ADVERTISEMENT

Search This Blog

Powered by Blogger.

Ki Tambleg Misteri Pohon Raksasa Tua Langka di Tengah Perkebunan Tebu Purwadadi Subang Jawa Barat

On July 24, 2019 with No comments

Ki Tambleg atau Pohon Baobab, adalah jenis pohon langka yang berasal dari daratan Afrika dan Australia. Di Indonesia Pohon Baobab atau Ki Tambleg yang sering juga disebut Asem Buto ini hanya tumbuh di beberapa tempat salah satunya di areal PerkebunanTebu Purwadadi dan Cikaum, di wilayah Kabupaten Subang Jawa Barat.
Pohon Baobab Ki Tambleg Pohon Raksasa yang angker di tengah perkebunan tebu Subang Ki Tambleg
Ki Tambleg Pohon Tua Raksasa di Kebun Tebu Purwadadi
DOTGO.ID. Subang. Perkebunan Tebu Purwadadi dan Cikaum adalah areal milik dari PG Rajawali II yang membentang luas di dua wilayah, yakni di wilayah Kecamatan Purwadadi, Cikaum hingga sebagian kecil Patokbeusi.

Selain area kebun tebu yang cukup luas, kawasan ini juga cukup menyita perhatian banyak pihak karena keberadaan pohon Baobab Ki Tambleg, yaitu jenis pohon langka yang berasal dari Afrika daratan dari Madagaskar.

Selain di wilayah Afrika, Ki Tambleg atau pohon Baobab dengan nama ilmiah Adansonia Digitata ini juga banyak tumbuh di wilayah Benua Australia yang memiliki iklim dan kondisi alam yang relatif hampir sama.

Dengan bentuk batang pohon yang cukup besar, pohon Baobab Ki Tambleg yang kadang juga disebut pohon boaboa dan boab ini memiliki tinggi antara 5 meter hingga 25 meter.

Dengan bentuk yang cukup besar, pohon ini mampu menyimpan sekitar 120.000 liter air di di dalam pokok batangnya yang menyerupai botol besar. Dengan kondisi tersebut, pohon Baobab Ki Tambleg bisa bertahan dalam kondisi dan juga lingkungan sekitar yang umumnya panas (tropis).

Di Indonesia, pohon Baobab hanya tumbuh di beberapa tempat saja seperti di beberapa wilayah Jakarta, Bali, Purwokerto Jawa Tengah, dan yang terbanyak terdapat di wilayah Kabupaten Subang Jawa Barat.

Masyarakat Subang dan Jawa Barat pada umumnya menyebut pohon Baobab dengan sebutan Ki Tambleg, karena artinya tua dan kokoh. Dalam bahasa Sunda, nama Ki atau Aki ini merujuk pada orang tua atau kakek, sementara Tambleg memiliki arti kokoh atau sangat berat.

Bagi masyarakat Jawa, nama lain Ki Tambleg ini adalah Asem Buto (asem raksasa). Meski sepintas pohon ini memiliki tekstur yang hampir sama dengan Pohon Kapuk atau Randu, namun rasa dari isi buah Ki Tambleg konon mirip dengan buah pohon asem (sedikit asam).

Di wilayah Kabupaten Subang, Ki Tambleg atau Pohon Baobab sendiri banyak tumbuh di area perkebunan tebu milik PG Rajawali II, di wilayah kecamatan Purwadadi dan Kecamatan Cikaum Subang.

Selain di area kebun tebu milik PG Rajawali II, Ki Tambleg juga banyak tumbuh di wilayah Subang lainnya seperti di wilayah Manyingsal, Cipunagara, hingga daerah perkebunan di wilayah Kecamatan Cipeundeuy.

Karena menjadi salah satu pohon langka yang sangat jarang tumbuh di wilayah Indonesia, pohon Ki Tambleg yang banyak tumbuh di perkebunan tebu Purwadadi ini pun sudah banyak direlokasi ke banyak tempat terutama Jakarta.

Ada belasan pohon Ki Tambleg yang pernah direlokasi lalu di tanam di Universitas Indonesia Depok, termasuk juga di Kebun Raya Bogor. Karena sudah dianggap menjadi ikon konservasi lingkungan di Subang, satu dari pohon Ki Tambleg juga di relokasi dan ditanam di depan Gedung Wisma Karya Subang.

Tak hanya sebagai ikon konservasi alam dan lingkungan di Subang, Ki Tambleg ini juga diyakini memiliki nilai historis yang cukup tinggi. Ki Tambleg yang berusia ratusan tahun ini menjadi saksi sejarah dari era kolonial di Indonsia, khususnya di wilayah Kabupaten Subang.

Ki Tambleg sendiri diyakini masuk ke Indonesia karena dibawa oleh bangsa Belanda atau Inggris, untuk ditanam di beberapa area perkebunan termasuk salah satunya di wilayah Purwadadi dan Cikaum Subang.

Meski demikian, beberapa literatur juga menuliskan bahwa Ki Tambleg atau Asem Buto (pohon asem raksasa) ini dibawa masuk ke Indonesia oleh para saudagar asal Timur Tengah melalui jalur niaga atau perdagangan laut.

Dibalik bentuknya yang cukup eksotik karena menyerupai bonsai berukuran raksasa, tak sedikit pula warga yang menganggap Ki Tambleg menyimpan sisi mistis. Sebagian warga di daerah perkebunan tebu Purwadadi dan Cikaum Subang bahkan menyebut pohon Ki Tambleg cukup angker.

Meski tak menyebut secara spesifik, namun beberapa warga mengaku pernah melihat penampakan dan atau suara suara aneh yang berasal dari Ki Tambleg. Terlebih, pohon ini juga berada di areal perkebunan tebu yang sepi dan cukup gelap di malam hari.

Saat ini, jumlah Ki Tambleg di wilayah Subang sendiri sudah cukup banyak berkurang, karena Ki Tambleg sudah banyak direlokasi ke tempat lain. Ki Tambleg adalah saksi bisu dari pweistiwa yang terjadi ratusan tahun yang lalu.
Ki Tambleg Adasonia Digitata Pohon Baobab Raksasa Tua
Selain di areal perkebunan tebu, Ki Tambleg juga tumbuh subur di wilayah Kecamatan Ciasem, termasuk di area PT Sanghyang Seri Sukamandi. Sayangnya, Ki Tambleg di kawasan ini juga sudah direlokasi. mch
-->
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »