Janem Sejarah Asal-Usul Warung Janem di Jalan Pantura Subang Patokbesi

Janem atau Jalan Enem adalah sebuah kawasan yang sangat populer di sekitar Jalan Pantura Subang. Asal mula nama Janem sendiri berawal dari sebuah warung kecil yang juga menjadi pangkalan ojek, dan berada persis di ujung Jalan Enem di Jalan Pantura Patokbesi Subang.
Janem Sejarah Asal-Usul Warung Janem di Jalan Pantura Subang Patokbesi
Janem Sejarah Asal-Usul Warung Janem Pantura Subang
Pantura. Warung Janem adalah deretan warung yang berjejer di sepanjang Jalan Pantura Subang, tepatnya di wilayah Kecamatan Patokbeusi, yang berbatasan dengan Sukamandi di Kecamatan Ciasem.

Warung Janem sendiri menjadi sangat terkenal karena menjadi tempat atau area peristirahan dari berbagai jenis kendaraan yang melintas di kawasan Jalan Pantura Subang.

Tak hanya para pengendara yang melintas, belakangan Warung Janem juga menjadi tempat favorit warga sekitar untuk bersantai dan melepas lelah.

Popularitas Janem pun makin fenomenal setelah makin banyak pramusaji atau para pelayan yang selalu siap siaga melayani para pelanggan Warung Janem.

Tak hanya dari seputaran wilayah Subang, pelayan Warung Janem ini sendiri konon datang dari berbagai daerah di Jawa Barat, bahkan kabarnya ada juga yang datang dari luar Jawa.

Lalu mengapa disebut Warung Janem? Menurut beberapa warga sekitar, Janem sendiri merujuk pada nama Jalan Enem, yaitu sebuah jalan kecil yang menghubungkan Jalan Pantura dengan pemukiman warga.

Jalan Enem (Janem) adalah sebuah jalan yang membentang di areal pesawahan, yang biasa dimanfaatkan warga saat ingin mengakses Jalan Raya Pantura.

Beberapa dekade silam, di Jalan Enem (Jalan Enam) ini terdapat sebuah warung kecil yang juga sekaligus menjadi pangkalan ojek.

Warung di Jalan Enem sering dijadikan tempat beristirahat oleh warga yang sedang menunggu atau pun baru turun dari angkutan umum. Cukup banyak pula warga yang menitipkan sepedah di warung tersebut.

Selain nama Janem, warga juga sering menyebut warung ini dengan nama Warung Seri, karena memang berada di bawah pohon seri (kersen) yang cukup rindang.

Seiring berjalannya waktu, ada banyak warung lain yang mulai didirikan hingga kawasan ini perlahan semakin ramai. Sebelumnya, ruas jalan di kawasan ini sangat sepi karena jauh dari pemukiman warga (tetoang).

Kawasan Jalan Enem pun semakin ramai saat lokalisasi Cilodong di Cibungur Purwakarta dibongkar pada pertengahan tahun 2000-an. Perlahan namun pasti, Janem pun menjadi sangat ramai hingga seperti yang terlihat saat ini.

Karena berawal dari sebuah warung yang berada di Jalan Enem, hingga kini deretan warung-warung di kawasan ini disebut Warung Janem.

Padahal, jumlah jalan yang membentang di areal pesawahan dan menghubungkan Jalan Pantura dengan pemukiman warga ini berjumlah sekitar 12 jalan.

Namun demikian, deretan warung di kawasan ini sejak dari Jalan 1 hingga Jalan 12 tetap disebut Warung Janem.

Dan meski cukup banyak suara-suara sumbang, namun bagi sebagian warga terutama para pengendara sepedah motor, keberadaan Warung Janem ini sangat membantu.

Keberadaan Warung Janem yang membuat Jalan Pantura di kawasan ini menjadi ramai saat malam hari, dianggap cukup membantu para pengendara roda dua atau sepedah motor.

Tak hanya disebut-sebut bisa meminimalisir aksi kriminal, warga (penghuni) Warung Janem ini juga adalah orang yang pertamakali memberi pertolongan saat terjadi kecelakaan di kawasan ini.
Warung Janem di Jalan Pantura Patokbeusi Subang
Dari sisi ekonomi, kawasan Janem ini juga memberi kontribusi yang cukup signifikan. Cukup banyak warga Pantura Subang yang mengandalkan hajat hidupnya dari Warung Janem. baim
Soeara Rakjat Just Think of Reading, Writing and Vlogging! We Can Share Everything!

0 Response to "Janem Sejarah Asal-Usul Warung Janem di Jalan Pantura Subang Patokbesi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel