ADVERTISEMENT

Search This Blog

Powered by Blogger.

Singa Dangdut Kesenian Khas Pantura Subang yang Digemari Anak-anak Hingga Orang Dewasa

On August 27, 2019 with No comments

Singa Dangdut adalah salah satu kesenian khas masyarakat di pesisir utara Jawa Barat seperti Subang, Indramayu, Cirebon dan sebagian Karawang, bahkan hingga ke sebagian wilayah Jawa Tengah seperti Brebes dan Tegal. Menurut sejarahnya, kesenian ini berawal dari seni Sisingaan khas Subang.
Arak arakan Singa Dangdut kesenian khas Pantura Subang, Indramayu dan cirebon
Arak-arakan Singa Dangdut Saat Berkeliling Kampung
DOTGO.ID. Seni. Sisingaan adalah salah satu jenis seni tradisi yang berkembang pesat di wilayah Subang Jawa Barat. Seiring berjalan waktu, seni Sisingaan lantas merambah ke daerah lain di sekitar wilayah Subang.

Ada cukup banyak nama atau penyebutan untuk jenis kesenian ini. Di wilayah Subang, Bandung dan sekitarnya, kesenian ini biasa disebut Sisingaan, Pergosi, Odong odong dan kadang juga disebut Citot.

Di sebagian wilayah Indramayu dan Cirebon, seni Sisingaan ini biasa disebut Kuda Depok. Selain nama, musik pengiring juga kerap berbeda karena bergantung pada seni dan budaya yang berkembang di daerah masing masing.

Sisingaan sendiri adalah sejenis tandu berbentuk Singa yang digotong oleh empat orang (biasanya pria). Konon di masa awal, Sisingaan biasa dinaiki oleh para pembesar (gegeden) atau dari golongan ningrat yang memiliki kedudukan penting di tengah masyarakat.

Sisingaan lalu digotong dan diarak berkeliling kampung dengan diiringi musik tradisional berupa kendang pencak, terompet, goong dan beberapa jenis alat tabuh (gamelan) lainnya.

Hingga awal dekade 1990-an, seni tradisi Sisingaan yang kerap diiringi oleh seni tradisional seperti tembang - tari Jaipongan atau Kliningan (Bajidoran) ini masih menjadi primadona di tengah masyarakat khususnya warga Subang.

Seiring perjalanan waktu, seni Sisingaan lantas diadopsi dengan bentuk tampilan atau pun musik pengiring yang berbeda. Tak hanya bentuk singa, tetapi sudah dipadu dengan macam bentuk hewan seperti burung, naga, gajah bahkan hingga Bouroq.

Bentuk baru dari Seni khas Subang Sisingaan ini pun memiliki nama dan penyebutan yang berbeda. Meski sebagaian warga menyebut Mamanukan, namun secara umum lebih populer dengan sebutan Singa Dangdut.

Selain itu, jenis musik pengiring pun sudah mengalami perubahan secara total. Jika dahulu hanya memakai gamelan tradisional, saat ini sudah memakai alat musik modern untuk memainkan musik dangdut atau jenis musik populer lainnya.

Karena bentuk maupun jenis musik pengiring yang sudah berubah dan lebih dominan ke musik dangdut Pantura inilah, kesenian ini kemudian lebih populer dengan sebutan Singa Dangdut.

Saat ini, Singa Dangdut menjadi kesenian paling populer terutama di kalangan anak anak. Saat akan dikhitan (sunat), anak anak biasanya akan diarak berkeliling kampung menggunakan Singa Dangdut yang memiliki bermacam bentuk dan variasi.

Selain itu, kesenian ini juga selalu diiringi oleh bermacam kreasi seni yang cukup unik seperti kedok menyon (topeng miring), upin dan ipin, bahkan hingga Atraksi Barongsai yang cukup atraktif.
Singa Dangdut Ran Jaya di Desa Muara Blanakan Subang
Di daerah Pantura Subang, cukup banyak grup Singa Dangdut yang kerap berpentas seperti Putra Genades, Putri Genades, Sariti Grup, Ran Jaya, Singa Lodaya, Warlan Grup hingga Singa Dangdut Andi Putra asal Indramayu. mch
-->
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »