ADVERTISEMENT

Search This Blog

Powered by Blogger.

Kemarau Panjang 2019 Sebagian Lahan Sawah di Pantura Subang Tak Bisa Digarap Karena Kekeringan

On September 25, 2019 with No comments

Sebagian lahan sawah di Subang terutama di daerah Pantura tak bisa digarap karena kekeringan yang diakibatkan oleh kemarau panjang yang sudah berlangsung sejak awal pertengahan hingga menjelang akhir tahun 2019 saat ini. Sebagian besar lahan di Pantura Subang nampak kering bahkan terlihat retak-retak.
Kemarau Panjang petani di Ciasem, Sukasari, Pamanukan, Pusakanagara dan Pusakajaya mengalami kerugian
Sawah Kekeringan di Daerah Pantura Subang Jawa Barat
DOTGO.ID. Petani di daerah Pantura Subang terutama di sekitar Kecamatan Sukasari, Ciasem, sebagian Pamanukan, Blanakan hingga Pusakajaya, saat ini mengeluhkan minimnya pasokan air yang membuat sebagian lahan mengering.

Akibat kondisi tersebut, sebagian besar lahan pesawahan yang ada di daerah pantai utara (Pantura) Subang pun tak bisa digarap. Para petani yang lahannya kekeringan pun mengaku sangat dirugikan.

Kekeringan yang diakibatkan oleh kemarau panjang 2019 ini nampak jelas di sepanjang Jalan Pantura Subang yang membentang sejak daerah Patobeusi hingga Jembatan Sewo di perbatasan Indramayu.

Di kawasan tersebut, sebagian lahan sawah nampak terbengkalai karena tidak bisa digarap akibat dari langkanya pasokan air, yang membuat sebagian lahan sawah menjadi kering kerontang.

Menurut Ade Tohidin seorang warga Desa Muara Blanakan, kekeringan di Subang terutama di daerah Pantura ini hampir mencapai setengah dari total luas sawah yang ada di kawasan tersebut.

"Kemarau panjang tahun 2019 membuat sekitar 50 persen lahan sawah terutama di Pantura Subang tak bisa digarap karena kering. Pasokan air sendiri memang sangat sedikit, para petani berharap segera turun hujan," ujar Ade.

Meski demikian, Ade mengatakan tidak semua lahan sawah di Pantura Subang kekeringan. Contohnya adalah lahan yang berada di sebelah barat kali Ciasem yang tetap bisa digarap meski musim kemarau.

Dari hasil pantauan di lapangan, sebagian lahan di wilayah kecamatan Ciasem, Patokbesi dan Blanakan yang berada di sebelah barat Sungai Ciasem ini memang bisa digarap. Sebagian sawah di kawasan tersebut bahkan nampak mulai berbuah.

Berbanding terbalik, lahan sawah yang ada di sebelah timur Kali Ciasem kondisinya sangat kering bahkan terlihat retak retak. Di sepanjang Jalan Pantura sejak Ciasem (termasuk Desa Tanjungtiga Blanakan), Sukasari hingga Pamanukan, lahan sawah yang ada nampak sangat kering.

Menurut warga sekitar, sebagian besar lahan di wilayah Kecamatan Sukasari, sebagian Ciasem dan juga Pamanukan tak bisa digarap karena langkanya pasokan air. Para petani dan penggarap lahan pun merasa sangat dirugikan.

"Sudah empat bulan tidak turun hujan. Sementara pasokan air (irigasi) juga tidak ada. Kami berharap pemerintan dan dinas terkait segera mencari solusi untuk bisa mengatasinya," ujar Lukman, seorang warga Desa Mandala Wangi Sukasari.
Kekeringan Parah di Perbatasan Ciasem-Sukasari Subang
"Pemerintah dan instansi terkait juga harus segera mengambil langkah antisipasi agar peristiwa kekeringan ini tak kembali terjadi di masa mendatang. Tolong perhatikan nasib kami, para petani di sini," pungkas Lukman. mch
-->
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »