Panen Ikan Nila Budidaya dan Proses Pembenihan Ikan Nila Merah di Balai Riset Pemuliaan Ikan

Ikan nila merah adalah salah satu jenis ikan air tawar yang paling banyak diminati karena rasa dagingnya yang lezat dan gurih. Ikan nila menjadi salah satu ikan favorit keluarga Indonesia, karena selain enak bergizi, ikan nila juga cukup mudah dibudidayakan (diternak) baik itu dalam kolam alami (tanah), kolam plastik, hingga kolam tembok (beton).
Panen Ikan Nila yang bagus dibutuhkan benih ikan yang baik dan berkualitas
Panen Ikan Nila Merah di Balai Riset Pemuliaan Ikan
Budidaya. Ikan nila dengan nama ilmiah Oreochromis niloticus adalah ikan jenis air tawar yang paling banyak dibubidaya di hampir seluruh wilayah Indonesia. Ikan nila yang dalam bahasa Inggris disebut Nile Tiapia Fish ini sangat populer di Indonesia sejak akhir 1960-an.

Ikan nila sendiri adalah jenis ikan yang berasal dari daerah Afrika bagian timur, yang mulai masuk dan diintroduksi di wilayah Indonesia sejak tahun 1969. Hingga kini, ikan nila yang berkerabat dekat dengan ika mujair ini menjadi salah satu ikan air tawar paling populer.

Ikan nila menjadi ikan yang cukup digemari karena selain rasanya yang memang enak dan gurih, proses pemeliharaan atau budidaya ikan nila juga terbilang cukup mudah.

Terlebih, ikan nila ini juga tergolong sebagai ikan air tawar omnivora, yaitu jenis ikan pemakan segala, mulai dari plankton dan lumut bahkan hingga tumbuhan atau tanaman yang biasa hidup di dalam air.

Karenanya, ikan nila juga bisa dijadikan sebagai jenis ikan pengendali tumbuhan liar dalam air atau gulma. Dengan reputasinya sebagai ikan omnivora, ikan nila ini sangat ideal untuk menjaga ekosistem air agar tetap stabil.

Selain itu, ikan nila juga tergolong jenis ikan yang sangat mudah berkembang biak dalam waktu yang singkat. Di alam liar, ikan nila adalah hama tetap di daerah aliran sungai atau pun danau, karena kemampuannya sebagai ikan pemakan segala.

Di Indonesia, ikan nila sendiri biasa dibudidaya di dalam tambak atau kolam. Ikan nila sangat mudah dibudidaya baik dalam kolam alami (tanah), atau pun kolam tembok hingga kolam plastik atau terpal.

Di beberapa wilayah di Indonesia, ikan nila juga biasa dibudidaya (diternak) di danau atau pun waduk (bendungan), tentunya dengan cara dibesarkan di dalam keramba atau pun jaring terapung.

Untuk bisa membudidayakan ikan nila, tentu diibutuhkan bibit atau benih yang cukup baik berkualitas dan bisa tahan dalam beragam kondisi. Benih ikan nila merah sendiri cukup mudah didapat di banyak sentra pembenihan.

Menurut Adam, seorang petugas di Balai Riset Pemuliaan Ikan di Sukamandi Ciasem Subang, proses pembenihan ikan nila ini sendiri memakan cukup banyak waktu, karena calon ikan indukan (bibit) harus sehat dan kuat juga memenuhi syarat.

"Sebelum jadi ikan indukan, kami menyeleksi setidaknya hingga empat tahap. Generasi ikan indukan pertama dipilih untuk menjadi generasi kedua, ketiga dan keempat. Setelah melalui riset panjang empat tahap, baru kami rilis (benih), tentunya jika sudah memenuhi syarat," ujar Adam saat ditemui di Balai Riset Pemuliaan Ikan, Sukamandi Ciasem Subang.

Menurut banyak catatan, Oreochromis niloticus yang berkerabat dekat dengan ikan mujair ini populer dengan sebuat nile fish, karena memang banyak di temukan di sepanjang aliran Sungai Nil (Nile dalam ejaan internasional) di daratan Afrika bagian timur.
Proses Seleksi Bibit Ikan Nila Merah Berkualitas Unggul
Di Indonesia, ikan ini disebut ikan nila dan menjadi salah satu jenis ikan air tawar yang paling banyak dibudidayakan, karena memiliki nilai ekonomis dan pangsa pasar yang cukup besar. baim
Soeara Rakjat Pecinta Seni, Budaya, dan Wisata

0 Response to "Panen Ikan Nila Budidaya dan Proses Pembenihan Ikan Nila Merah di Balai Riset Pemuliaan Ikan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel