ADVERTISEMENT

Search This Blog

Powered by Blogger.

Roro Jonggrang Bandung Bondowoso Cerita Rakyat Jawa Misteri Asal-Usul Candi Prambanan yang Mistis dan Legendaris

On July 12, 2019 with No comments

Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso, adalah legenda rakyat Jawwa yang sangat populer di sekitaran Jawa Tengah dan Yogyakarta. Cerita rakyat Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso, dikaitkan dengan asal usul Candi Prambanan, Candi Sewu, hingga situs peninggalan istana Ratu Boko.
Asal usul sejarah Candi Prambanan kisah Dewi Loro Jonggrang dan Raden Bandung Bandawasa
Legenda Roro Jonggrang dongeng Candi Prambanan
DOTGO.ID. Legenda. Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Indonesia, yang dibangun oleh Rakai Pikatan dari Kerajaan Medang Mataram. Berdasar pada Prasasti Prambanan, candi ini mulai dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi.

Candi prambanan yang bernama asli Syiwagra merupakan candi utama kerajaan mataram kuno, sebelum ibukota Medang Mataram dipindah ke wilayah jawa timur, pada sekitar tahun 930 masehi.

Pusat kekuasaan Kerajaan Medang Mataram sendiri dipindah, dan candi prambanan pun mulai ditinggalkan, karena bencana gempa bumi dan letusan dahsyat Gunung Merapi di sebelah utara prambanan.

Sementara legenda menyebutkan, komplek Candi ini dibangun oleh Bandung Bondowoso, sebagai syarat untuk bisa menikahi Roro Jonggrang, puteri dari Prabu Boko dari Kerajaan Boko Harjo.

Alkisah, ada dua kerajaan yang selalu berseteru yaitu Kerajaan Pengging, yang dipimpin Prabu Damar Maya, dengan Kerajaan Boko dengan Rajanya Prabu Boko, yang merupakan seorang raksasa bertubuh tinggi besar.

Suatu ketika, Prabu Boko mengobarkan perang dengan Kerajaan Pengging, karena ingin menguasai Pengging, yang subur dan makmur. Untuk menghadapi Prabu Bhoko, Raja pengging Prabu Damar Maya, lantas mengirim puteranya, raden Bandung Bondowoso yang sakti mandera guna, untuk berperang ke medan laga.

Dalam sebuah pertempuran yang sengit, Raden Bandung Bondowoso, yang gagah berani ini berhasil menewaskan Prabu Bhoko, raja raksasa yang gemar memakan daging manusia.

Mendapati rajanya telah tewas, Patih Kerajaan Boko yaitu Patih Gopala, segera kembali ke Keraton, dan melaporkan peristiwa tersebut kepada puteri Raja Boko yang cantik jelita, bernama Roro Jonggrang.

Mendengar kematian ayahnya, Roro Jonggrang merasa sangat sedih. Ia pun merasa sangat marah, dan menaruh dendam pada Bandung Bondowoso, yang telah menewaskan ayahnya.

Bandung Bondowoso yang berhasil mengalahkan Raja Boko dan tentaranya, lantas bergerak maju memasuki ibukota Kerajaan boko. Saat masuk ke Istana Boko dan bertemu puteri Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso tiba tiba saja merasa jatuh hati.

Raden Bandung Bondowoso pun langsung menyatakan, dia ingin melamar puteri roro jonggrang. Sayangnya, puteri Prabu Boko dewi Roro Jonggrang langsung menolak, karena tak mau menikah dengan orang yang sudah menewaskan ayahnya.

bandung Bondowoso yang sudah terlanjur jatuh hati, terus membujuk roro jonggrang, agar mau menikah dengan dirinya. Raden Bandung Bondowoso juga mengajak Roro Jonggrang, untuk bisa menyatukan kerajaan Boko dan kerajaan pengging, yang selama ini selalu bersaing.

Karena Bandung Bondowoso terus memaksa, Roro Jonggrang pun akhirnya menerima dengan syarat, Bandung Bondowoso harus membuat Sumur Jalatunda dan juga seribu candi yang megah, dalam tempo hanya semalam saja.

Karena merasa memiliki kesaktian luar biasa, Bandung Bondowoso pun langsung menerima syarat dari Roro Jonggrang, yang bagi manusia biasa terasa sangat mustahil.

Dengan kesaktiannya, Raden Bandung Bondowoso pun langsung memanggil mahluk halus, yaitu para lelembut dari dasar perut bumi, untuk ikut mengerjakan syarat dari roro jonggrang tersebut.

Tak lama setelah itu, Bandung Bondowoso berhasil membuat Sumur Jalatunda. Roro Jonggrang lantas meminta Bandung Bondowoso, untuk segera turun ke dasar sumur, guna memeriksa bagian dalam dari sumur Jalatunda tersebut.

Tanpa diduga, Roro Jonggrang dengan dibantu Patih Gopala langsung menimbun Sumur Jalatunda dengan bebatuan dan tanah. Namun dengan kesaktiannya, Bandung Bondowoso berhasil ke luar dari dasar Sumur Jalatunda yang sangat dalam.

Bandung Bondowoso sebenarnya merasa sangat marah, namun karena melihat paras cantik Roro Jonggrang, hati Bandung Bondowoso pun kembali luluh.

Dengan dibantu para lelembut mahluk dari dasar bumi, Bandung Bondowoso lantas mengerjakan syarar kedua, yaitu membuat seribu candi yang megah.

Setelah lewat tengah malam, Bandung Bondowoso berhasil menyelesaikan 999 candi, dan hanya tinggal membuat satu candi, agar syarat dari Roro Jonggrang bisa terpenuhi.

Roro Jonggrang yang merasa panik pun lantas menyuruh para emban dan juga dayang istana beserta rakyat Boko khususnya kaum perempuan, untuk menumbuk padi. Rakyat Kerajaan Bhoko juga diminta untuk membakar kayu dan jerami padi yang kering di sebelah timur.

Karena suasana yang ramai dan terang benderang, ayam jantan pun langsung berkokok bersahutan. Melihat kondisi tersebut, mahluk halus para lelembut lantas pergi dan kembali ke dasar perut bumi, karena mengira hari sudah pagi dan matahari akan segera terbit.

Mendapati usahanya yang gagal, karena tipu daya sang puteri, Raden Bandung Bondowoso yang sakti ini lantas mengutuk Roro Jonggrang menjadi batu.

Bandung Bondowoso lantas berkata, "wahai Roro Jonggrang, dirimu sungguh keras kepala, seperti batu. Aku kutuk dirimu menjadi batu," begitulah ucapan yang keluar dari mulut Raden Bandung Bondowoso.

Dikisahkan, kutukan bandung Bondowoso langsung dikabul, dan Roro Jonggrang pun langsung menjadi batu. Roro Jonggrang menjadi arca batu, berbentuk seorang perempuan langsing, untuk melengkapi 999 candi yang telah dibuat Bandung Bondowoso, agar genap menjadi 1000 candi.

Loro Jonggrang yang artinya 'gadis ramping' ini tetap abadi, dalam perwujudan arca Dewi Bathari Durga, yang kini ada di salah satu candi utama di komplek Candi Prambanan. Candi Prambanan sendiri adalah komplek candi yang memiliki sekitar 240 candi, namun sebagian besarnya telah runtuh.

Banyak sejarawan yang menduga, legenda Roro Jonggrang ini muncul, karena Candi Prambanan pernah runtuh dan tertimbun abu letusan Gunung Merapi yang dahsyat. Setelah beratus tahun seperti menghilang, candi prambanan kembali ditemukan pada sekitar tahun 1700-an, di era kolonial belanda.

Sebelum prasasti yang mencatat sejarah Candi Prambanan ini kembali ditemukan, sebagian masyarakat Jawa yang dikenal memiliki sisi spiritualis tinggi lantas mengaitkan Candi Prambanan, dengan cerita rakyat Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso.

Sepintas, legenda Roro Jonggrang ini sangat mirip dengan kisah Sangkuriang dan Dayang Sumbi, yang menceritakan asal usul Gunung Tangkuban Parahu di Jawa Barat.

Selain Candi Prambanan, legenda Roro Jonggrang ini juga dikaitkan dengan Candi Sewu, yang juga merupakan Candi Hindu yang cukup besar yang letaknya berdekatan dengan komplek Candi Prambanan.

Legenda Loro Jonggrang juga dikaitkan dengan situs sejarah Istana peninggalan Ratu Boko, yang berjarak sekitar 3 kilo meter dari komplek Candi Prambanan, di wilayah Desa Boko Harjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Legenda Asal-usul Candi Prambanan Kisah Roro Jonggrang
Kisah Roro Jonggrang adalah cerita rakyat yang merupakan warisan luhur masarakat Jawa, dalam bentuk karya sastra yang sangat melegenda, dan bahkan cukup populer hingga ke manca negara. mch
-->
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »