ADVERTISEMENT

Search This Blog

Powered by Blogger.

Pemukiman Nelayan Muara Ciasem, Perkampungan Nelayan di Desa Muara Blanakan Subang

On February 25, 2019 with No comments

Pemukiman Nelayan Muara Ciasem adalah sebuah kawasan yang mayoritas dihuni oleh warga yang berprofesi sebagai nelayan atau bergerak di bidang usaha perikanan. Pemukiman Nelayan Muara Ciasem berlokasi di Dusun Sindanglaut I, di sekitar TPI Mina Bahari.
Tpi mina bahari dan perkampungan nelayan muara ciasem blanakan subang
Kawasan Pemukiman Nelayan TPI Mina Bahari Muara Ciasem
DOTGO.ID. Pantura. Muara Ciasem adalah sebuah desa di wilayah pesisir utara Subang yang masuk ke dalam wilayah Kecamatan Blanakan. Letak geografis Desa Muara memanjang dari selatan hingga ke utara di pesisir Laut Jawa.

Sebagian besar wilayah Desa Muara sendiri mengikuti aliran Sungai Ciasem yang bermuara di perairan Teluk Ciasem. Karenanya, Desa Muara Ciasem dikenal sebagai salah satu desa nelayan di Pantura Subang.

Selain berprofesi sebagai petani sawah juga petani tambak budidaya ikan dan udang, sebagian besar masyarakat Desa Muara juga berprofesi sebagai nelayan. Sebagian masyarakat Desa Muara mengandalkan mata pencahariannya sebagai nelayan.

Karenanya, di sepanjang aliran Sungai Ciasem cukup banyak ditemui perahu nelayan, dari mulai Dusun Sukamulya, Sukaasih, Sindanglaut II, hingga Dusun Sindanglaut I, di daerah Muara Kali Ciasem.

Aktivitas nelayan di Desa Muara sendiri terkonsentrasi di Dusun Sindanglaut I, yang mana di kawasan ini hampir seluruh penduduknya berprofesi sebagai nelayan, atau menggeluti bidang usaha perikanan.

Kawasan pemukiman di Dusun Sindanglaut I ini sendiri adalah perkampungan nelayan yang mana di daerah ini juga terdapat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Mina Bahari, yang menaungi para nelayan yang ada di Desa Muara dan juga Desa Tanjungtiga.

Aktivitas warga di pemukiman nelayan Desa Muara Ciasem ini bisa dilihat di sekitar TPI Mina Bahari, yang setiap harinya selalu ramai oleh banyaknya perahu milik para nelayan.

Setelah pulang melaut dengan membawa hasil tangkapan ikan, nelayan di perairan Muara Ciasem akan langsung membawa ikan hasil melaut tersebut untuk dilelang di TPI Mina Bahari. Karenanya, hampir setiap hari di TPI Mina Bahari selalu ramai oleh aktivitas jual beli ikan laut.

Selain berprofesi sebagai nelayan, sebagian warga di pemukiman nelayan Muara Ciasem juga menggeluti bidang usaha perikanan lainnya. Cukup banyak warga yang menjadi pengepul ikan, lau menjual ikan-ikan tersebut ke berbagai daerah termasuk ke sentra perikanan di wilayah DKI Jakarta.

Selain ikan segar, sebagian warga di pemukiman nelayan Muara Ciasem juga mengolah ikan kering atau ikan asin, yang memiliki waktu simpan lebih lama. Cukup banyak usaha pengolahan ikan kering dan ikan asin di sepanjang Muara Kali Ciasem, di sekitar TPI Mina Bahari.

Aktivitas nelayan di TPI Mina Bahari dan juga usaha perikanan di pemukiman nelayan Muara Ciasem ini memberi kontribusi ekonomi yang cukup besar, bagi sebagian masyarakat Desa Muara, Blanakan, Subang.

Sayangnya, kondisi tersebut masih belum didukung oleh sarana infrastruktur jalan lingkungan yang memadai. Sebagian jalan lingkungan di pemukiman nelayan Muara Ciasem ini kondisinya masih cukup memprihatinkan.

Saat turun hujan, jalan lingkungan di pemukiman nelayan Muara Ciasem akan tergenang hingga berhari-hari. Karenanya, warga di pemukiman nelayan Muara Ciasem berharap pemerintah segera turun tangan untuk membenahi persoalan tersebut.

"Kami sudah sering usul agar jalan di lingkungan Mina Bahari segera derbaiki, tapi sampai hari ini kondisinya masih belum berubah. Kami minta Pemdes Muara atau Pemda Subang segera turun tangan," ujar Nana, seorang warga nelayan saat ditemui di sekitar TPI Mina Bahari.

Pemukiman nelayan Muara Ciasem sendiri disebut - sebut sebagai salah satu perkampungan nelayan tertua yang ada di Pantura Subang. Keyakinan tersebut berdasar pada TPI Mina Bahari yang sudah ada sejak era kolonial belanda di awal tahun 1930-an.
Pemukiman Nelayan Desa Muara Ciasem di Kawasan TPI Mina Bahari
Beberapa tokoh masyarakat Desa Muara bahkan meyakini, jika ratusan tahun silam sudah ada tempat pelelangan ikan yang lebih sederhana, sebelum TPI Mina Bahari sebagai lembaga koperasi nelayan berdiri saat ini. mch/baim
-->
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »