
Wisata Hutan Bakau (mangrove) Pasir Putih di Desa Sukajaya Cilamaya Kulon ini juga cukup mudah diakses baik dari arah barat Cilempung maupun dari arah timur melalaui Desa Rawa Gempol Cilamaya. mch
Pantai Cirewang Wisata Pantai dan Hutan Mangrove yang Eksotis di Pantura Subang

On September 30, 2019 with No comments

Pantai Cirewang adalah salah satu wisata bahari yang berlokasi di daerah pesisir utara (Pantura) Subang, tepatnya di Desa Pangarengan Legon Kulon. Selain pantai indah berpasir dengan deburan ombak laut utara Jawa, di kawasan Cirewang juga terdapat hutan mangrove (bakau) yang menjadi salah satu ikon konservasi di wilayah pesisir Subang.
Wisata Pantai Cirewang Subang tempat wisata pantai indah dan alami dengan hutan bakau mangrove
Pantai Cirewang Wisata Hutan Mangrove Pantura Subang
DOTGO.ID. Wisata. Cirewang adalah salah satu kampung nelayan yang berada di Desa Pangarengan Legon Kulon, Subang Jawa Barat. Selain dihuni oleh warga nelayan dan para petani tambak budi daya ikan dan udang, Cirewang juga dikenal sebagai kawasan wisata pantai.

Wisata Pantai Cirewang di Legon Kulon Subang sendiri berupa tanah timbul berpasir hingga membentuk laguna (selat kecil), antara daratan utama (yang dihuni warga) dengan tanah timbul Cirewang.

Menurut beberapa warga nelayan yang ditemui, tanah pasir Cirewang sendiri mulai muncul ke permukaan pada sekitar awal tahun 2000-an, dan mulai dimanfaatkan sebagai kawasan wisata pada awal 2013 silam.

Untuk lebih memudahkan wisatawan yang ingin mengakses tanah timbul Pantai Cirewang, maka dibuatlah dermaga sederhana di atas taman hutan bakau yang berada persis di tanah timbul Pantai Cirewang.

Setelah berada di dermaga hutan bakau Cirewang, wisatawan bisa langsung menyusuri jembatan bambu sepanjang 200 meter untuk bisa menuju wisata Pantai Cirewang yang indah dan eksotis.

Saat menyusuri taman hutan mangrove (hutan bakau) Cirewang yang menjadi bagian dari green belt pesisir utara Subang, wisatawan juga akan bisa menikmati keaneka ragaman hayati termasuk beberapa jenis burung dan ikan (belodok) yang biasa hidup di daerah pantai.

Saat memasuki hari libur atau akhir pekan, suasana di Pantai Cirewang sendiri akan terasa lebih ramai. Ada banyak para pedagang termasuk juga tempat untuk bilas (mandi) bagi wisatawan yang ingin mandi di laut.

"Kalau hari Minggu atau musim libur sekolah Pantai Cirewang ini selalu ramai. Wisatawan kadang harus antri naik perahu untuk bisa menuju pantai Cirewang," ujar Suhadi, yang biasa mengantar para wisatawan dengan perahu.

Untuk bisa menuju wisata Pantai Cirewang Subang, wisatawan memang harus naik perahu dari kampung nelayan, lalu menyusuri Sungai Cirewang selama sekitar 10 menit.

Selama perjalanan, wisatawan juga bisa menikmati suasana asri dan teduh karena sepanjang sisi kiri dan kanan daerah muara Kali Cirewang ini banyak ditumbuhi pohon bakau atau mangrove.

Karenanya, di sekitar Muara Cirewang (Teluk Sidaon) ini juga cukup melimpah akan udang, ikan dan kepiting. Perairan ini cukup teduh karena ombak laut terhalang oleh tanah timbul (tanjung) Cirewang.

Menurut Suhadi, proses kemunculan tanah timbul Cirewang sendiri cukup singkat. Karenanya, tanah timbul Cirewang juga sering disebut Pantai Cipta Semalam, baik oleh warga sekitar maupun para wisatawan.

Tarif masuk wisata Pantai Cirewang sendiri cukup murah, yakni berkisar Rp 15.000 per orang. Tarif tersebut sudah termasuk parkir kendaraan dan ongkos untuk naik perahu.

Wisata Pantai Cirewang di Desa Pangarengan Kecamatan Legon Kulon Subang ini berada di sebelah timur Pantai Pondok Bali. Dari arah Pamanukan, wisatawan bisa mengakses arah Pondok Bali, lalu belok kanan menuju (kantor) Desa Pangarengan, lalu belok kiri sambil mengikuti petunjuk arah.

Wisata Pantai Cirewang sendiri terbilang masih cukup asri dan alami jika dibanding tempat wisata pantai lain di Subang. Pantai Cirewang juga tergolong cukup aman bagi wisatawan yang ingin mandi.
Wisata Pantai Cirewang Legonkulon Subang Jawa Barat
Meski demikian, akses menuju Pantai Cirewang yang membelah kawasan tambak ikan dan udang ini masih sering dikeluhkan oleh para wisatawan, karena jalan ke Pantai Cirewang di Pantura Subang sebagian masih belum memadai. mch
Kemarau Panjang 2019 Sebagian Lahan Sawah di Pantura Subang Tak Bisa Digarap Karena Kekeringan

On September 25, 2019 with No comments

Sebagian lahan sawah di Subang terutama di daerah Pantura tak bisa digarap karena kekeringan yang diakibatkan oleh kemarau panjang yang sudah berlangsung sejak awal pertengahan hingga menjelang akhir tahun 2019 saat ini. Sebagian besar lahan di Pantura Subang nampak kering bahkan terlihat retak-retak.
Kemarau Panjang petani di Ciasem, Sukasari, Pamanukan, Pusakanagara dan Pusakajaya mengalami kerugian
Sawah Kekeringan di Daerah Pantura Subang Jawa Barat
DOTGO.ID. Petani di daerah Pantura Subang terutama di sekitar Kecamatan Sukasari, Ciasem, sebagian Pamanukan, Blanakan hingga Pusakajaya, saat ini mengeluhkan minimnya pasokan air yang membuat sebagian lahan mengering.

Akibat kondisi tersebut, sebagian besar lahan pesawahan yang ada di daerah pantai utara (Pantura) Subang pun tak bisa digarap. Para petani yang lahannya kekeringan pun mengaku sangat dirugikan.

Kekeringan yang diakibatkan oleh kemarau panjang 2019 ini nampak jelas di sepanjang Jalan Pantura Subang yang membentang sejak daerah Patobeusi hingga Jembatan Sewo di perbatasan Indramayu.

Di kawasan tersebut, sebagian lahan sawah nampak terbengkalai karena tidak bisa digarap akibat dari langkanya pasokan air, yang membuat sebagian lahan sawah menjadi kering kerontang.

Menurut Ade Tohidin seorang warga Desa Muara Blanakan, kekeringan di Subang terutama di daerah Pantura ini hampir mencapai setengah dari total luas sawah yang ada di kawasan tersebut.

"Kemarau panjang tahun 2019 membuat sekitar 50 persen lahan sawah terutama di Pantura Subang tak bisa digarap karena kering. Pasokan air sendiri memang sangat sedikit, para petani berharap segera turun hujan," ujar Ade.

Meski demikian, Ade mengatakan tidak semua lahan sawah di Pantura Subang kekeringan. Contohnya adalah lahan yang berada di sebelah barat kali Ciasem yang tetap bisa digarap meski musim kemarau.

Dari hasil pantauan di lapangan, sebagian lahan di wilayah kecamatan Ciasem, Patokbesi dan Blanakan yang berada di sebelah barat Sungai Ciasem ini memang bisa digarap. Sebagian sawah di kawasan tersebut bahkan nampak mulai berbuah.

Berbanding terbalik, lahan sawah yang ada di sebelah timur Kali Ciasem kondisinya sangat kering bahkan terlihat retak retak. Di sepanjang Jalan Pantura sejak Ciasem (termasuk Desa Tanjungtiga Blanakan), Sukasari hingga Pamanukan, lahan sawah yang ada nampak sangat kering.

Menurut warga sekitar, sebagian besar lahan di wilayah Kecamatan Sukasari, sebagian Ciasem dan juga Pamanukan tak bisa digarap karena langkanya pasokan air. Para petani dan penggarap lahan pun merasa sangat dirugikan.

"Sudah empat bulan tidak turun hujan. Sementara pasokan air (irigasi) juga tidak ada. Kami berharap pemerintan dan dinas terkait segera mencari solusi untuk bisa mengatasinya," ujar Lukman, seorang warga Desa Mandala Wangi Sukasari.
Kekeringan Parah di Perbatasan Ciasem-Sukasari Subang
"Pemerintah dan instansi terkait juga harus segera mengambil langkah antisipasi agar peristiwa kekeringan ini tak kembali terjadi di masa mendatang. Tolong perhatikan nasib kami, para petani di sini," pungkas Lukman. mch
Muara Kali Ciasem Tempat Mancing Favorit di Pantura Subang, Spot Mancing Sungai Ciasem

On September 16, 2019 with No comments

Muara Sungai Ciasem adalah salah satu tempat mancing yang cukup pavorit bagi sebagian besar para mancing mania di wilayah Subang dan sekitarnya. Di kawasan daerah hilir sungai Ciasem yang bermuara di Teluk Ciasem ini terdapat beragam jenis ikan yang bisa dipancing seperti kakap putih (pelak), kedukang, lundu atau sembilang, ikan belanak hingga beberapa jenis udang.
Mancing Ikan di Muara Ciasem Subang dengan botol aqua dan terigu
Spot Mancing di Muara Kali Ciasem Blanakan Subang
DOTGO.ID. Mancing. Kali Ciasem adalah sebuah sungai utama yang berada di wilayah Subang Jawa Barat. Sungai ini membentang sepanjang kurang lebih 60 kilo meter sejak Sagala Herang di kakai Gunung Tangkuban Parahu hingga ke Teluk Ciasem.

Daerah hilir Kali Ciasem sendiri berawal sejak Desa Ciasem Hilir di wilayah Kecamatan Ciasem, hingga bermuara di Teluk Ciasem di wilayah pesisir Laut Jawa, di wilayah Desa Muara dan Desa Tanjungtiga.

Selain sebagai jalur utama bagi lalu lintas perahu nelayan di wilayah Desa Muara dan Tanjungtiga Kecamatan Blanakan, daerah hilir atau muara sungai Ciasem ini juga banyak dimanfaatkan untuk lahan pertanian, tambak ikan dan udang, termasuk juga pengolahan batu bata merah.

Selain itu, kawasan muara kali Ciasem ini juga menjadi salah satu tempat yang dianggap cukup ideal untuk memancing. Karenanya, daerah muara kali Ciasem ini nampak selalu ramai dikunjungi oleh para pemancing.

Sungai Ciasem yang langsung mengalir ke laut Jawa ini sendiri memang menawarkan beragam jenis ikan yang biasa hidup di daerah pantai seperti ikan belanak, kakap putih (pelak), lundu, sembilang bahkan hingga udang.

Dengan kondisi tersebut, tidaklah heran jika daerah muara kali Ciasem di wilayah Desa Muara dan Desa Tanjungtiga Blanakan ini menjadi salah satu tempat yang paling ideal untuk pemancing.

Pada waktu tertentu, jumlah ikan yang ada di kawasan muara sungai Ciasem ini juga kadang jauh lebih banyak dari biasanya. Jumlah ikan di muara kali Ciasem Subang akan meningkat jika ada migrasi ikan yang bergerak secara berkelompok ke arah hulu.

Seperti yang terjadi pada puncak musim kemarau tahun ini, warga di Desa Muara dan Tanjungtiga dihebohkan oleh banyaknya ikan belanak di sepanjang daerah muara sungai Ciasem.

Ikan belanak yang bergerak secara berkelompok ke arah hulu dari kawasan pantai Teluk Ciasem ini tentunya memberi berkah bagi warga sekitar. Warga pun lantas ramai ramai memancing.

Tak hanya warga Muara dan Tanjungtiga, banyaknya ikan (belanak) di muara kali Ciasem ini juga cukup menarik minat para pemancing yang datang dari daerah sekitarnya. Suasana di muara kali Ciasem pun nampak cukup ramai.
Mancing Ikan Belanak Pakai Botol Aqua dan Terigu
Tak hanya ikan belanak, beberapa pemancing juga mengaku selalu mendapat banyak jenis ikan lain, termasuk udang galah (tokal) yang memang cukup banyak terdapat di sekitar Muara Kali Ciasem, Subang Jawa Barat. mch