ADVERTISEMENT

Search This Blog

Powered by Blogger.

Dongdang Sedekah Laut Semarak Ruat Laut Muara Ciasem 2019 Blanakan Subang

On November 17, 2019 with No comments

Dongdang sedekah laut adalah prosesi puncak dari rangakaian adat budaya Ruat Laut yang hingga saat ini masih dilestarikan oleh sebagian besar masyarakat nelayan di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Sedekah laut sendiri adalah sebagai bentuk rasa syukur para nelayan atas rezeki berupa hasil tangkapan ikan.
Pelepasan Dongdang Melarung Sedekah Laut di Pantai Ciasem Blanakan Subang
Ruat Laut Muara Ciasem Subang, Parade Perahu Nelayan
DOTGO.ID. Blanakan. Ruat Laut atau syukuran nelayan adalah adat istiadat atau prosesi budaya yang masih tetap berkembang di tengah masyarakat nelayan Indonesia, terutama di sebagian besar wilayah pantai di pulau Jawa.

Ruat Laut sendiri adalah prosesi budaya peninggalan nenek moyang yang masih tetap berlangsung hingga saat ini. Ruat Laut atau Syukuran Nelayan ini biasanya digelar saat menjelang akhir tahun.

Selain keramaian berupa pagelaran seni hiburan rakyat seperti wayang kulit, sandiwara (ketoprak jika di Jawa Tengah), hingga orkes dangdut, Ruat Laut ini juga akan dimeriahkan oleh bazar hingga pasar malam.

Selain keramaian para pedagang yang menjual bermacam barang dagangan, suasana Ruat Laut juga akan dimeriahkan oleh beragam wahana permainan seperti kincir atau orsel, kereta anak, hingga bermacam wahana permainan lainnya.

Karenanya, Ruat Laut sendiri selalu menyedot animo warga yang tinggal atau bermukin di daerah pantai. Tak hanya warga sekitar, perhelatan Ruat Laut juga menjadi tujuan wisata bagi warga yang datang dari berbagai daerah.

Puncak dari prosei Ruat Laut sendiri adalah berupa pertunjukan wayang kulit semalam suntuk, yang didedikasikan untuk meruwat, sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan, agar para nelayan diberi keselamatan dan mendapat rezeki (ikan) yang melimpah.

Suasana dan keramaian Ruat Laut sendiri biasanya sudah terasa sejak sepekan sebelumnya, atau bahkan lebih. Karenanya, Ruat Laut menjadi sarana hiburan dan momen spesial bagi warga sekitar dan para nelayan.

Prosesi puncak dari perhelatan Ruat Laut sendiri adalah berupa larung dongdang dan sedekah laut. Saat puncak prosesi, sedekah laut dan dongdang akan diarak menuju lepas pantai, dengan diiringi perahu nelayan milik warga sekitar.

Proses pelepasan atau larung dongdang dan sedekah laut ini salah satunya bisa dilihat di lepas pantai Muara Kali Ciasem (Teluk Ciasem), tepatnya di Desa Muara dan Desa Tanjungtiga, Kecamatan Blanakan, Subang, Jawa Barat.

Saat prosesi puncak, ratusan perahu nelayan milik warga Desa Muara dan Tanjungtiga akan bergerak beriringan, mengikuti perahu utama yang membawa dongdang dan sedekah laut ke lepas pantai.

Saat sedekah laut dan dongdang dilepas, maka perahu milik para nelayan akan berusaha mendekat, dan berupaya untuk bisa bisa menyentuh dongdang sedekah laut sebelum tenggelam ke dasar laut.

Suasana semarak juga tetap berlanjut saat sebagaian besar perahu nelayan ini saling melempar (bertukar) makanan, minuman hingga buah buahan, sambil kembali menuju ke dermaga TPI Mina Bahari Muara Ciasem.
Dongdang Sedekah Laut Muara Ciasem Blanakan Subang 2019
Parade perahu nelayan dalam prosesi puncak Ruat Laut Muara Ciasem ini sendiri sudah menjadi salah satu ikon Wisata Pantura Subang, yang cukup menarik dan cukup banyak dikunjungi oleh para wisatawan. mch
-->
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »