Gatotkaca Dadi Raja Lakon Wayang Jawa Brajamusti Gugat Bagian Kedua

Brajamusti yang mengugat Gatotkaca karena putera Dewi Arimbi tersebut dijadikan raja muda di negeri Pringgandani adalah salah satu lakon wayang kulit yang cukup populer. Meski takhta Pringgadani sudah resmi diserahkan ke Gatotkaca, namun Brajamusti tetap kukuh dan memaksa Dewi Arimbi untuk mencabut mandat raja tersebut.
Wayang Kulit Lakon Gatotkaca Menjadi Raja Digugat Brajamusti
Gatotkaca Dadi Raja Wayang Kulit Cakra Baskara Ki Dalang Sutriya
DOTGO.ID. Wayang Kulit adalah seni tradisi (budaya) yang sudah melekat di hati sebagian masyarakat Jawa. Dan meski bersumber dari kitab Mahabharata, namun wayang versi Jawa memiliki beberpa lakon gubahan populer, salah satunya Gatotkaca Dadi Raja.

Gatotkaca Dadi Raja sendiri menceritakan kisruh yang terjadi di dalam keraton Pringgandani atau negeri Plawangan. Cerita bermula saat Brajamusti datang menuntut agar dirinya bisa menjadi raja.

Padahal sebelumnya, belum lama Gatotkaca juga dinobatkan jadi raja muda di negeri Pringgandani. Dewi Arimbi dan adiknya Praba Kesa sepakat menjadikan Gatotkaca atau Gagak Sengara menjadi raja, karena putranya tersebut dirasa sudah cukup dewasa.

Dikisahkan sebelumnya di bagian pertama, setelah menemui Resi Karpa, Brajamusti yang kukuh ingin menjadi raja ini langsung menuju ke negri Pringgadani untuk menemui Dewi Arimbi.

Brajamusti yang memiliki kesaktian luar biasa ini merasa sangat percaya diri, bahwa dirinya yang pantas menjadi raja. Brajamusti pun langsung menemui Dewi Arimbi di kraton Pringgadani.

Keduanya lalu bertemu dan saling sapa layaknya kakak beradik. Meski demikian, Dewi Arimbi memiliki firasat buruk, karena kehadiran Brajamusti yang datang secara tiba tiba, dengan raut muka berbeda.

Tanpa banyak basa basi, Brajamusti pun langsung meminta takhta raja negri Pringgandani. Namun Dewi Arimbi tak bisa menyanggupi, karna takhta kerajaan Pringgadani sudah diserahkan kepada Gatotkaca.

Brajamusti dan Gatotkaca lalu terlibat pembicaraan yang menjurus pada perdebatan. Saat Brajamusti meminta Gatotkaca secara suka rela menyerahkan gelar raja, Gatotkaca pun dengan teguh bertahan.

Perdebatan sengit antara Gatotkaca dan Brajamusti pun berakhir dengan perselisihan. Keduanya lantas ke luar, dan bersiap untuk adu tanding, beradu ilmu dan kesaktian.

Brajamusti merasa yakin karena memiliki kekuatan pada pukulan tangan kanan yang sangat dahsyat. Dalam hatinya berkata, akan bisa dengan mudah merobohkan Gatotkaca.

Terlebih, Brajamusti ingin membalas kekalahan Prabu Arimba yang tewas oleh Bima Jaya Sena (ayah Gatotkaca). Menurut Ki Dalang Enang Sutriya berdasar pada pakem Wayang Jawa, Bima dan Arimba bertempur di dasar Bengawan Serayu.

Sementara sebagai ksatria muda, Gatotkaca juga merasa pantang untuk mundur. Terlebih, Gatotkaca adalah benteng Kadewatan yang juga memiliki banyak kesaktian.

Saat digodok di Kawah Candradimuka, segala macam jenis senjata Kadewatan ini dikisahkan melebur menjadi satu dalam tubuhnya. Gatotkaca digambarkan berkulit baja, berotot kawat dan bertulang besi.

Tak hanya itu, para Dewa juga membekali Gatotkaca dengan baju kotang (seperti rompi) Antakusuma, Sinjang Basunanda, kasut atau terompah Padakacarma, hingga Sabuk Wesi Pura. Dalam versi Wayang Golek Sunda, Gatotkaca bahkan disebut memiliki Ajian Waringin Sungsang yang langka.
Dengan baju Antakusuma, Gatotkaca bisa terbang ke angkasa. Sedang Basunanda bisa membuat ia terhindar dari panas, hujan dan angin. Kasut Padakacarma membuat Gatutkaca ditakuti oleh setiap mahluk gaib yang jahat.
Perang Tanding Raden Gatotkaca Melawan Brajamusti
Pertempuran antara Gatotkaca dan Brajamusti ini tentu menjadi sebuah perkelahian dahsyat karena melibatkan dua tokoh yang digambarkan sangat sakti dalam dunia pewayangan Jawa saat ini. Lanjut bagian 3
Soeara Rakjat Just Think of Reading, Writing and Vlogging! We Can Share Everything!

0 Response to "Gatotkaca Dadi Raja Lakon Wayang Jawa Brajamusti Gugat Bagian Kedua"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel