ADVERTISEMENT

Search This Blog

Powered by Blogger.

Jaipong Sejarah Seni Jaipongan Tradisi dan Budaya Seni Masyarakat Sunda di Jawa Barat

On January 09, 2019 with No comments

Jaipongan adalah kesenian tradisional yang cukup populer di Jawa Barat, terutama di beberapa daerah seperti Bandung, Karawang, Subang, Purwakarta hingga sebagian wilayah Banten. Jaipong adalah seni tradisi yang memadukan unsur-unsur gerakan pencak silat dengan iringan kendang pencak dan juga ketuk tilu.
Sejarah seni tari jaipong bajidoran karawang yang sangat populer di jawa barat
Jaipongan kesenian tradisional masyarakat Sunda Jawa Barat
DOTGO.ID. Seni. Tari Jaipong adalah kesenian tarian pergaulan masyarakat Jawa Barat di sebagian Tatar Sunda yang mulai populer sejak awal 1970-an. Jaipong atau jaipongan sangat populer di beberapa daerah di Jabar terutama Karawang, Bandung, Subang dan Purwakarta.

Kesenian jaipong sendiri adalah seni tradisi yang memadukan unsur seni yang sudah ada sebelumnya, yaitu pencak silat, ketuk tilu, topeng banjet hingga seni wayang golek (wayang cepak menurut sebagian kalangan).

Meski banyak kalangan menganggap tari jaipong berasal dari Bandung karena dipopulerkan oleh seorang seniman besar asal kota kembang Bandung bernana Gugum Gumbira, namun sebagian juga yakin bahwa seni jaipong berasal dari Karawang.

Keyakinan tersebut muncul karena sebelumnya masyarakat Karawang dan sekitarnya sudah mengenal seni jaipong yang dipelopori oleh H. Suwanda (pendiri grup jaipong Suwanda Grup), yang sangat populer.

H. Suwanda sendiri merupakan salah satu penabuh kendang yang sangat populer. H. Suwanda bersama seni jaipong Suwanda Grup sangat melegenda dan dikenal luas di sebagian besar wilayah Jawa Barat.

Jaipong Suwanda Grup sangat fenomenal dan dikenal luas hingga ke seantero Jawa Barat di era 1980-an, yang mana saat itu jaipongan masih menjadi seni hiburan favorit masyarakat Sunda, di sebagian wilayah Jawa Barat.

Sejarah jaipong atau yang dikenal juga Goyang Karawang ini sendiri diyakini berawal dari hasil kreatifitas H. Suanda yang memadukan beberapa unsur kesenian seperti pencak silat, kendang ketuk tilu hingga topeng banjet.

Di pertengahan 1970-an, H. Suwanda disebut-sebut sudah merekam seni jaipongan ke dalam pita kaset meski tanpa label. Sejak itu, kesenian ini mulai berkembang pesat dan dikenal luas oleh masyarakat di seputaran Karawang.

Seiring populritas jaipongan atau bajidoran yang semakin dikenal, seorang seniman kemudian membawa seni jaipong ke Bandung untuk lebih dikembangkan. Sejak itulah rekaman (kaset pita) jaipong berlabel mulai muncul.

Jaipongan pun mulai dikenal luas di Jawa Barat hingga menjadi salah satu hiburan rakyat yang paling diminati kala itu. Seni tari (ibing) Jaipongan yang memadukan beberapa unsur seni Sunda klasik ini pun sempat menjadi ladang emas dalam industri rekaman hingga awal 1990-an.

Meski memadukan unsur-unsur kesenian tersebut, namun seni tari jaipong memberi warna tersendiri dalam khazanah budaya masyarakat Sunda. Jaipong memiliki ciri tersendiri baik dalam segi tarian maupun aransemen musiknya.

Gamelan pengiring seni jaipong sendiri terbilang cukup sederhana yang terdiri dari seperangkat kendang tepak, goong (gong), ketuk (kemong), kecrek dan rebab yang bisa juga dipadukan dengan terompet karena memiliki nada yang hampir sama.

Selain alat musik tersebut, seni jaipong juga menghadirkan juru kawih atau sinden yang akan menyanyikan lagu-lagu tradisional Sunda, yang akan dilantunkan menyesuaikan irama (gamelam) musik.

Ada juga beberapa orang pria yang bertugas sebagai juru senggak (menginterupsi nyanyian juru kawih) yang biasanya dilakukan oleh para nayaga, baik itu penabuh kendang, ketuk, goong atau juga kecrek.

Selain H. Suwanda dan grup jaipongnya, kesenian ini juga melahirkan beberapa juru kawih atau sinden handal Karawang, diantaranya adalah Cicih Cangkurileung dan Mamah Emi Nurhayati.

Bersama beberapa seni tradisi Sunda lainnya seperti degung, kacapi suling atau ketuk tilu yang populer di wilayah tengah dan selatan Jabar, jaipongan juga sangat populer di daerah pesisir utara seperti Karawang, Subang, Indramayu hingga Cirebon, yang mana di daerah pesisir ini juga dikenal adanya kesenian kliningan, tarling, ronggeng, tari doger, tayub hingga kesenian sintren.

Karenanya, cukup banyak grup seni jaipong di wilayah Karawang, Bandung dan Subang, yang hingga kini masih tetap eksis. Jaipongan atau bajidoran ini oleh sebagian kalangan sering juga disebut sebagai Goyang Karawang.

Keyakinan seni jaipongan berasal dari Karawang ini diungkap oleh pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Karawang seperti ditulis situs Wikipedia yang menyebutkan, Jaipong Karawang berasal dari seni Tepak (kendang) Topeng.

Meski seni jaipong mulai dikenal luas ke seantero Jawa Barat setelah dikemas dalam bentuk rekaman kaset pita berlabel oleh seniman Bandung Gugum Gumbira, namun konon penabuh gendang dan gamelan atau para nayaganya tetap berasal dari Karawang.

Berdasarkan bukti-bukti yang ada, pihak Disbudpar Karawang berniat untuk kembali menggali seni jaipongan secara lebih mendalam, agar mendapaf pengakuan sebagai seni tradisional Sunda khas Karawang.

Terlepas dari itu semua, tari Jaipongan sendiri adalah salah satu seni tradisi masyarakat Sunda paling populer dan dikenal luas oleh sebagian besar masyarakat Jawa Barat.
Grup Jaipong Galura Putri Binangkit Pagaden Barat Subang
Saat ini, kesenian jaipongan sendiri kerap dikolaborasikan dengan kesenian modern dengan memadukan alat musik etnik Sunda berupa kendang, rebab, terompet dan gong, dengan alat musik modern seperti organ, piano, gitar dan drum. mch/baim
-->
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »