ADVERTISEMENT

Search This Blog

Powered by Blogger.

Sejarah Karawang Raden Singaperbangsa Kertabumi Galuh, Ziarah Makam Bupati Karawang di Cilamaya Kulon

On July 17, 2019 with No comments

Raden Singaperbangsa adalah salah satu tokoh yang paling penting dalam sejarah kota Karawang, Jawa Barat. Raden Adipati Singa Perbangsa yang bergelar Adipati Kertabumi IV ini adalah Bupati Karawang pertama yang mulai memerintah sejak tahun 1633 hingga tahun 1677.
Makam Raden Singaperbangsa dan sejarah berdirinya kabupaten Karawang Jawa barat
Sejarah Kabupaten Karawang Raden Singaperbangsa
DOTGO.ID. Sejarah. Karawang adalah sebuah Daerah Tingkat II atau daerah Kabupaten yang berada di wilayah pesisir utara Jawa Barat. Kabupaten Karawang yang dikenal subur ini adalah salah satu lumbung padi nasional.

Secara resmi, pemerintahan Kabupaten Karawang yang dianggap mandiri mulai berlangsung sejak tahun 1633, sejak dipimpin oleh Raden Singa Perbangsa atau Adipati Kertabumi IV.

Sebelumnya, Karawang sendiri menjadi bagian dari Kerajaan Sunda - Pajajaran, hingga Kesultanan Cirebon dan Banten. Jauh sebelumnya, Karawang diyakini sebagai bagian utama dari Kerajaan Taruma Nagara di awal abad VII Masehi.

Sejarah kota kabupaten Karawang sendiri bermula saat Sultan Agung Mataram mengutus seorang pembesar negeri Galuh Kertabumi, yang masih keturunan dari raja Sumedang Larang, yaitu Raden Wira Perbangsa, agar bisa menguasai wilayah Karawang.

Setelah berhasil menguasai Karawang yang sebelumnya dikuasai oleh Pangeran Nagararan dari Kesultanan Banten, Raden Wira Perbangsa atau Adipati Kertabumi III yang merupakan ayah dari Raden Singa Perbangsa ini diberi kewenangan penuh oleh Sultan Agung Mataram.

Setelah laskar Mataram gagal mengusir VOC Belanda dari Batavia dalam serangan yang terjadi pada 22 Agustus 1628 dan Mei 1629, Sultan Agung masih memiliki niat untuk kembali menyerang Batavia, salah satunya dengan menjadikan Raden Wira Perbangsa sebagai penguasa Karawang.

Wira Perbangsa atau Raden Adipati Kertabumi III mendapat tugas untuk bisa mengamankan wilayah Karawang dan juga memperkuat logistik, salah satunya dengan membuka lahan pesawahan dan irigasi pertanian. Karawang pun lalu berkembang menjadi daerah pertanian yang subur. 

Akan tetapi, niat Sultan Agung untuk kembali menyerang Batavia (kini Jakarta) dan mengusir Belanda dari Tanah Jawa tak pernah terwujud. Sultan Agung Mataram sendiri meninggal dunia pada tahun 1645

Sebagai wakil dari Sultan Agung Mataram yang berkuasa di Karawang. Raden Adipati Kertabumi III Wira Perbangsa ini lantas dipanggil ke ibukota Mataram dan diberi hadiah Keris Pusaka Kyai Karosinjang, pada sekitar tahun 1633.

Sayangnya, tugas dari Sultan Agung Mataram tersebut tak bisa dituntaskan, karena Raden Kertabumi III wafat saat berada di Galuh Kertabumi, dalam perjalanan pulang dari ibukota Mataram ke Karawang.

Tugas Raden Wira Perbangsa pun lantas diteruskan oleh puteranya yakni Raden Singa Perbangsa, yang setelah diangkat menjadi Wedana Adipati bergelar Raden Adipati Kertabumi IV.

Melalui Piagam Pelat Kuning Kandang Sapi Gede, Sultan Agung Hanyokro Kusumo dari Mataram lantas mengangkat Raden Singa Perbangsa menjadi Wedana Adipati untuk berkuasa penuh mewakili Mataram di Karawang.

Raden Adipati Singa Perbangsa berkuasa selama 40 tahun lebih, tepatnya sejak 14 Setember 1633, hingga tahun 1677. Penobatan Singa Perbangsa oleh Sultan Agung Mataram inilah yang dianggap oleh para sejarawan sebagai titik awal terbentuknya Kabupaten Karawang.

Raden Singa Perbangsa (Galuh) Karawang yang memiliki garis keturunan Prabu Geusan Ulun dari Sumedang Larang ini menempatkan pusat pemerintahan Karawang di sekitar Bunut Kertayasa, yang saat ini menjadi Kelurahan Karawang Kulon.

Saat memimpin Karawang, Raden Adipati Singa Perbangsa dibantu oleh Aria Wirasaba, yang oleh VOC Belanda disebut Tweede Regent, atau Bupati Kedua. Singa Perbangsa sendiri disebut Hoofd Regent, yang artinya Bupati Utama.

Raden Singa Perbangsa Karawang yang wafat pada tahun 1677 ini dimakamkan di Komplek Makam Bupati Karawang di Dusun Ciparage, Desa Manggung Jaya, Kecamatan Cilamaya Kulon.

Raden Singa Perbangsa Kertabumi Karawang yang juga bergelar Dalem Kalidaon atau Kyai Panembahan Eyang Manggung ini dimakamkan bersama isteri dan juga beberapa Bupati Karawang sesudahnya.

Makam Bupati Karawang Cilamaya Kulon:
  • Bupati Pertama Kyai Panembahan Raden Adipati Singa Perbangsa Kertabumi IV, periode 1633 - 1677
  • Bupati Kedua Raden Anom Wirasuta atau Dalem Panatayuda I periode 1679 - 1720
  • Bupati Ketiga Raden Jaya Negara atau Dalem Panatayuda II, periode 1721 - 1731
  • Bupati Keempat Raden Marta Negara Dalem Panatayuda III, periode 1731 - 1752
  • Bupati Kelima Raden Moch. Soleh Dalem Panatayuda IV, periode 1752 - 1786
  • Bupati Keenam Mbah Dalem Suro Raden Singasari Panatayuda periode 1786 - 1811
Hingga kini, makam Raden Singa Perbangsa menjadi salah satu situs bersejarah yang paling banyak diziarahi oleh warga Karawang dan sekitarnya. Tak hanya masyarakat Karawang, situs cagar budaya ini juga banyak dikunjungi para peziarah dari daerah lain.

Karena diangap memilki banyak karomah, peninggalan Raden Singa Perbangsa berupa sumur tua yang letaknya di belakang makam atau di samping depan mushola ini sering didatangi oleh para peziarah.

Sebagian peziarah merasa yakin jika asbab dari air sumur keramat Singa Perbangsa tersebut, akan bisa membuat enteng jodoh, juga bisa mengobati penyakit, dan berbagai masalah lainnya, tentunya atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa.

Selain masyarakat pada umumnya, kompleks Makam Bupati Karawang di Manggung Jaya Cilamaya ini juga selalu diziarahi oleh Bupati Karawang dan jajarannya, saat memasuki Bulan Maulud atau HUT Kota Karawang pada tanggal 14 September.

Nama Karawang sendiri diyakini pertama kali muncul dalam Naskah Bujangga Manik, seorang pendeta dan pengelana asal Kerajaan Sunda Pajajaran.

Dalam naskahnya, Bujangga Manik menuliskan, "Leteng karang ti Karawang, leteng susuh ti Malayu, pamuat aki puhawang. Dipinangan pinang tiwi, pinang tiwi ngubu cai."

Secara bahasa, tulisan Bujangga Manik tersebut mengandung arti bahwa Karawang artinya adalah sebuah tempat yang banyak memiliki genangan air atau rawa-rawa.

Kabupaten Karawang yang dikenal karena memiliki area pesawahan yang sangat luas ini diyakini sudah sejak lama dihuni oleh kelompok awal manusia, dari peradaban yang sudah sangat tua.
Ziarah Makam Bupati Karawang di Cilamaya Kulon
Pemukiman awal manusia di wilayah utama Karawang berdasar pada Situs Candi Batujaya dan Cibuaya ini diyakini jauh lebih tua dari era Kerajaan Taruma Nagara, kerajaan Hindu tertua di Tanah Jawa. mch
-->
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »