Kisah Kelahiran Gatotkaca yang Mendapat Ilmu Kesaktian dari Para Dewa di Kawah Candradimuka Bagian Keempat

Ari-ari Jabang Tetuka yang masih menempel sejak lahir akhirnya bisa diputus dengan sarung senjata Konta Wijayadanu, yang tiba-tiba sirna menyatu dengan tubuh Tutuka. Menurut Sri Kresna, Raden Tutuka Gatotkaca akan menjadi sangat sakti dan tak mempan senjata,kecuali oleh Tombak Konta yang kini berada di tangan Karna.
Wayang. Arjuna yang mendapat sarung senjata Konta dari Resi Narada, pada bagian sebelumnya dikisahkan langsung kembali menuju ke negeri Pringgandani.

Setibanya di Pringgandani, Arjuna pun langsung menunjukan sarung senjata Konta kepada Sri Kresna dan Bima.

Serangka senjata Konta yang terbuat dari kayu mastaba ini pun langsung digunakan untuk memutus tali pusar atau ari-ari Jabang Tutuka Gatotkaca.

Atas kehendak Yang Kuasa, ari-ari Jabang Tetuka langsung putus, tetapi sarung senjata Konta juga lenyap, masuk ke dalam pusar dan menyatu dengan raga Tetuka.

Sri Kresna yang memiliki kemampuan untuk menerawang masa depan meramalkan, Jabang Tutuka akan menjadi ksatria yang sakti mandraguna.

Menurut Sri Kresna, sarung senjata Konta yang merupakan senjata Kadewatan ini akan membuat Jabang Tetuka Gatotkaca menjadi sangat sakti dan kebal segala senjata.

Jabang Tutuka hanya bisa dikalahkan (dibunuh) dengan Senjata Konta yang kini berada dalam genggaman Dipati Karna.

Riwayat terbunuhnya Gatotkaca oleh Dipati Karna dalam versi Wayang Jawa diceritakan dalam Lakon Gatotkaca Gugur.

Sesuai perjanjian sebelumnya, Pandawa bersama Sri Kresna akhirnya membawa Jabang Tetuka menuju Kahyangan, untuk menghadapi bala tentara dari kerajaan raksasa.

Meski sebelumnya Bima merasa khawatir dan berniat untuk melawan para raksasa demi putranya Jabang Tetuka, Bima akhirnya bersedia melepas Jabang Tetuka untuk menghadapi pasukan raksasa dari Gilingwesi.

Bima merasa lega setelah Sri Kresna dan Ki Semar yang notabenenya adalah penjelmaan dari para dewa ini memberi jaminan, bahwa Raden Tetuka akan selamat.

Sri Kresna sendiri adalah awatara (penjelmaan) Wisnu, yaitu dewa pemelihara dunia. Sedangkan Ki Semar dalam pewayangan Jawa disebut sebagai Hyang Ismaya, anak tertua Sang Hyang Tunggal.

Gatotkaca Lahir/Jabang Tetuka:

Setibanya di pintu gerbang Lawang Selamatangkep, Tutuka yang baru berusia beberapa tahun ini dibiarkan berdiri menghadang bala tentara raksasa.

Gatotkaca Menjadi Raja/Brajamusti Gugat - Cakra Baskara
Dari kejauhan, Padawa, Sri Kresna dan Ki Semar memperhatikan dengan seksama. Saat itulah Raden Tutuka mengamuk dan membuat bala tentara raksasa lari berhamburan. Bersambung..

Soeara Rakjat Just Think of Reading, Writing and Vlogging! We Can Share Everything!

0 Response to "Kisah Kelahiran Gatotkaca yang Mendapat Ilmu Kesaktian dari Para Dewa di Kawah Candradimuka Bagian Keempat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel