Panen Parsial Udang Vaname Proses Intensifikasi Budidaya Udang Vaname di Pantura Subang

Panen Parsial (panen sebagian kecil) udang vaname dilakukan untuk mengurangi kepadatan dan juga biomass (tonage) udang dalam kolam. Panen parsial sendiri dilakukan agar kepadatan dan biomasa udang menjadi ideal hingga tiba masa panen raya.
Panen Parsial Udang Vaname, Proses Intensifikasi Jelang Panen Raya
Udang Vaname adalah jenis udang dari daerah sub tropis yang belakangan banyak dibudidayakan oleh para petani tambak di beberapa wilayah potensial di Indonesia.

Udang vaname sendiri adalah jenis udang yang bisa dibudidayakan secara intensif, dan bisa menggenjot produksi secara lebih massif.

Berbeda dengan jenis udang biasa seperti udang windu, peci dan sejenisnya, budidaya udang vaname ini mampu menghasilkan jumlah udang dalam skala besar, dalam waktu sekali panen.

Di wilayah Jawa Barat khususnya di daerah pesisir utara Kabupaten Subang, budidaya tambak udang vaname ini banyak di temukan di sekitar wilayah Kecamatan Blanakan.

Seperti terlihat di Desa Muara Ciasem, sebagian areal tambak di kawasan ini adalah tambak budidaya udang vaname.

Menurut Mas Bobby, seorang pengelola tambak, dari sisi kuantitas budidaya udang vaname secara intensif ini memang jauh lebih maksimal ketimbang budidaya udang secara tradisional.

"Kalau udang biasa maksimal kita bisa tebar hanya 200 ribu sampai 300 ribu bibit, tapi kalau udang vaname bisa 1 juta lebih bibit kita tebar dalam ukuran kolam yang sama," ujar Mas Bobby.

Meski demikian, Mas Bobby juga tak menampik jika budidaya udang vaname ini tergolong sebagai (usaha) budidaya padat modal, yang juga memiliki resiko jauh lebih besar.

Sebelum memasuki masa panen raya (usia 100 hari), udang vaname ini biasanya akan dipanen secara parsial (panen sebagian) dengan cara dijala (jaring tebar).

Panen parsial udang vaname ini sendiri bertujuan agar kepadatan maupun tonage (berat) udang dalam kolam tetap ideal hingga usia 100 hari (masa panen raya).

Menurut seorang pegiat budidaya udang vaname di Desa Muara Blanakan, Ade Hasanuddin Wasja, panen parsial udang vaname ini biasa dilakukan sebanyak dua kali hingga masa panen raya.

"(Panen) parsial pertama usia 60 hari, rata-rata size (ukuran) 80 sampai 100 ekor udang per kilo gram. Parsial kedua usia 80 hari, rata-rata size 60 sampai 70," ujar Ade Wasja.

Ade menjelaskan, panen parsial harus dilakukan agar kepadatan dan berat udang menjadi lebih merata saat memasuki masa panen raya.

"Saat panen raya di usia 100 hari, idealnya ukuran atau size udang rata-rata 40 ekor per kilo gram," pungkas Ade Wasja.

Desa Muara Blanakan sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan yang cukup potensial dengan hasil budidaya tambak, baik itu tambak ikan maupun udang.
Budidaya Udang Vaname di Desa Muara Blanakan Subang
Selain hasil tambak, Desa Muara Ciasem juga dikenal dengan keberadaan TPI Mina Bahari, yang menampung hasil melaut para nelayan di kawasan ini. baim
Soeara Rakjat Pecinta Seni, Budaya, dan Wisata

0 Response to "Panen Parsial Udang Vaname Proses Intensifikasi Budidaya Udang Vaname di Pantura Subang"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel