Kisah Kelahiran Gatotkaca yang Mendapat Ilmu Kesaktian dari Para Dewa di Kawah Candradimuka Bagian Kedua

Gatotkaca yang lahir dengan nama Jabang Tetuka dan tali pusarnya tak juga mau putus, membuat Arjuna lantas bertapa memohon petunjuk agar bisa mendapat senjata sakti dari Kahyangan, yaitu sebuah senjata Brahma bernama Tombak Konta Wijayadanu untuk bisa memotong ari-ari Jabang Tutuka.

Wayang. Arjuna bersama Ki Semar dan para punakawan, dikisahkan di bagian pertama lantas pergi bertapa untuk bisa mendapat senjata sakti milik para dewa di Kahyangan.

Sementara di saat bersamaan, suasana di Kadewatan sendiri sedang dalam situasi gawat karena sedang digempur oleh bala tentara raksasa dari Kerajan Gilingwesi, versi lain menyebut Tribelasuket.

Penyebabnya adalah, lamaran Raja Nagapercona dari Gilingwesi yang jatuh hati pada Bidadari Kahyangan Dewi Supraba ditolak mentah-mentah.

Nagapercona lantas mengerahkan bala tentaranya menyerbu Kahyangan.

Versi lain menyebut, Raja Tribelasuket Prabu Kalapracona mengutus Patih Sekipu untuk menyerbu dan meminta paksa Bidadari Dewi Supraba.

Dalam versi Pewayangan Jawa, bangsa raksasa memang dikisahkan memiliki kekuatan yang setara bahkan beberapa diantaranya disebut melebihi kemampuan para dewa.

Menghadapi serbuan bangsa raksasa tersebut, para dewa merasa sangat kewalahan dan hanya berusaha untuk bertahan.

Bahkan Panglima perang para dewa yaitu Batara Indra yang dikenal sangat sakti pun merasa keteteran.

Para dewa hanya bisa bertahan dan berusaha agar pasukan raksasa tak sampai masuk ke Lawang Selamatangkep, yaitu pintu gerbang Kahyangan.

Bala tentara Gilingwesi dan Nagapercona pun tertahan di lapangan Tegal Si Awat-Awat dan belum bisa menembus Lawang Saketeng Selamatangkep.

Melihat kondisi tersebut, raja para dewa Hyang Batara Guru mulai merasa khawatir. Ia lantas mencari petunjuk untuk mencari tahu siapa yang akan bisa menandingi kekuatan bala tentara raksasa tersebut.

Dari atas singgasana Jonggringsalaka Bale Marcukunda, Hyang Otipati Jagatnata Batara Guru lantas menerawang melalui Kaca Benggala miliknya.

Dengan kesaktiannya, Batara Guru akhirnya bisa mengetahui orang yang akan bisa mengalahkan raja raksasa dan bala tentaranya tersebut.

Batara Guru lantas memanggil Resi Narada, dan berkata bahwa yang akan bisa mengalahkan raja raksasa adalah Jabang Tutuka, Putra Bimasena.

Hyang Manikmaya Batara Guru lantas menyerahkan pusaka Tombak Konta Wijayadanu sambil berkata, "Berikan tombak kadewatan ini kepada Arjuna, untuk memutus tali pusar (ari-ari) Jabang Tetuka.

Gatotkaca Lahir/Jabang Tutuka:

Batara Guru juga berpesan, jika nanti ari-ari Jabang Tetuka sudah berhasil diputus, Pandawa harus membawa anak pertama Bima tersebut ke Kahyangan, untuk menghadapi para raksasa.

Gatotkaca Menjadi Raja/Brajamusti Gugat - Cakra Baskara
Resi Narada Kubayan Dewa lantas turun ke alam Marcapada atau dunia manusia untuk menemui Arjuna, dan menyerahkan senjata pusaka Tombak Konta Wijayadanu yang sakti mandraguna. Lanjut ke bagian 3

Soeara Rakjat Just Think of Reading, Writing and Vlogging! We Can Share Everything!

0 Response to "Kisah Kelahiran Gatotkaca yang Mendapat Ilmu Kesaktian dari Para Dewa di Kawah Candradimuka Bagian Kedua"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel