Gatotkaca Gugur Kisah Kematian Tragis Gatotkaca Ditangan Karna Dalam Perang Bharatayuda Bagian Kedua

Gatotkaca Gugur dalam Perang Bharatayuda di malam hari ke-14. Gatotkaca yang sangat sakti dan seolah tak terkalahkan ini harus berhadapan dengan Karna. Gatotkaca yang kebal senjata, tak mampu bertahan saat Karna melepas senjata Indrastra milik para dewa bernama Vasavishakti, atau tombak Konta Wijayadanu dalam versi wayang Jawa.
Gatotkaca Gugur Kematian Tragis Gatotkaca Ditangan Karna oleh senjata Konta vasavishakti
Gatotkaca Gugur Dalam Perang Bharatayuda
DOTGO.ID. Wayang. Dikisahkan dibagian pertama dalam versi wayang Jawa, Resi Narada yang mendapat tugas untuk menyerahkan senjata Konta pada Arjuna merasa sangat silau karena kuatnya sinar matahari (Dewa Surya).

Saat melihat Karna yang sedang bertapa, Resi Narada Kobayan Dewa pun langsung menyerahkan senjata Konta kepada Karna. Namun setelah diamati cukup lama, Narada sadar bahwa ksatria yang ada didepannya bukanlah Arjuna, tetapi Karna.

Arjuna dan Karna dikisahkan memang sangat mirip. Menurut versi wayang Jawa, keduanya memiliki tampilan yang hampir serupa.

Menyadari kekeliruannya, Resi Narada lalu mendatangi Arjuna dan mengatakan, senjata pusaka Konta sudah diberikan kepada Karna. Arjuna lalu mencari Karna dan terjadilah perkelahian untuk memperebutkan senjata Konta.

Karena sama-sama memiliki ilmu yang sakti, duel Karna dan Arjuna berlangsung imbang. Pada suatu kesempatan, Arjuna berhasil memegang sarung senjata Konta, dan Karna memegang gagangnya.

Arjuna lalu menarik sarung senjata Konta, sedang Karna yang memegang gagangnya berhasil mendapatkan (isi) senjatanya. Karna lantas bergegas pergi meninggalkan Arjuna.

Meski hanya medapat sarung dari senjata Konta, Narada berkata bahwa itu sudah bisa untuk memutus tali pusar Gatotkaca. Arjuna lalu pulang untuk menemui Gatotkaca.

Sarung senjata sakti Konta yang terbuat dari kayu Mastaba lantas digunakan untuk memutus tali pusar Gatotkaca. Secara ajaib, sarung senjata Konta masuk dan melebur ke dalam tubuh Gatotkaca.

Dewa Narada (resi para pewa) lantas meramalkan, Gatotkaca akan menjadi ksatria yang sangat sakti. Tak akan ada yang bisa membunuh Gatotkaca kecuali Karna, yang memiliki senjata pusaka Konta Wijayadanu.

Menurut versi asli Mahabharata, senjata Konta ini bernama Vasavishakti. Dikisahkan, Karna yang dibuang ke sungai ini sudah memakai baju perang (zirah) lengkap dengan kalung dan anting pemberian dari Dewa Surya.

Dewa Indra (panglima perang para dewa) yang merasa sangat khawatir pakaian kadewatan Karna ini akan bisa mengalahkan Arjuna lalu turun ke bumi dan menyamar sebagai seorang brahmana.

Saat bertemu Karna, Dewa Indra lantas meminta sedekah berupa pakaian yang dikenakan Karna. Karna yang dikenal sangat dermawan dan baik hati ini lantas memberi perlengkapan baju zirahnya tersebut.

Karna sendiri tak menyadari bahwa baju perang atau zirahnya tersebut adalah pakaian milik para dewa, pemberian Dewa Surya. 

Menurut Mahabharata, Karna baru sadar bahwa ia adalah anak (berkah) dari Dewa Surya saat Sri Kresna datang memberi tahu, beberapa saat sebelum perang Bharatayuda meletus.

Sebagai balasan atas kemurahan hati Karna, Dewa Indra lantas memberi sebuah senjata pusaka (Indrastra) bernama Vasavishakti. Dalam mitologi Hindu, Vasavishakti adalah salah satu senjata brahma yang biasa dipakai oleh para dewa dan para petapa sakti (resi).
Selain memiliki senjata Konta atau pusaka Vasavishakti, Karna juga dikenal sangat tangguh karena ia pernah berguru pada Resi Parasurama, yang ilmunya setingkat lebih tinggi dari Drona atau Dorna dalam versi wayang Jawa.
Wayang Kulit Lakon Gatotkaca Dadi Raja
Karenanya, ilmu dan kemampuan Karna tak kalah hebat dari para ksatria Pandawa dan Korawa yang berguru kepada Drona. Terlebih, Karna adalah anak Kunti yang terlahir melalui berkah Dewa Surya, dewa matahari dalam mitologi Hindu. Lanjut bagian 3
Soeara Rakjat Just Think of Reading, Writing and Vlogging! We Can Share Everything!

0 Response to "Gatotkaca Gugur Kisah Kematian Tragis Gatotkaca Ditangan Karna Dalam Perang Bharatayuda Bagian Kedua"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel