Gatotkaca Jadi Raja Lakon Wayang Jawa Brajamusti Gugat Bagian Ketiga

Gatotkaca dan Brajamusti terlibat perang tanding yang hebat, beradu kuat dan ilmu kesaktian. Keduanya terlibat adu tanding karena Brajamusti tetap ngotot meminta Gatotkaca turun takhta. Dalam lakon Gatotkaca menjadi Raja, Brajamusti menggugat Gatotkaca yang telah naik takhta menjadi raja muda di Kraton Pringga.
Wayang Kulit Gatotkaca Menjadi Raja Digugat Brajamusti
Gatotkaca Dadi Raja Wayang Kulit Cakra Baskara Ki Dalang Sutriya
DOTGO.ID. Wayang kulit Gatotkaca Dadi Raja adalah salah satu lakon yang cukup populer karena melibatkan tokoh Brajamusti yang sangat dikenal karena ilmu dan kesaktiannya. Brajamusti adalah jelmaan dari khodam (isi) keris pusaka milik Prabu Arimba.

Dikisahkan sebelumnya, Brajamusti yang datang menemui Dewi Arimbi di Kraton Pringondani ini langsung menuntut agar dirinya diberi takhta raja. Namun Arimi menolak, dan memberi kesempatan pada Gatotkaca untuk mengambil keputusan.

Gatotkaca dan Brajamusti pun terlibat perdebatan sengit. Meski demikian, Gatotkaca tetap berlaku hormat karena Brajamusti adalah adik angkat Arimbi. Namun karena Brajamusti tetap ngotot, keduanya lalu terlibat perang tanding dengan sengit.

Dikisahkan, Barjamusti yang sangat sakti ini memiliki ilmu pukulan tangan yang sangat dahsyat. Jangankan manusia, tembok batu, besi dan baja pun akan hancur lebur jika terkena pukulan tangan Brajamusti.

Namun Gatotkaca juga bukan pemuda sembarang, ia memiliki banyak ilmu kesaktian setelah digodok di Kawah Candradimuka, oleh para Dewa di Sura Laya atau Kahyangan.

Brajamusti dan Gatotkaca pun saling adu pukul, adu tendang dan beradu ketahanan tubuh. Paman dan keponakan itu pun terlibat perkelahian yang sangat seru.

Lama kelamaan, Brajamusti yang sakti ini mampu unggul dari Gatotkaca. Meski Gatotkaca memiliki ilmu dari para Dewa, namun Brajamusti ternyata mampu mendesak Gatotkaca.

Melihat kondisi tersebut, Dewi Arimbi ibunda Gatotkaca merasa sangat iba. Ia kemudian meraga sukma dan masuk ke dalam raga Gatotkaca. Brajamusti merasa terkejut karena Gatotkaca yang sudah terdesak tiba tiba berubah dan lebih kuat dari sebelumnya.

Brajamusti lalu pergi dari arena perang tanding dan langsung mencari Dewi Arimbi. Brajamusti merasa curiga jika kakak angkatnya itu sudah ikut membantu dengan cara meraga suka ke dalam tubuh Gatotkaca.

Dewi Arimbi pun segera keluar dari raga Gatotkaca dan kembali ke tempat semula. Melihat Dewi Arimbi seperti sangat kelelahan, Brajamusti langsung menuduh Dewi Arimbi sudah meraga sukma ke Gatotkaca. Tapi Arimbi tetap kukuh membantah.

Brajamusti lalu pergi meninggalkan Arimbi dan kembali ke arena perang tanding. Gatotkaca pun langsung bersiap untuk kembali bertarung melawan Brajamusti.

Keduanya kembali terlibat adu tanding dan lagi lagi Gatotkaca terdesak hingga hampir jatuh dan kalah. Melihat itu, Dewi Arimbi kembali meraga suka dan masuk ke dalam tubuh Gatotkaca.

Gatotkaca pun kembali bangkit dan mampu mengimbangi bahkan hampir bisa mengalahkan Brajamusti. Dengan bantuan kekuatan Dewi Arimbi yang masuk ke dalam raganya, Gatotkaca menjadi lebih kuat dan tangguh.
Tanpa bantuan Ratna Arimbi, ilmu Gatotkaca dari para Dewa termasuk Kotang Antakusuma, Sinjang Basunanda, Kasut Padakacarma, Benting (sabuk) Wesi Pura, hingga Selendang Ratna  Singa Wiring masih belum bisa menandingi kekuatan Brajamusti, manusia jelmaan dari sebilah keris pusaka sakti ini.
Perang Tanding Gatotkaca Melawan Brajamusti
Meski demikian, ilmu dan pakaian dari para Dewa ini tetap mampu membuat Gatotkaca bertahan dan tak menemui ajal (mati) saat dihantam pukulan tangan Brajamusti yang dahsyat dan sangat kuat. Lanjut bagian 4
Soeara Rakjat Just Think of Reading, Writing and Vlogging! We Can Share Everything!

0 Response to "Gatotkaca Jadi Raja Lakon Wayang Jawa Brajamusti Gugat Bagian Ketiga"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel