ADVERTISEMENT

Search This Blog

Powered by Blogger.

Pandanjati Bantarbolang Makam Keramat Penyebar Islam yang Banyak Diziarahi di Bantarbolang Pemalang

On March 08, 2019 with No comments

Pandanjati Keramat Bantarbolang Pemalang Jawa Tengah, adalah salah satu situs makam yang paling banyak diziarahi karena diyakini memiliki karomah. Syech Pandan Jati sendiri diyakini sebagai salah satu Waliyullah yang pernah menyebarkan agama Islam di daerah Bantarbolang. Pandanjati adalah salah satu murid kesayangan dari Mbah Bantarbolang.
Karomah syech pandanjati bantarbolang keramat pemalang jawa tengah
Keramat Bantarbolang Syech Pandanjati Pemalang Jawa Tengah
DOTGO.ID. Bantarbolang. Pandanjati adalah salah satu tokoh paling populer yang diyakini sebagai seorang penyebar agama Islam di daerah selatan Pemalang, Bantarbolang. Syeh Pandanjati adalah salah satu murid dari seorang tokoh linuwih, yakni Mbah Bantarbolang.

Mbah Bantarbolang sendiri adalah seorang tokoh yang diyakini sangat sakti dan tinggal di Bantarbolang, yang saat itu masih berupa hutan, khususnya hutan jati. Mbah Bantarbolang adalah seorang petapa yang hidup menjauh dari keramaian.

Bagi sebagian masyarakat khususnya di Jawa yang sering melakukan perjalanan ziarah, tentunya sudah sangat familiar dengan keberadaan makam keramat Syech Pandanjati. Lokasi makam Pandanjati sendiri berdekatan dengan makam Mbah Bantarbolang dan muridnya yang lain, yaitu Mbah Palintaran.

Keramat Bantarbolang yang didalamnya terdapat makam Syech Pandanjati, Mbah Bantarbolang dan Mbah Palintaran ini merupakan situs makam yang paling sering dikunjungi oleh para peziarah dari berbagai daerah.

Dalam sejarahnya, Pandanjati sendiri adalah seorang tokoh atau pembesar Kerajaan Mataram yang mengasingkan diri ke daerah barat tepatnya di kawasan hutan Bantarbolang. Ki Pandanjati mengasingkan diri karena ia dituduh melakukan korupsi dan dihukum seumur hidup.

Saat berada di kawasan hutan Bantarbolang itulah Ki Pandan Jati lantas bertemu dengan Mbah Bantarbolang, seorang petapa sakti nan mumpuni. Karena merasa iba dan tersentuh oleh kebaikannya, Mbah Bantarbolang lantas mempersilahkan Pandanjati untuk tinggal dirumahnya.

Sambil berurai air mata, Ki Pandanjati pun mulai menceritakan semua kisah hidupnya yang sedang didera fitnah, hingga akhirnya ia mengembara ke arah barat. Mbah Bantarbolang pun percaya dan merasa yakin jika Pandanjati adalah orang yang baik dan jujur.

Ki Pandanjati kemudian diangkat menjadi murid dan digembleng dengan bermacam ilmu kanuragan dan juga budi pekerti. Bersama murid Mbah Bantarbolang yang lain yaitu Ki Palintaran, Pandanjati lantas menjelma menjadi pribadi yang sangat tangguh secara lahir dan batin.

Dalam persepsi budaya masyarakat Jawa, Pandanjati diyakini sebagai sosok linuwih yang waskita dan mumpuni. Bersama Ki Palintaran yang sudah lebih dulu berguru, Ki Pandanjati menjadi murid kesayangan Mbah Bantarbolang dan mewarisi semua ilmu kesaktian dari gurunya tersebut. Mbah Palintaran dan Pandanjati adalah dua pendekar sakti yang berbudi luhur.

Karena laku spiritual dan olah kebatinannya, Ki Pandanjati dan Ki Palintaran menjadi orang sakti yang weruh sedurunge winara (bahasa Jawa), atau mampu menerawang sebuah peristiwa yang akan terjadi di masa yang akan datang.

Mbah Bantarbolang yang merasa semakin rapuh karena usia, lantas berniat mencari penggantinya. Namun karena Ki Pandanjati dan Ki Palintaran sama-sama mumpuni, Mbah Bantarbolang pun merasa bingung untuk memilih. 

Mbah Bantarbolang lalu menguji kedua muridnya tersebut untuk mengetahui siapa yang paling layak menjadi pemimpin di padepokannya kelak.

Mbah Bantarbolang kemudian meninggalkan padepokan secara diam-diam dan memberikan kesempatan pada Kyai Pandanjati dan Ki Palintaran untuk memimpin dan memberi pengajaran kepada murid-muridnya yang lain, di padepokan Bantarbolang.

Ditinggalkan sang guru, seluruh murid Mbah Bantarbolang merasa kehilangan. Ki Pandanjati dan Ki Palintaran pun berusaha untuk bisa segera menemukannya.

Karena memiliki mata batin yang lebih tajam, akhirnya Kyai Pandanjati mampu menemukan gurunya tersebut. Saat keduanya bertemu, Mbah Bantarbolang enggan untuk kembali, dan meminta Pandanjati untuk memimpin padepokannya.

Ki Pandanjati pun menuruti kemauan Mbah Bantarbolang, dan dengan sepenuh hati ia mau menjadi guru dan memimpin padepokan Bantarbolang, hingga akhir hayatnya. Setelah meninggal, ketiganya dimakamkan di lokasi yang sama, yakni di keramat Bantarbolang.

Makam Mbah Bantarbolang dan kedua muridnya yang relatif berdekatan ini selalu ramai diziarahi. Namun karena diyakini sebagai salah satu tokoh Mataram yang pernah mensyiarkan Islam di daerah tersebut, makam Kyai Pandanjati menjadi yang paling ramai diziarahi.

Syech Pandanjati, Mbah Bantarbolang dan saudara seperguruan yaitu Mbah Palintaran dimakamkan di tanah perbukitan yang dibawahnya mengalir sebuah sungai. Komplek makam tersebut kini lebih dikenal dengan sebutan Keramat Bantarbolang.

Menurut beberapa peziarah, mayoritas yang datang ke makam keramat Bantarbolang adalah untuk ngalap berkah (mencari berkah), agar doa-doanya bisa segera terkabul, dengan perantara orang shaleh yang dianggap sebagai waliyullah.

"Umumnya peziarah datang untuk berdoa agar dimudahkan dalam segala urusan, termasuk soal usaha. Malah ada yang berkeyakinan jika berdoa dan bertawasul di sini, kalau punya hutang bisa cepat lunas. Intinya ada saja jalan keluarnya," ujar seorang peziarah yang meminta identitasbya dirahasiakan.

Selain selalu ramai dikunjungi para peziarah, situs makam keramat Bantarbolang sendiri selalu diperingati oleh pemerintah daerah dan masyarakat setempat dengan menggelar acara Wungon yang sudah menjadi tradisi turun temurun, dan diperingati setiap malam 17 Agustus, menjelang hari proklamasi kemerdekaan RI.

Dalam prosesi Wungon tersebut, tokoh masyarakat setempat akan membacakan sejarah makam Syech Pandanjati, termasuk asal-usul dan perjalanan hidup Mbah Bantarbolang dan murid-muridnya tersebut.

Meski demikian, sebagian menyebutkan makam Pandanjati di Bantarbolang ini hanya sebuah petilasan. Sebuah riwayat menyebutkan, Kyai Pandanjati berkelana ke arah selatan untuk mensyiarkan Islam hingga akhirnya kembali ke Mataram. Pandanjati kembali dan diterima di Mataram setelah tuduhan yang dialamatkan pada dirinya tidak terbukti.

Keramat Bantarbolang dan makam Syech Pandanjati merupakan sebuah situs budaya-religius yang memiliki nilai-nilai luhur dan patut diteladani. Terlepas dari apapun niat hati para peziarah, makam keramat Pandanjati Bantarbolang adalah kearifan lokal peninggalan leluhur masyarakat Bantarbolang.

Makam Pandanjati Bantarbolang sendiri cukup mudah dijangkau baik menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Jika dari arah barat, setelah memasuki Kota Pemalang dan melewati alun-alun kota, tinggal berbelok ke arah kanan. Jika dari arah timur, tinggal berbelok ke kiri di lampu merah sebelum alun-alun kota Pemalang.
Makam Keramat Syech Pandanjati Bantarbolang Pemalang
Keramat Pandanjati Bantarbolang berlokasi di sebelah selatan kota Pemalang, di jalan lintas utama Bantarbolang - Randu Dongkal - Bobotsari. Akses masuk menuju keramat Bantarbolang berada persis di seberang Pasar Bantarbolang. mch/baim
-->
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »