Buruh di Subang Batal Libur? Muncul Surat Edaran Baru Batalkan Surat Edaran Sebelumnya

Buruh dan pekerja di Subang batal libur? Setelah kini muncul surat edaran baru yang mencabut atau menganulir (isi) surat edaran hasil rapat LKS Tripartit sebelumnya, yang menyebutkan para pekerja dan buruh di Subang akan diliburkan selama 12 hari.
Pekerja (buruh) pabrik industri garment di Subang
COVID-19 yang kini mewabah di Indonesia menjadi problem serius yang mulai berdampak ke berbagai sektor salah satunya adalah soal libur atau tidaknya para pekerja di berbagai perusahaan.

Di wilayah Subang Jawa Barat, kini muncul pro kontra terkait libur atau tidaknya para pekerja dan buruh, sebagai langkah antisipasi sebaran wabah corona virus COVID-19.

Beberapa hari yang lalu, muncul surat edaran hasil rapat LKS Tripartit yang menyebutkan buruh dan para pekerja di seluruh perusahaan yang ada di Subang akan diliburkan selama 12 hari.

Surat edaran TK.03.02.04/986/Binaperlin tertanggal 31 Maret 2020 ini pun akhirnya dicabut setelah menuai keberatan dari beberapa pihak.

Menurut Legal Officer PT Daenong Global Asep Rochman Dimyati atau yang lebih akrab disapa ARD, banyak pihak yang merasa keberatan karena isi surat edaran tersebut terkesan memaksakan.

"Setelah mencermati isi surat (LKS Tripartit), kami mengajukan keberatan dan mempertanyakan isi atau poin di surat tersebut," ujar Asep Rohman Dimyati.

Menurut ARD, surat edaran yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi hasil dari rapat LKS Tripartit tersebut masih belum jelas dan terkesan seperti memaksakan.

Di poin akhir surat edaran tersebut tercantum bahwa perusahaan baik swasta maupun milik pemerintah (BUMN dan BUMD) harus tanggung jawab penuh kalau ada pekerja yang terpapar COVID-19, jika tak mematuhi atau melaksanakan hasil rapat LKS Tripartit yang tercantum.

"Poin ini yang memberatkan. Tentu saja kami merasa kaget karena sejak awal kami sudah menerapkan prosedur standar pencegahan wabah virus corona di lingkungan perusahaan," tegas Asep Rochman Dimyati.

Lebih lanjut, ARD menjelaskan bahwa sebagian besar perusahaan termasuk Daenong sudah menerapkan SOP sebagai langkah antisipasi cegah corona, yaitu dengan cek suhu tubuh dan wajib memakai masker.

"Ada proses screening sebelum pekerja masuk, jika suhu tubuh tinggi ya dipulangkan dan diperiksa lebih lanjut. Pekerja juga wajib mengenakan masker."

Selain itu, perusahaan juga sudah menyediakan cairan anti septik. Para pekerja wajib membersihkan tangan dengan anti septik sebelum masuk dan mulai bekerja.
Dengan keluarnya surat edaran baru yang menganulir (mencabut) surat edaran sebelumnya, kabarnya akan dilaksanakan rapat LKS Tripartit lanjutan dengan berkonsultasi dan berkoordinasi, sembari menunggu keputusan pemerintah baik dari pusat maupun provinsi.
Suasana jam masuk dan 9ulang kerja pabrik di Subang
Hingga kini mayoritas perusahaan di wilayah Subang masih tetap beraktivitas normal, namun tentunya dengan menerapkan prosedur standar pencegahan corona virus COVID-19. Lalu kapan buruh di Subang akan libur? baim
Soeara Rakjat Just Think of Reading, Writing and Vlogging! We Can Share Everything!

0 Response to "Buruh di Subang Batal Libur? Muncul Surat Edaran Baru Batalkan Surat Edaran Sebelumnya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel